Elona dan wonwoo tiba di sekolah leo tepat waktu. Pas saat bel sekolah berbunyi.
Elona sudah mengirim chat pada leo kalau ia akan menjemputnya dan leo langsung mengiriminya banyak emo 💜💙💚💛🧡🤎🤍💕💞💓💗💖💝💘
Ketika leo keluar dari kelasnya, leo berlari sangat cepat menerobos ratusan murid lain yang berjalan santai menuju gerbang sekolah.
Larinya semakin kencang setelah melihat elona dan wonwoo di parkiran depan sekolahnya. Ia langsung menghamburkan diri ke dalam pelukan elona yang sudah berjongkok menyambut leo.
"Yaampun, lek. Jangan lari-lari gitu dong. Nanti jatuh." Tegur elona lembut.
Leo mundur sedikit untuk menggunakan bahasa isyarat pada elona.
👋 lek seneng mama dateng ke sekolah, makasih ma😆
Leo kembali memeluk elona dengan senyuman yang tak kunjung memudar.
Elona juga ikut tersenyum, rasanya sudah lama sekali ia tidak melihat leo sebahagia ini. Senyum leo sekarang sudah mengobati semua rasa sakit yang ia rasakan kemarin.
Sepertinya elona harus berterimakasih pada wonwoo karena sudah mengajaknya untuk menjemput leo.
"Om gak dipeluk nih?" Tanya wonwoo yang juga berjongkok di sebelah elona.
Leo mundur lagi, namun ekspresinya berubah menjadi seperti ini 🤨 saat menatap wonwoo, kemudian beralih ke elona.
👋 mama udah maafin om wonwoo?
Aah... ternyata leo masih marah karena masalah trauma elona kemarin.
"Udah, sayang. Dari tadi malem juga udah mama maafin kok."
Leo menatap 🤨 wonwoo lagi. Lalu ia menjewer kuping wonwoo sekuat tenaga.
👋 awas ya kalo sampe bikin mama sakit lagi! Ntar lek copotin kuping om baru tau rasa!
"Aw aw iya lek, ampun. Engga lagi deh. Sumpah. Beneran aw aw udah, lek ampun."
Wonwoo memegangi kupingnya yang ia yakin sudah memerah setelah dipelintir leo.
Namun tanpa diduga, leo memeluk wonwoo tiba-tiba.
Wonwoo melirik elona sejenak, lalu elona tersenyum mengangguk, seakan memberitahu wonwoo bahwa leo juga sudah memaafkannya.
Wonwoo pun membalas pelukan leo. Ini yang ia maksud. Inilah alasannya terus mendesak diri ingin menempel pada elona dan leo.
Dengan mencintai elona dan leo, ia juga bisa mencintai dirinya sendiri.
Semua rasa sayang, peduli, dan toleransi ada di dalam mereka berdua. Dan ini adalah gambaran dari keluarga yang wonwoo dambakan.
--%--
Wonwoo mengajak leo dan elona ke restoran cepat saji di dekat sekolah leo. Akhirnya wonwoo mengaku juga kalau ia belum makan.
Mereka bertiga makan dengan canda tawa yang menghangatkan atmosfir di sekeliling mereka. Kelakuan leo sangat lucu jika sedang semangat. Bahkan mbak pelayan di restoran itu dikasih wink genit ala pakboi oleh leo. Entah dari siapa ia mempelajarinya.
Setelah makan, mereka langsung pulang, karena elona juga masih butuh istirahat.
Namun ketika mereka tiba di rumah elona, ada seseorang yang sudah berdiri di depan pintu rumahnya. Tamu yang tidak di undang.
Sherry, dengan dress merah yang sangat ketat dan terbuka.
"Wonwoo! Aku tadi ke kantor nyariin kamu ternyata kamu malah di sini!" Sherry menarik lengan wonwoo sampai genggamannya di tangan leo terlepas begitu saja.
