Siapa pun tolong keluarkan aku dari tempat ini sekarang juga. Aku, Sehun, dan Mr. Senna sedang duduk dalam satu ruangan. Aku dan Sehun seolah tersangka yang sedang menjalani persidangan di mana Mr. Senna yang menjadi hakimnya.
Menegangkan!
Aku tidak pernah menyangka jika Sehun ternyata putra kandung Mr. Senna. Kenapa aku baru menyadari jika wajah keduanya sangat mirip? Nama mereka pun sama-sama bermarga 'Oh'.
Astaga! Bodohnya aku! Kenapa aku juga baru menyadari kalau cerita Sehun dan Mr. Senna saling berhubungan?
Sehun pernah memberi tahu kalau hubungannya dengan sang ayah sempat memburuk. Dia bahkan sampai kabur dari rumah karena bersitegang dengan sang ayah. Mr. Senna pun pernah mengatakan kalau sedang bertengkar dengan putra keduanya hingga pergi meninggalkan rumah.
Kenapa aku baru menyadari kalau cerita mereka saling berkaitan?
Kau benar-benar bodoh, Annelies!
Mr. Senna sedari tadi hanya diam, menghela napas panjang sambil menatapku dan Sehun bergantian. Suasana terasa sangat tidak nyaman. Entah apa yang beliau pikirkan. Aku tidak tahu. Apa beliau tidak suka kalau aku menjalin hubungan dengan Sehun? Orangtua mana yang suka anaknya mempunyai kekasih seorang janda. Apalagi sudah memiliki anak. Mr. Senna pasti tidak merestui hubungan kami. Aku yakin sekali.
"Apa Ayah marah kalau Sehun menjalin hubungan dengan Annelies?" Sehun menggenggam tanganku yang entah sejak kapan terasa dingin. Dia terlihat sangat tenang. Berbanding terbalik denganku yang gugup setengah mati.
Mr. Senna tidak menyahut. Aku tidak tahu bagaimana reaksi beliau karena tidak berani menatap wajahnya. Marahkah, terkejut, atau masa bodoh?
"Ayah tidak bisa memisahkan kami karena Annelies sedang mengandung anak Sehun."
Aku tercengang mendengar ucapan Sehun barusan hingga refleks memukul kepalanya dengan cukup keras. "Kau jangan asal bicara!"
"Ah...." Sehun meringis sambil mengusap kepalanya. "Kenapa kamu memukulku? Kalau aku tidak bicara seperti itu Ayah akan memisahkan kita. Aku tidak mau hal itu terjadi karena aku sangat mencintaimu."
"Tapi kau tidak perlu berkata seperti itu, Sehun. Mr. Senna nanti bisa salah paham dan mengira kalau aku sedang mengandung anakmu. Kau ini benar-benar menyebalkan!" geramku menahan kesal.
"Dia pasti sudah ada di sana!" ucapnya menatap perutku lekat.
"YA...!" Aku berteriak kesal, membuat Mr. Senna dan Sehun refleks menutup kedua telinga mereka. Bukannya menyelesaikan masalah Sehun malah semakin memperkeruh suasana.
"Sudah aku bilang jangan bicara seperti itu!"
"Kamu mau aku bilang apa? Aku memang sengaja tidak memakai pengaman agar dia hadir di rahimmu."
"OH SEHUN!" Wajahku semakin memerah. Antara malu sekaligus marah. Bagaimana mungkin Sehun bisa mengatakan hal seperti itu pada sang ayah?
Mr. Senna pasti mengira aku bukan wanita baik karena sudah tidur bersama putranya tanpa ikatan pernikahan. Pasti.
Kristal bening itu meluncur begitu saja. Aku pun segera menghapus air mata yang membasahi pipi dan meminta maaf pada Mr. Senna. "Saya akan segera membuat surat pengunduran diri. Sekali lagi saya minta maaf."
Aku pun berdiri, ingin pulang ke rumah untuk menenangkan diri tapi Mr. Senna malah menyuruhku kembali duduk.
"Aku minta maaf kalau ucapanku menyakiti hatimu. Sudah jangan menangis." Sehun menangkup kedua pipiku lantas menghapus air mataku. Kedua matanya menatapku penuh dengan rasa bersalah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Berondong Nakal
Fiksi PenggemarDewasa 21+ [Jangan lupa Follow authornya] Sequel Menikah Dengan Keponakan Pernah gagal berumah tangga membuat Anne memilih untuk tidak menikah lagi. Kencan buta yang diatur oleh kedua orang tuanya sering kali gagal karena Anne ingin fokus membesarka...
