Mia nampak menarik nafas pelan, di bantu Alea dan Vancia, ia mempertaruhkan nyawanya. Alea mengusap peluh keringat Mia sambil menggenggam tangan Mia sedangkan Vancia ia berada di bawah Mia.
Arthur dan Tian berjaga di dua sisi di istana. Teriakan kesakitan Mia membuat mereka berdua menatap khawatir.
"Semua akan baik-baik saja kan?" tanya Arthur.
Tian terdiam, ia tidak bisa menjawab apapun karena ia pun tidak tau menjawab apa.
"Aku hanya berpikir jika---"
Krakk'
Bomm'
Arthur berubah wujud saat ledakan besar menyerang kearah mereka berdua sedangkan Tian masih tetap pada wujud manusianya.
Tian menatap santai, menatap belasan iblis tingkat menengah di depan Arthur.
"Kau bisa membereskannya sendiri kan?" tanya Tian sambil mengeluarkan seruling warna putih miliknya.
Arthur mendengus. "Bilang saja kalau kau tidak mau membantu," sindirnya. Ia pun menyerang belasan iblis dengan satu tebasan dari sayapnya.
"Salah satunya alasan ku ya itu," ucap Tian dengan santai sambil meniup seruling miliknya. Sebuah sulur tanaman terbentuk membuat barrier menutup Mia dan yang lain di dalamnya.
"Selesai. Dengan begini aku bisa bertarung dengan leluasa," gumam Tian sambil menghentikan suara serulingnya.
Tian merubah wujud nya ketika ribuan anak panah hampir mengenai tubuhnya. Tian terbang dan menyerang prajurit bayangan yang menembaknya tadi.
Di dalam kamar, Mia tampak menghembuskan nafas pelan. Sangat sakit, ia rasa tubuhnya akan terbelah menjadi dua.
"Mia, berusahalah. Ayo! Demi anakmu," ucap Vancia, ia mengelus perut Mia.
Mia kembali mengejan, ia menggenggam tangan Alea dengan kuat sesaat kemudian kekuatan peri dari tubuh Mia mendominasi. Peri-peri kecil nampak mengelilingi tubuh Mia.
Bomm'
Brakk'
Tian terhempas kuat mengenai pelindung yang ia buat. Ia memegangi dadanya. Mulutnya mengeluarkan darah.
Seekor ular piton dengan sisik bewarna merah menyerang Tian dengan kuat lalu ia pun berubah menjadi manusia.
"Lemah," ucapnya.
Tian terkekeh kecil. "Dasar cacing tidak berguna," desisnya.
Tian kembali menyerang dengan sekuat tenaga begitu pula dengan Arthur, ia melawan iblis tingkat menengah yang mampu beregenerasi dengan cepat.
"Aku suka kegilaan ini!" Arthur menyemburkan lava panas dari mulutnya.
Berselang lama mereka bertarung dan pada akhirnya Arthur dan Tian terpojok dengan pasukan iblis serta pasukan ular yang mengelilingi mereka.
Arthur menghela nafas dengan tersengal-sengal, Tian terluka parah sedang mencoba beregenerasi namun melihat pasukan yang begitu banyak membuatnya tidak fokus.
"Ah, sial!" umpat Arthur.
"Tahan sebentar lagi," ucap Tian, ia menyentuh bagian perutnya yang terluka. "Sebentar lagi sampai semuanya selesai," sambungnya.
"Aku tau, kau---"
Arthur dan Tian terdiam saat terdengar suara tangisan bayi, suara gemuruh dari langit yang begitu besar. Angin yang begitu riuh membuat pandangan kabur sementara. Air laut menjadi pasang bahkan menimbulkan gelombang yang begitu tinggi.
Tian tersenyum penuh kemenangan. Ia mengacungkan tangannya. "Kelahiran penerus selanjutnya!" teriaknya.
"Penerus raja kegelapan sudah lahir!!"
∆∆∆
Alroy menyerang Yersa dengan tombak hitamnya yang menyerang trisula milik Yersa. Sedangkan Yan, ia melawan Razka beserta pasukannya yang lain dan Gio melawan Kelvin dengan wujud naga penelan langit.
Alroy menghentakkan tombaknya membuat gelombang air menjadi begitu tinggi dan membentuk sebuah anak panah yang begitu tajam.
Alroy mengepakkan sayapnya dengan kuat bersamaan dengan ribuan anak panah menyerang Yersa yang tengah berlindung dengan artefak milik nya.
Trang'
Yersa menahan tusukan tombak dari Alroy, menangkis lalu menyerang balik kearah Alroy dengan trisula beracun miliknya.
Alroy melindungi tubuhnya dengan sayap hitam miliknya, ia pun tercebur ke dalam air. Yersa ikut menceburkan diri ke dalam laut.
Yersa menatap Alroy yang tengah menatapnya tajam. Alroy mengeluarkan pedangnya lalu kembali menyerang Yersa dengan kekuatannya.
Di daratan Yan nampak sedikit kesusahan saat beberapa vampire menyerangnya. Ia berubah menjadi manusia dan mengibaskan kipas yang berada di tangannya membuat angin yang begitu besar yang menghempaskan banyak pasukan vampire.
"Ku akui kau lawan yang cukup kuat," ucap Razka sambil menatap Yan.
"Aku tidak butuh penilaian mu. Makhluk mesum," ucap Yan dingin. Karena vampire suka sekali menggigit leher, pikir Yan.
Ia terus menyerang Razka namun pergerakan Razka lumayan sulit di deteksi karena saking cepatnya ia.
Yan berubah wujud, ia pun mengeluarkan lengkingan suara elangnya, ribuan pasukan elang datang dan membantunya.
Sedangkan Gio, ia menatap santai siluman di depannya. Ia sedikit menguap karena mengantuk. Kelvin yang merasa terhina, ia menyerang Gio dengan kekuatan miliknya.
"Makhluk yang menyusahkan," gumam Gio. Ia menghentakkan kakinya membuat retakan yang lebar di depan Kelvin.
Namun Gio tetap tidak bisa menganggap remeh lawannya karena lawannya adalah siluman. Semua siluman sangat licik termasuk rajanya.
"Kita selesaikan," ucap Kelvin dengan serius. Gio menatapnya dengan datar.
"Ayo, kita selesaikan," balas Gio. Ia membaca mantra dan menyerang Kelvin.
"Benar-benar seperti istilah namamu. Naga penelan langit, memang sangat hebat," ucap Kelvin. Ia berubah menjadi ular yang besarnya dua kali dan menyerang Gio dengan begitu cepat.
"Ini baru imbang," gumam Gio, ia pun ikut mengubah wujud kembali dan menyerang Kelvin.
Namun saat mereka akan beradu kekuatan retakan sangat lebar tercipta, tanah sekitarnya bergetar dengan hebat. Burung-burung sekitarnya terbang menjauh dan langit menjadi sangat gelap dengan guntur.
Alroy yang sedang berada di dalam air bersama Yersa, ia tertenggun saat merasakan gelombang yang begitu dahsyat membuatnya mau tidak mau naik ke daratan.
Alroy mengembangkan sayapnya dan keluar dari air dengan kecepatan sangat tinggi. Ia keluar dan terbang di udara. Ia menatap langit yang menjadi gelap seketika.
Alroy tersenyum penuh kemenangan, ia mengacungkan pedangnya keatas langit.
"Penerus ku sudah lahir!" teriak Alroy. "Rakas Damian, putraku!"
∆∆∆
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Queen For The King [END]
FantasyMia Aquinsha, seorang gadis sangat cantik yang mati karena kecelakaan beruntun yang membuat nyawanya seketika melayang. Namun ia kembali hidup di zaman yang berbeda dimana ia menjadi seorang gadis desa yang tinggal di hutan. Ia berada di zaman diman...
![Queen For The King [END]](https://img.wattpad.com/cover/226573755-64-k48011.jpg)