"Berselingkuh dengan kagum adalah kemustahilan yang menjadi kemampuanku."
🌠🌠🌠
🔉Now playing:
🎶Same-Song Ji Eun ft Sung Hoon🎶
OST My Secret Romance
🌠🌠🌠
Koridor atas kelas dua belas itu tampak sesak oleh anak-anak yang berebut turun untuk keluar.
Padahal, bel pulang baru saja tersiar beberapa detik yang lalu. Tapi gempita manusia itu tampak membludak, seakan-akan mereka ingin segera mengakhiri penderitaannya di neraka dunia.
Dari sekian banyak anak-anak yang menampakkan wajah kelelahan, tampak seorang gadis sedang bertengkar kecil dengan temannya.
Beberapa kali dia menarik-narik kecil lengan sahabatnya, berharap jika ia mau menolongnya kali ini.
"Ya San ya?"
"Ya ampun, Sal! Marco cowok baik-baik kali. Kenapa lo mesti takut sih?" Salah satu gadis memutar bola matanya malas.
"Ih...Sandra...tapi kan nggak baik kalau berduaan di rumah doang. Kalau nanti ada apa-apa gimana?" tukas gadis yang satunya tidak terima.
"Kalau nanti ada apa-apa ya bagus dong. Misal lo diapa-apain sama Marco, terus hamil, lo kan bisa minta pertanggungjawabannya. Terus kalian nikah deh! Kelar tuh mimpi lo buat membangun rumah tangga sama dia," timpal Sandra seenak jidat.
"Sandra! Marco nggak kayak gitu, ya!" Salsa berdecak membela. Keningnya berkerut menampakkan ekspresi marah.
Sementara yang diprotes justru mengumbar sebuah cengiran kuda.
"Bercanda kali bercanda.....gitu aja dibawa serius," sahutnya membalas. "Kan gue bilangnya misalnya. Misal. Artinya ada kemungkinan."
"Tapi Marco nggak kayak gitu, Sandra! Marco dulu nggak kayak gitu!" sambar Salsa kembali memihak, membuat Sandra mencibir kecil.
"Cuih...bela aja terosss! Dia udah gede anjir, udah puber! Lo masih nganggap dia bocah tujuh tahun yang masih ingusan gitu?" Gadis itu menatap Salsa sungguh-sungguh.
"Gue kasih tahu nih Sal. Semua cowok itu punya sisi yang 'iya-iya'. Mereka pasti ada sisi liarnya. Dan Marco pun begitu. Lo nggak ingat betapa mesum tuh cowok kalau lagi ngumpul sama komplotannya?"
Salsa menggeleng tidak terima. "Tapi Marco nggak kayak gitu, San!" ujarnya mengoreksi cepat, yang membuat Sandra menampakkan wajah datar.
Ia tidak tahu jika temannya ini sangatlah bucin.
"Fine! Emang lo tahu apa yang dilakuin Marco waktu lama banget di kamar mandi? Lo yakin dia nggak nglakuin apa-apa?" tanyanya memancing prahara. Matanya memicing penuh selidik.
"Sandra! Jorok banget sih!" Salsa menukas cepat, lantas mengerucutkan bibir ke depan. "Marco nggak kayak gitu..."
Cukup lama hening hingga akhirnya Sandra kembali berucap. Gadis itu tersenyum simpul sembari menepuk pelan pundak Salsa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Starlight! | Mark Lee
Teen FictionUntuk kamu, laki-laki yang mengatakan malam itu jujur, Juga kamu bintang yang terbang di pusat busur, Aku sebagai malam ingin pamit. Terimakasih untuk segalanya. Jaga diri kalian baik-baik.
