Arthur menyerang Axel dengan pedangnya begitu pula dengan Yan yang menggunakan tombak miliknya.
"Aku akui kalian berdua tangguh. Tapi masih tidak sanggup untuk menyentuhku," ucap Axel. Ia mengeluarkan cahaya merah di tangannya.
"Angkuh," Arthur berdecih. Ia kembali menyerang.
"Thunder spear," Axel tersenyum. Arthur membulatkan matanya berusaha menghindar dari ratusan anak panah yang dialiri listrik begitu pula dengan Yan.
Bukk~
"Uhukk!" Arthur memegangi dadanya yang terasa nyeri saat Axel menghantamnya dengan begitu kuat.
"Apanya yang black dragon? Teryata hanya hewan lemah saja," Axel berdecih. "Tidak seperti julukannya,"
Yan menyerang membuat Axel berlari menghindar. "Kau pula," Axel berdecih. "Mau mati ya?"
Tring~
Mata Axel berubah menjadi warna hitam membuat Yan langsung bergerak mundur. Salah satu kelemahannya adalah seorang yang memiliki kekuatan batin yang kuat. Termasuk Axel.
Axel menyeringai. Ia pun menatap Mia yang meringkuk mundur dengan wajah ketakutan. Ia berhasil membuat Yan bingung dan menekan kekuatannya.
"Kemari cantik," ucap Axel. Mia menggeleng dengan cepat. Ia tidak akan ikut dengannya. "Cepat. Sebelum aku memaksamu dengan cara yang kasar,"
Saat Axel akan mendekati Mia. Yan melindunginya dengan barrier miliknya. Axel mendengus.
"Pengganggu," Axel menjentikkan jarinya membuat Yan terpental jauh. Saat ia mengendalikan semuanya lewat pikiran tidak ada yang bisa menghalanginya.
Yan meringis, mulutnya mengeluarkan darah. Ia menatap Mia, tidak. Ia harus melindungi Mia.
"Search," Yan membaca mantra satu-satunya cara untuk menyelamatkan Mia. Ia akan lakukan apapun untuk menyelamatkan Mia.
Axel menatap kearah Mia. Sebuah lingkaran dengan bulu bewarna putih mengelilingi tubuh Mia. Ia pun menatap Yan.
"Sialan," umpat Axel. Itu adalah mantra pemindahan, dapat memindahkan manusia ataupun benda ke tempat yang sangat jauh. Saat ia kembali melihat Mia yang perlahan-lahan menghilang dari hadapannya.
Sringg~
"Aku hanya bisa melakukan ini tuan," kesadaran Yan mulai menghilang.
Disisi lain~
"Akhhh!!" Mia terjatuh di pinggir sungai. Tunggu dulu, ini dimana?
"Yan! Arthur!" teriak Mia. Tunggu dulu. Ia harus menyelamatkan mereka. Lalu ini dimana?
Grrr~
Mia menoleh saat mendengar suara geraman dari belakangnya. Ia pun menatap terkejut saat puluhan serigala liar mendekatinya. Serigala bewarna abu-abu dengan tanda bewarna emas di masing-masing kepala mereka.
Tubuh Mia gemetar ketakutan. Ia pun bergerak mundur. Dia tidak tau tentang apapun dengan sihir.
Tak~
Mia menatap kebelakang nya tepat di belakangnya jurang dengan aliran sungai yang sangat deras di bawahnya. Apa yang harus ia lakukan? Melompat atau melawan serigala ini? Ia tidak mau mati konyol.
"Alroy. Kau dimana?" Mata Mia memanas. "Alroy aku takut. Aku sangat takut,"
∆∆∆
'Alroy aku takut. Aku sangat takut '
Alroy memegangi kepalanya. Tunggu sebentar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Queen For The King [END]
FantasiaMia Aquinsha, seorang gadis sangat cantik yang mati karena kecelakaan beruntun yang membuat nyawanya seketika melayang. Namun ia kembali hidup di zaman yang berbeda dimana ia menjadi seorang gadis desa yang tinggal di hutan. Ia berada di zaman diman...
![Queen For The King [END]](https://img.wattpad.com/cover/226573755-64-k48011.jpg)