Mengharapkanmu adalah permainan teka-teki yang tak pernah berani aku selesaikan jawabannya.
🌠🌠🌠
🔉Now playing:
🎶Taylor Swift-Crazier🎶
OST Hannah Montana
🌠🌠🌠
"Ssst...udah pakai aja!" Marco mendesis gemas. Cowok itu memandang Salsa dengan binar mata tegas.
"Lagian udah malem. Udara di luar juga dingin. Nanti lo sakit," lanjutnya dengan nada eksplisit. Dalam hati menyeringai kecil.
"Tapi...ini jaket kamu. Seragam aku udah ganti. Lagian kan, rumah aku deket," timpal Salsa tetap kekeuh menolak.
Gadis itu mencoba menyodorkan kembali jaket varsity warna biru itu kepada si empu.
"Aku nggak mau ini bikin salah paham...." cicitnya dengan suara lirih.
Bukannya menerima jaket itu, Marco justru memakaikan kembali benda itu pada tubuh Salsa.
Sembari tersenyum, cowok itu menarik zippernya hingga menyentuh pangkal leher.
"Bawa aja. Karena gue suka ngelihat elo pakai jaket gue."
"Anggap aja jimat keberuntungan yang dikasih sama cowok ganteng senegara Indonesia," tuturnya narsis.
"Kalau nanti malam lo kebangun karena gugup, peluk aja jaket itu."
"Percaya sama gye. Tepuk tiga kali di bagian depan, entar gue bakal datang."
Marco mengulas andalannya. Entah kenapa melihat tubuh Salsa yang tenggelam seperti itu, membuat dirinya ingin tertawa.
Apalagi dengan rona merah dan wajah malu yang ditampakkan gadis itu. Salsa lebih mirip seperti potongan kue mochi strawberry yang begitu menggemaskan.
Di sisi lain, Salsa terbakar dalam debaran tak kasat mata. Rasanya ia ingin menjewer sahabatnya itu dengan keras. Memelintir telinganya hingga ia mengaduh.
Dari mana coba ia belajar menggombal seperti itu?
"Kalau lo menang, ambil aja jaketnya. Gue kasih ke elo sebagai hadiah."
"Loh kenapa? Kok gitu?"
Marco tidak langsung menjawab, mslainkan terdiam sejenak seperti mencari jawaban yang pas.
"Eum...."
"Biar lo nya tambah semangat aja. Secara itu dari cowok ganteng kayak gue," celetuk Marco, yang mampu membuat Salsa menjelma menjadi bunga putri malu.
Cowok itu benar-benar jahil. Apa dia tidak tahu kalau yang dia katakan itu bisa bikin Salsa baper?
"Ck! Pede!!" sergah Salsa sok jaim. Gadis itu menukas sok tidak peduli.
"Oh...jadi nggak mau?" pancing Marco melancarkan aksinya.
"Sangat disayangkan. Padahal gue kira lo bakalan seneng."
KAMU SEDANG MEMBACA
Starlight! | Mark Lee
Teen FictionUntuk kamu, laki-laki yang mengatakan malam itu jujur, Juga kamu bintang yang terbang di pusat busur, Aku sebagai malam ingin pamit. Terimakasih untuk segalanya. Jaga diri kalian baik-baik.
