Aku mengerjabkan mata perlahan karena cahaya matahari samar-samar jatuh tepat mengenai wajah. Rasanya seperti ada batu seberat satu ton yang menimpa kepala saat pertama kali membuka mata.
Aku pun bangun, lalu duduk di atas tempat tidur sambil memijit pelipis yang terasa penat. Aroma kamar ini sangat berbeda dengan kamar tidurku sebelumnya. Perpaduan antara laut dan kayu manis. Aromanya mirip sekali dengan tubuh Sehun, begitu menenangkan. Entah kenapa aku merasa betah berlama-lama di sini. Tapi tempat tidurnya sangat berantakan. Gaun merah dan pakaian dalam yang kupakai semalam pun berserakan di lantai kamar.
Aneh, kenapa gaun merah dan pakaian dalamku bisa terlepas?
Tubuhku menegang, jantung pun seolah berhenti berdetak saat aku menyadari jika sedang berada di kamar Sehun dan tidak ada sehelai benang pun yang menutupi tubuh.
"YAK...!" Aku pun segera menarik selimut untuk menutupi tubuh polosku. Leher dan dada ini dipenuhi tanda kemerah-merahan. Milikku pun terasa sedikit nyeri.
Astaga! Apa yang sudah terjadi?
"Kenapa kamu berteriak, Annelies? Apa terjadi sesuatu?" tanya Sehun yang muncul dari kamar mandi.
Wajahku sontak memanas karena dia hanya memakai handuk untuk menutupi tubuh bagian bawahnya. Dada bidang dan perutnya yang kotak-kotak terlihat jelas.
Sehun terlihat sangat ... sexy. Apalagi rambutnya sedikit basah.
"Kenapa kau tidak memakai baju?"
"Aku habis mandi," jawabnya santai lalu berjalan mendekatiku. Aroma musk yang menguar dari tubuhnya membuatku seketika lupa cara bernapas.
Kampret! Apa cowok tengil ini tidak sadar jika penampilannya sangat sexy. Ya, Tuhan, rasanya aku ingin sekali bergelantungan seperti koala di dada bidangnya.
"Kenapa wajahmu memerah? Apa kamu sakit?"
Aku tergagap, refleks menggelengkan kepala mendengar pertanyaan Sehun barusan. "Kenapa aku bisa terdampar di kamarmu? Bisa kau jelaskan apa yang terjadi?" tanyaku menuntut penjelasan.
"Kamu nggak ingat apa yang sudah kita lakukan semalam?" Dia malah balik bertanya.
Aku mengerutkan dahi. "Semalam...?"
Sehun mengangguk polos.
Bayangan kejadian semalam tiba-tiba melintas di ingatan. Kemarin malam aku pergi ke Aero Club. Minum wine sampai mabuk lalu berdansa seperti orang gila dengan Yihao. Tanpa diduga Sehun tiba-tiba datang saat Yihao ingin menciumku. Cowok tengil itu menyeretku sampai keluar kelab. Kami bertengkar sebentar sebelum dia akhirnya berhasil membawaku pulang.
Begitu tiba di rumah Sehun langsung menyeretku ke kamar dan mengungkapkan perasaannya.
Lalu....
Lalu apa?
"Kamu sudah ingat?"
Aku mengerutkan dahi, mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi selanjutnya.
Aku tersentak, jantung pun berdetak lebih cepat ketika berhasil mengingat apa yang terjadi. Aku langsung mencium bibirnya karena merasa begitu bahagia mendengar pengakuan cintanya. Tapi dia malah berusaha menghindari ciumanku karena takut kehilangan kendali.
Penolakannya itu membuatku kesal. Akhirnya aku menantang dan menyerahkan diri seutuhnya dengan rela. Tanpa paksaan.
Setelah itu kami....
"Emb...." Wajah sontak memanas, jantung pun berdetak semakin cepat, seolah ingin meledak.
"Kamu sudah ingat?" Dia kembali bertanya. Mana mampu aku menjawab. Ternyata semalam akulah yang menggoda dan meminta Sehun untuk menyentuhku lebih dulu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Berondong Nakal
FanfictionDewasa 21+ [Jangan lupa Follow authornya] Sequel Menikah Dengan Keponakan Pernah gagal berumah tangga membuat Anne memilih untuk tidak menikah lagi. Kencan buta yang diatur oleh kedua orang tuanya sering kali gagal karena Anne ingin fokus membesarka...
