"Lo siapa sih. Ngapain sampe sini?" - Park y/n
"YA LO BONYOK MASA GUE BIARIN!" - Son Sungjun
❝Ini tentang Sungjun saat dia memberikan hatinya kepada seseorang yang lebih indah dari senja di laut.❞
Enjoy!♡
~ Slynnex
Status: complete
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Papa? Ngapain dateng jam segini?" monolog y/n setelah tahu bahwa yang datang adalah ayahnya.
Y/n lalu duduk didepan meja belajarnya dan menulis di sebuah buku diary, sudah menjadi kebiasaan bahwa gadis itu akan menulis disana saat papanya datang.
"Y/n!" panggil papanya.
Y/n yang mendengarnya segera turun kebawah, dirinya tidak ingin membangunkan singa yang mungkin sedang tertidur, atau malah sudah bangun?
"Ya, Pa?"
Jaehyung lalu menepuk tempat disebelahnya agar y/n duduk bersama dengannya, "sini."
Y/n lalu duduk disana, berjarak dari papanya, entah mengapa suasana ini tidak biasanya terjadi.
"Tangan kamu kenapa?" tanya Jaehyung.
Y/n lalu memperhatikan pergelangan tangannya dimana terdapat bekas luka disana.
"Oh ini, ga kenapa-kenapa, Pa. Biasa, cuma berantem sama preman yang sering ganggu."
Jaehyung kemudian menarik tangan y/n dan memeluk anak semata wayangnya itu, membuat y/n terkejut, pasalnya sudah berapa tahun dia tidak pernah mendapat pelukan dari sang ayah.
"Pa, ada apa?" tanyanya.
"Gapapa," jawab Jaehyung.
Y/n mencium bau yang terlalu menyengat, alkohol. Y/n sadar bahwa Jaehyung pasti baru saja minum-minum bersama temannya.
Y/n lalu membalas pelukan ayahnya, "Papa ada masalah apa? Cerita sama y/n.
"Kamu ga paham urusan orang dewasa."
"Tapi Papa orangtua y/n, jadi itu udah kewajiban y/n buat bantuin Papa kalo Papa ada masalah. Cerita sama y/n ya?" bujuk sang anak.
"Haera.." ucap Jaehyung lesu.
'Anjing, itu cewek mulu. Ganti topik napa anj, perusahaan lo apa gimana gitu.'
"Dia kenapa?" tanya y/n.
Jaehyung lalu melepas pelukannya dan menatap y/n, mata pria itu sembab dan juga sayu.
"Papa tadi lihat dia hs sama orang lain di apartemennya," kata Jae lalu mengacak-acak rambutnya frustasi.
'Hs? Jangan bilang itu maksudnya having s*x.'
"Terus Papa pergi ke bar?" tanya y/n lagi dan diiyakan oleh papanya.
Y/n menggenggam tangan yang sudah lama tidak pernah digenggamnya lagi, "Pa, y/n udah bilang berkali-kali kan kalo cewek itu ga baik buat Papa?" kata y/n mencoba memberi nasihat.
"Y/n juga pernah bilang kalo y/n ga masalah punya mama baru, asalkan dia baik buat Papa, tapi apa? Papa selalu ganti pacar dan kelakuan mereka sama, Haera yang paling parah," ucap y/n perlahan, sekali lagi tidak ingin membuat papanya marah.