11| Tentang Arjun dan Bubur Ayam

148 37 19
                                        

My story as cruel as the pages I live in

But with you it feels better

Because, you said, not everything looks bad in the light.

🌠🌠🌠

🔉Now playing:

🎶How About You-Cheeze🎶
OST Suspicious Partner

🌠🌠🌠

Rate: 15+

Kalimat sindiran yang Sandra ucapkan masih saja menghantui pikiran Marco. Si playboy itu jadi merasa galau tanpa alasan.

Apalagi, sejak tiga hari ini, ia masih belum bisa menemui Salsa secara langsung.

Ia sungguh ingin berbicara empat mata dengan gadis itu. Namun gadis itu seperti menghindarinya.

Percaya atau tidak, di malam pesta ulang tahunnya masih berlangsung, Marco nekat meninggalkan acara demi mendatangi rumahnya karena terlalu gelisah.

Sialnya, saat ia sudah sampai di sana, Salsa malah menyuruhnya pulang. Ia bilang ia sedang keluar bersama papanya untuk membeli bubur ayam.

Marco tahu kalau gadis itu berbohong, karena ia sendiri bisa melihat dirinya sedang mengintip di balik korden kamarnya di lantai dua.

Sial. Kenapa jadi begini sih? Padahal, sebelumnya Marco sering mematahkan hati. Tapi baru kali ini ia merasa terusik.

Contohnya sekarang. Ia bahkan tidak mendengar apa yang diucapkan Amanda di belakang jok motornya.

"Marco! Lo denger gue nggak sih?"

Gadis berambut panjang itu menggerutu sebal sembari melepaskan helm.

Sengaja Marco membarengi gadis itu karena ban motornya bocor sehingga harus dibengkelkan kemarin sore.

"Sorry sorry! Lo tadi ngomong apa?" Marco meringis kecil.

"Ck! Budeg!"

"Gue tanya pendapat elo, enaknya gue ikut festival folklore apa enggak?!" tanya Amanda menyebut sebuah festival musik antar SMA yang diadakan di kotanya per tahun.

"Udah waktunya?! Emang kapan pelaksanaannya?" tanya Marco balik. Cowok berjaket denim itu terkejut.

"Masih tiga minggu lagi sih. Tapi Bu Elis udah mulai seleksi nanti sore," sahut Amanda kelihatan murung.

"Ya udah, Ikut aja! Tumben lo nggak excited. Biasanya juga udah jingkrak-jingkrak nggak karuan," ujar Marco sembari membalas senyum beberapa siswi yang memandangnya takjub. Melakukan daily activity-nya, cowok itu sedang tebar pesona dengan gayanya yang cool.

Kontan mata Amanda berotasi. "Ko..."

"Gue serius..."

"Heh? Gimana gimana?" Marco terjingkat.

"Oke oke oke...." Yang selanjutnya terkekeh manis. Kali ini ia memandang Amanda lekat. "Kalau ikut ya ikut aja."

Starlight! | Mark LeeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang