13| Artha dan Segala Keanehannya

129 35 13
                                        

Kamu tau nggak, orang yang bakal paling sedih kalau tiba-tiba kamu menghilang dari bumi?

Orang itu sekarang lagi berdiri di depan kamu, jangan kasih tahu siapa-siapa karena ini rahasia!

🌠🌠🌠


Orang bilang, rasa itu tidak bisa ditebak.

Kapan dan bagaimana munculnya, sudah menjadi rahasia cupid untuk dijadikan sebuah klise cerita.


Marco tersenyum miring ketika wajah polos Salsa lewat lewat ke dalam otaknya.

Mereka tidak pernah mengobrol atau berinteraksi. Tempat duduknya pun juga berjauhan.

Tidak seperti kebanyakan anak perempuan di kelasnya, Salsa sangatlah pendiam. Gadis itu juga jarang muncul di grup obrolan kelas, bahkan tidak pernah.

Itu semua semakin membuat eksistensinya yang sudah tidak terlihat semakin tak terlihat.


Bruh. Gadis polos yang sekarang berstatus menjadi pacarnya itu memang tidak kasat mata. Marco ragu jika selama ini ia meminjam invisible cloak milik Harry Potter untuk menyembunyikan tubuhnya.

Dan jangan lupakan reaksi andalannya ketika terpergok basah.

Dengan wajah semerah paprika, gadis itu akan melotot kecil lalu gelagapan sendiri di tempat duduk.

Diam diam Salsa menyukainya. Dan anehnya Marco tidak sadar sebelum taruhan itu ia ambil.

Bersalah? Entahlah. Marco ingin bermain-main dulu dengan gadis itu.

Memacari gadis agresif membuatnya sedikit bosan. Ia butuh hiburan dari sosok naif sepertinya.

Dan jangan lupakan bibir manis itu.

Arghhh. Sial.


"Sinting nih bocah! Kayak om-om pedo, bego!"

Sindiran Bagas membuat fokus Marco teroksidasi. Cowok itu mendongak dan mendapati kedua temannya sedang menatapnya dengan pandangan super menghujat.

"Gue setuju. Lo kalau lagi bucin menjijikan banget tau nggak?" timpal Arjun menyambut.

"Kayak gak tahu aja lo sama calon gigolo kayak dia. Gini nih kalo otak ditaruh di selangkangan."

"Bacot lo pada!" Marco menyergah kasar.

"Iya, tapi beneran deh. Udah parah lo, Ko. Tobat kek. Udah kelas dua belas. Jangan gitu mulu. Kena karma baru tahu rasa."

Bagas mengangguk setuju. "Mana pernah dia serius sama cewek. Emang nggak berperasaan banget jadi cowok--eh...pernah sih sekali. Waktu SMP. Terus jadi buaya lagi."

Wajah Arjun langsung berubah tegang. Begitu juga Marco.

"Nggak usah bawa-bawa dia anjir!" sergah Arjun yang kemudian menuding Marco dengan wajah mengeras.

Starlight! | Mark LeeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang