Semua berjalan dengan baik, sangat baik dalam belasan tahun ini. Semuanya sangat baik. Namun satu hal yang tidak begitu baik.
"Arghh!" teriakan kesakitan berasal dari tempat yang sama. Setiap bulan purnama ia terus merasakan kesakitan yang amat sangat di bagian punggungnya.
"Arghh! Sialan!" teriaknya saat ukiran tato di punggungnya bergerak dan semakin memanjang hampir menutupi sebagian punggungnya.
Mata nya terbuka dengan tatapan tajam dan bola mata bewarna biru jernih. Ia menekan kekuatannya agar tidak membuat tempatnya menjadi hancur untuk kesekian kalinya.
Sentuhan jarinya saja bisa membuat banyak orang merenggang nyawa apalagi jika kondisinya seperti ini dan tidak terkendali.
"Idiot!" umpatnya. "Dasar lemah!" ucapnya pada dirinya sendiri.
Rahang yang tegas, bibir yang tipis berwarna merah merona nampak menggoda dan jangan lupakan tubuh atletis yang ia punya tapi jangan pernah mendekatinya karena ia adalah keturunan sang kegelapan. Rakas Damian.
Rakas mengembangkan sayapnya yang berbeda warna itu. Karena memang sayapnya yang satu hitam dan yang satu putih namun ujung sayap nya begitu tajam seperti sebuah silet yang dapat mencabik-cabik tubuh seseorang hingga menjadi beberapa bagian.
Rakas mengepakkan sayapnya dengan kuat meninggalkan tempatnya sementara sampai bulan purnama sudah tidak ada. Rakas terbang dengan kecepatan tinggi hingga ia sampai di tengah hutan lebat. Rakas pun terbaring di atas rumput-rumput dengan pohon yang menjulang tinggi di sekitarnya.
"Sialan! Ini sakit!" ringisnya. Rakas menjambak rambutnya sendiri untuk menyalurkan rasa sakitnya.
Sayapnya masih terbuka dengan lebar . Rakas hanya mengenakan bawahan tanpa atasan karena baju yang ia kenakan robek karena sayapnya.
"Lemah--"
"Akhh! Monster!" Rakas menoleh saat terdengar teriakan dari seorang perempuan yang berdiri jauh darinya.
Dengan cepat dalam sekali hentakan mulut perempuan itu di bekap dengan tangannya. Matanya menatap tajam, sialan! Dia ketahuan. Apa dia harus membunuh gadis kecil di depannya ini? Atau---
Tunggu, Rakas tampak mengendus udara di sekitarnya. Kenapa wangi, bunga? Rakas menatap gadis kecil di depannya dengan teliti. Wangi yang menyejukkan, dan membuat candu dalam sekali hirup. Wangi apa ini?
Gadis kecil di depannya sudah menangis terisak, ia benar-benar sangat takut. Melihat manusia memiliki sayap? Sayap burung? Astaga sebenarnya makhluk apa di depannya ini?
Rakas mengembangkan kedua sayapnya membuat gadis itu terpekik dalam bekapan tangan Rakas.
"Wangi," lirihnya. Matanya berubah menjadi merah membuat gadis kecil itu menatap takut, panik menjadi satu.
"Kau, wangi," gumamnya.
Deg'
Gadis kecil itu membeku saat Rakas mengendus leher nya. Ia ingin berteriak namun pergerakannya terkunci bahkan ia berteriak pun tidak bisa. Kenapa ini?
"Hm, benar-benar wangi," Gadis itu melotot saat Rakas menunjukkan taring besar nan tajam padanya.
"Tolong aku," batin gadis kecil itu berkata.
"Tidak akan ada yang menolongmu selama kau ada di dekatku," ucap Rakas dengan sinis. Ia bisa membaca pikiran.
Tato di punggungnya perlahan terbentuk dan Rakas tidak merasakan rasa sakitnya lagi. Ia menatap langit namun bulan purnama masih terjadi kenapa bisa?
Ia menatap gadis yang berada di depannya. Rambut bewarna pirang dengan mata bewarna hijau meneduhkan. Rakas menatap tangan gadis itu yang terdapat tato kecil disana. Ia menyentuh tangan tersebut.
Tato yang sama, hanya saja kecil dan berkedip-kedip. Rakas menatap gadis itu kembali. "Kau! Siapa?" Rakas mencekik leher gadis itu.
"Arghh!" Rakas terduduk sambil memegangi punggungnya. Ia melepaskan cekikan dari leher gadis itu.
Gadis tersebut terjatuh, lalu menatap Rakas yang tengah kesakitan. Ia bangkit dan berusaha lari menjauh dari sana.
"Apanya yang siapa? Aku ini manusia tau!!" gumamnya sambil berlari menjauh sekuat tenaga.
Rakas memukul tanah dan membuat retakan besar di sekitarnya. "Gadis kecil. Kau tunggu saja sampai aku menangkapmu kembali," ucapnya.
Ia harus bertemu lagi untuk memastikan tato itu. Tapi jujur wangi dari tubuh gadis tersebut menarik perhatiannya. Benar-benar menggoda.
"Ah sialan! Siapa dia?!"
Rakas Damian, penerus raja kegelapan Alroy. Memiliki darah dominan demon membuatnya harus mencari satu-satunya mate.
Dan beberapa hal yang Rakas pahami. Ia akhirnya bertemu dengan mate yang sudah di takdirkan untuknya.
"Dia wangi, sangat! Sialan! Aku haus!"
∆∆∆
SELESAI
Ada pertanyaan seputar cerita ini? Hehe selesai ya sudah end aku tidak ada janji lg🌚
Qna kuy buat aku
Bagaimana cerita yang aku buat ini?
KAMU SEDANG MEMBACA
Queen For The King [END]
FantasíaMia Aquinsha, seorang gadis sangat cantik yang mati karena kecelakaan beruntun yang membuat nyawanya seketika melayang. Namun ia kembali hidup di zaman yang berbeda dimana ia menjadi seorang gadis desa yang tinggal di hutan. Ia berada di zaman diman...
![Queen For The King [END]](https://img.wattpad.com/cover/226573755-64-k48011.jpg)