"Datanglah api spiral yang membara, fire storm" ucap Alroy sambil membaca mantra. Tak lama kemudian beberapa tombak api bermunculan lalu menyerang ketiga wanita tersebut.
"Boost," Yan membaca mantra membuat ia berlari dengan kecepatan tak terhingga lalu mulai menyerang Sherena yang menunggangi silver woof.
Tring~
Sherena menahan tombak kayu milik Yan dengan pedang di tangannya. Ia mengeluarkan listrik dari tangannya lalu menyerang Yan namun tidak berhasil karena Yan menghilang dengan cepat lalu muncul di belakang Sherena dan menyerangnya dengan kuat.
Bugh~
Sherena terjatuh dari tunggangannya. "Uhukk," ia meringis sambil memegangi dadanya. Yan mengibaskan jubah putihnya.
Sedangkan Alroy sibuk menyerang Quena dan Emily dengan sihirnya. Alroy menyeringai, ia pun membaca mantra.
"Accell," Alroy menghilang dari hadapan mereka berdua membuat Quena dan Emily menatap waspada.
"Disini," mereka berdua menoleh namun membulatkan matanya saat sebuah tombak runcing mengenai tubuh mereka.
"Lemah," desis Alroy. Ia pun mencabut kedua tombak tersebut. "Datanglah tombak yang di aliri listrik. Thunder spear,"
Sesaat kemudian beberapa anak tombak muncul dengan di aliri listrik menyerang Quena dan Emily membuat mereka berdua merenggang nyawa di tempat.
"Siapapun yang menginginkan istriku kalian akan mati," Alroy menatap kedua mayat yang masih merenggang nyawa.
"Akhhh!" Alroy menoleh dengan cepat saat mendengar teriakan dari Mia.
Hara tersenyum. "Ah teryata udah selesai ya," ia mengelus pipi Mia membuat Alroy menggeram marah.
"Tadinya aku ingin bermain-main dengan istrimu tapi tidak aku sangka mereka bertiga mati begitu saja," Hara menggelengkan kepalanya. Mereka berdua sedang melayang di udara.
Alroy sudah mengeluarkan pedang hitamnya. Matanya menatap nyalang, sialan! Hara berani menyentuh Mia.
Bugh~
Yan menyerang Hara dari belakang dan berhasil memukul mundur Hara. Yan menatap tajam.
"Siapa kau?" tanya Hara marah.
Yan tersenyum dingin. "Orang lemah sepertimu ingin tau aku siapa?" tanyanya remeh.
"Sialan!" Hara memanggil hewan roh miliknya. "Datanglah kegelapan neraka. Aku menginginkan pasukan bersisik, lizard!!"
Yan berdecih, Alroy langsung menangkap tubuh Mia yang akan terjatuh dari ketinggian.
"Aku menangkapmu," ucap Alroy.
Ular hitam milik Hara datang menyerang. Alroy langsung menggendong tubuh Mia lalu melompati pohon satu persatu menghindar dari serangan ular tersebut.
Mia merasa bersalah. Ia tidak tau apa-apa tentang kekuatannya. Tunggu dulu, ia membaca sedikit pada sebuah buku tentang sihir.
"Alroy. Turunkan aku," ucap Mia.
Alroy menggeleng. "Tidak bisa. Bagaimana jika kau terluka?" tanyanya khawatir.
Mia menggeleng. "Turunkan aku. Aku baik-baik saja," ucapnya.
Alroy membuat barrier pelindung. Ia pun menurunkan Mia perlahan.
"Apa yang ingin kau lakukan?" tanya Alroy khawatir.
"Memanggil hewan roh," ucap Mia.
∆∆∆
"Kau tidak tau cara menggunakan sihir pemanggilan itu. Jika salah pengucapan, kau akan terluka," ucap Alroy.
Mia menggeleng lalu tersenyum. "Percaya padaku," ucapnya.
Mia mulai memejamkan matanya. Ia harus berhasil. Ia tidak mau menjadi beban untuk orang lain.
"Datanglah cahaya, aku menginginkan hewan roh terkuat. Black Dragon!" ucap Mia.
Alroy membulatkan matanya. Mia memanggil hewan roh suci. Tidak! Ini tidak baik.
"Mia---"
Bommm~
Alroy melindungi tubuh Mia dengan jubahnya saat angin bertiup dengan sangat kencang lalu langit menjadi gelap.
Alroy menatap tidak percaya saat di depannya benar-benar hewan roh suci. Mia dapat memanggilnya.
"Kau yang memanggilku?" tanya naga itu.
Mia mengangguk. "Aku yang memanggilmu. Tolong bantu aku," ucapnya.
Naga tersebut mengepakkan sayapnya. "Sesuai perintahmu," ucapnya sambil menatap Weird ular hitam milik Hara.
Ia pun mulai menyerang ular tersebut hingga tidak bisa membuat Weird melawannya. Hara menatap nanar kearah ularnya yang hampir sekarat.
"Sialan! Aku akan kembali," Hara mengucapkan mantra, mereka pun menghilang.
Yan mendengus. Padahal ia belum selesai menyerang. Ia pun menatap black dragon di hadapannya.
"Kau hewan legendaris itu," ucap Yan.
Naga tersebut mengangguk. "Hawa ini. Kau Harpagornis Moorei. Kau berubah," ucapnya.
Yan mengangguk. "Karena yang memanggilmu adalah tuanku," ucapnya.
Naga tersebut menatap Mia. Ia pun berubah menjadi sesosok pria tak kalah tampan dengan Yan.
"Salam hormat tuanku," ucap Naga itu sambil menunduk.
"A-apa yang kau lakukan? Bangunlah! Jangan seperti itu," ucap Mia. Alroy menatap dingin, lagi-lagi pria tampan.
"Siapa namamu?" tanya Mia.
"Kami, hewan roh. Tidak memiliki nama jika belum membuat kontrak dengan tuannya. Kami hanya menggunakan nama julukan saja," ucap Yan.
Mia mengangguk. "Bagaimana kalau namamu Arthur?" tanyanya.
"Nama yang bagus. Hamba menyukainya," balas Arthur.
"Bagaimana kau bisa muncul?" tanya Yan.
"Tanpa kekuatan yang besar. Aku tidak mungkin akan muncul," balas Arthur.
Alroy mengusap rambut Mia. "Benar, kekuatanmu sangat besar. Karena itu mulai besok kau harus latihan," ucapnya.
Mia mengangguk dengan semangat. "Ngomong-ngomong kalian sama tampannya ya," ucapnya. "Apa hewan roh semuanya bisa berubah wujud?"
Arthur menggeleng. "Tidak. Hanya hewan roh suci yang bisa berubah atau hewan roh yang sudah melewati batas kekuatannya," balasnya.
Alroy mendengus. Ia pun langsung menggendong tubuh Mia. "Kalian berdua. Jaga jarak dengan ratuku. Jangan berdekatan dalam jarak 2 meter. Kalian paham?" tanyanya. Ia pun langsung menghilang.
Arthur dan Yan saling pandang. "Apa dia sedang cemburu?" tanya Arthur.
Yan mengangkat bahunya. "Siapa yang tau. Teryata raja kegelapan juga sangat pencemburu seperti itu," balasnya.
Arthur terkekeh pelan. "Ini menarik,"
∆∆∆
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Queen For The King [END]
FantasiaMia Aquinsha, seorang gadis sangat cantik yang mati karena kecelakaan beruntun yang membuat nyawanya seketika melayang. Namun ia kembali hidup di zaman yang berbeda dimana ia menjadi seorang gadis desa yang tinggal di hutan. Ia berada di zaman diman...
![Queen For The King [END]](https://img.wattpad.com/cover/226573755-64-k48011.jpg)