Aku butuh pintu ke mana saja milik Doraemon sekarang. Aku ingin pergi keluar kota, ke Pulau Komodo, atau ke Planet Jupiter sekalian. Ingin pergi sejauh mungkin dari hadapan Chanyeol. Rasanya aku ingin sekali menghilang, lenyap dari dunia ini setelah Chanyeol tanpa sengaja menangkap basah aku dan Sehun sedang berciuman.
Bagaimana mungkin aku yang dikenal cuek dan jutek pada Sehun tiba-tiba berciuman dengan cowok itu. Chanyeol pasti menganggapku tidak waras. Hahaha, pasti!
Sejak tadi dia terus melirikku, tersenyum penuh arti sambil menikmati makan siangnya. Sebenarnya apa yang Chanyeol pikirkan? Apa dia pikir aku mempunyai hubungan special dengan Sehun?
Holy shit!
Rasanya aku ingin sekali memberi tahu Chanyeol jika aku tidak mempunyai hubungan apa pun dengan Sehun. Namun, aku bingung untuk memulai pembicaraan, menatap wajahnya saja aku tidak mampu karena terlalu malu.
Ah, semua ini gara-gara Sehun. Kenapa cowok itu tiba-tiba menciumku? Dasar bocah gila! Sinting! Tidak waras! Rasanya aku ingin sekali mengabsen semua hewan yang ada di kebun binatang untuk melampiaskan kekesalan.
Semoga saja Chanyeol tidak memberi tahu orang lain jika aku dan Sehun baru saja berciuman. Semoga.
"Sean, coba makan ayam goreng ini, rasanya enak loh, aa...." Sean membuka mulut lebar-lebar, menerima suapan yang Sehun berikan. Cowok itu bersikap sangat biasa, seolah-olah ciuman tadi tidak pernah terjadi. Apa di sini hanya aku yang merasa malu?
"Enak, kan?" tanya Sehun setelah Sean menelan habis makannya.
"Iya, rasanya enak sekali, Pa."
"Uhuk!" Aku tersedak air liur sendiri. Segera aku meraih segelas air putih untuk menghilangkan rasa panas yang menjalar di tenggorokan. Sean baru saja memanggil Sehun dengan sebutan apa? Papa? Apa aku tidak salah dengar?
"Anak pintar, makan yang banyak, ya? Supaya kamu cepat tumbuh besar dan bisa jagain mama dari lelaki jahat," ucapnya sambil mengusap puncak kepala Sean dengan penuh Sayang.
"Siap, Papa."
Telingaku gatal mendengar Sean memanggil Sehun papa. Dia pasti sudah meracuni otak Sean. Aku nanti pasti akan membuat perhitungan dengan cowok itu agar tidak bertingkah kelewat batas.
"Sepertinya Sehun cocok menjadi ayah sambung Sean."
"Benarkah?" Kedua mata Sehun sontak berbinar setelah mendengar ucapan Chanyeol barusan.
"Iya, aku lihat kamu sangat menyayangi Sean," komentar Aeris.
Apa-apaan mereka berdua. Mana mungkin cowok tengil ini pantas menjadi ayah sambung Sean? Lihatlah penampilannya. Rambut acak-acakan, celana bolong di beberapa bagian, baju tidak rapi, telinga ditindik. Penampilan Sehun sangat urakan. Mirip preman pasar.
Kenapa Aeris dan Chanyeol bisa berpikir cowok seperti ini pantas menjadi ayah sambung Sean? Sepertinya ada yang salah dengan otak mereka.
"Aeris, coba lihat baik-baik, mana mungkin cowok seperti dia pantas menjadi ayah sambung Sean?"
Aeris sontak memperhatikan Sehun. "Memangnya kenapa? Kulihat Sehun sangat perhatian sama Sean, selain itu dia juga tampan. Bukankah kamu menyukai lelaki tampan?"
"Aku memang menyukai lelaki tampan, tapi coba lihat lagi penampilannya."
"Terima kasih, secara tidak langsung kamu mengakui jika aku tampan."
Aku segera membuang arah pandang ke arah lain. Percaya diri sekali cowok tengil ini.
"Oh iya, aku sengaja berpenampilan seperti ini karena nanti malam bandku manggung di Paradisso Cafe. Untuk kalian bertiga aku geratiskan tiketnya, jangan lupa datang." Sehun memberi kami masing-masing satu buah tiket.
KAMU SEDANG MEMBACA
Berondong Nakal
FanfictionDewasa 21+ [Jangan lupa Follow authornya] Sequel Menikah Dengan Keponakan Pernah gagal berumah tangga membuat Anne memilih untuk tidak menikah lagi. Kencan buta yang diatur oleh kedua orang tuanya sering kali gagal karena Anne ingin fokus membesarka...
