"Seamus, you ok?" tanya Ron cepat, saat pemuda itu telah membuka matanya.
Seamus, mengerjap beberapa kali, guna menyesuaikan cahaya yang menyapa indra pengelihatannya.
"Yah, im ok," jawab nya, setelah merasa lebih baik dengan cahaya.
"Apa yang terjadi?" Sekarang giliran Hermione yang bertanya.
Seamus diam, dia terlihat berpikir.
"Tidak perlu dijawab, jika belum siap, Nak." ujar Prof McGonagall, yang memasuki ruangan bersama dengan Madam Pomfrey, yang membawa ramuan di tangan nya.
"Anak-anak menjauh sedikit, Finnigan butuh udara." lontar Madam Pomfrey.
Harry dan lainnya mundur beberapa langkah.
Mata McGonagall melihat setidaknya lima orang penghuni Gryffindor yang tengah terbaring di ranjang Hospital Wings.
Lalu kembali pada Seamus yang tengah meminum ramuan nya.
"Kapan mereka bisa keluar, Poppy?" tanya McGonagall.
"Yah, mereka bisa keluar sore nanti, Professor McGonagall,"
McGonagall mengangguk, dia mengusap pelan kepala Seamus dan pergi dari sana.
♦♦*♦♦
Great Hall.
Harry benar-benar terlihat gelisah. Semakin hari ada saja kejadian yang aneh, apa lagi kali ini keselamatan teman-teman nya lah yang di pertaruhkan.
Jika orang itu memang menginginkan benda tersebut, dia harusnya cukup menemui dirinya dan selesaikan segera. Tidak perlu menyentuh orang-orang terdekat nya.
"What happened, Harry?"
Harry menoleh, melihat wajah polos Ginny, yang menatapnya dengan khawatir.
"Nothing, Gin," jawabnya, tapi Ginny tau pemuda itu tengah berbohong.
"Tidak apa kalo kau sedang tak ingin cerita, tapi habiskan makanan mu, atau kau akan sakit."
Harry tersenyum kecil, dan mulai memakan makanan nya.
Candice menyeringai senang di balik wajah santai nya.
Ternyata memang lebih baik membuat orang tersiksa dari dalam batin, dari pada melukai tubuh.
Melihat Harry yang gelisah, karena memikirkan keadaan teman-teman nya, membuat dia cukup puas.
Dia tau kelemahan seorang Harry Potter sekarang, ditambah dirinya juga sudah mengetahui setengah dari kelemahan Hogwarts.
Membuatnya berfikir akan mudah melakukan rencana yang sudah tersusun selama sepuluh tahun ini.
"Ada apa, Shira?" Shira segera mengembalikan ekspresi wajah nya, melihat Sephira menatap nya aneh.
"Tidak ada, aku hanya memikirkan sesuatu, itu saja." Sephira tidak mengatakan apapun, dia kembali menikmati makanan nya.
♦♦*♦♦
Murid-murid murid memenuhi ruangan Professor Carrow.
Professor Carrow adalah guru pertahanan terhadap ilmu hitam, kali ini yang mereka pelajari sama hal nya dengan pelajaran di tahun ketiga Harry dan lainnya. Mengubah boggart.
Tidak ada yang tau seperti apa itu boggart, yang diketahui makhluk itu mampu menyerupai rasa ketakutan setiap orang.
"Boggart, makhluk yang mampu menyerupai ketakutan kita. Mantra Riddikulus dan tawa kalian lah, yang mampu mengalahkan makhluk tersebut."
Professor Carrow melihat ke seluruh wajah para murid, semuanya di penuhi rasa tegang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Who? [Completed]
FanfictionHarry Potter-The Boy Who Lived. Pahlawan dunia sihir, putra dari James Potter dan Lily Evans. Harus mengulang tahun terakhir nya di Hogwarts, setelah perang melawan The Dark Lord. Bersamaan dengan penerimaan murid baru Hogwarts. Seorang gadis hadir...
![Who? [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/237680100-64-k754710.jpg)