Like You So Much

1.3K 214 46
                                        

Chapter 22

Sooyoung memanyunkan bibirnya dihadapan beberapa tumpuk buku agenda yang diatas salah satu lembaran kertasnya sudah ia coret-coret tidak jelas. Ada gambar hati yang menggambarkan hatinya saat ini, gambar wajah pak Kim asal-asalan (Agak mencong sana, mencong sini dan terlihar sangat jelek), gambar bunga dan tulisan aneh lainnya. Kemudian Sooyoung menolehkan kepalanya agar bisa melirik Taehyung yang duduk disebelahnya dan sedang khidmat-khidmatnya membaca buku. Cih... Memangnya buku itu lebih mengasikan daripada berbicara atau bersentuhan dengan Sooyoung yah? Kenapa sih ada lelaki seperti pak Kim di muka bumi ini yang cuek setengah mati dan tidak terganggu akan kehadirannya? Apa pak Kim itu tipe lelaki seperti Bryan makanya Taehyung tidak mudah tergoda oleh Sooyoung?

Sooyoung semakin cemberut memikirkan hal paling aneh yang terpikirkan diotak kecilnya itu. Ia juga menggeleng-gelengkan kepalanya tidak sudi saat membayangkan kenyataan pahit kalau seandainya dosen tampan berbokong seksi idaman para perempuan seantero kampus yang sebentar lagi menjadi calon suaminya ini adalah tipe lelaki gay yang lebih tertarik pada Bryan daripada dirinya. Ya tuhan... Jauhkan Sooyoung yang cantik ini dari segala macam bala kehidupan yang seperti itu, amin. 

"Apa yang sedang kau lakukan? Bukankah setidaknya kau sudah menyelesaikan satu tugasmu?" Taehyung menutupi wajahnya kemudian sedikit mengintip Sooyoung dari ujung atas bukunya kemudian melanjutkan, "Jangan bilang kalau kau tidak bisa mengerjakannya yah?"

"Sudah tahu aku tidak akan bisa mengerjakannya tapi masih saja bertanya. Pak Kim, memangnya pak Kim tidak ingin mengobrol saja denganku sampai pagi, bersentuhan, berpelukan, ciuman atau apapun yang lebih menyenangkan daripada mengerjakan tugas yah? Aku lebih baik pulang saja kalau harus mengerjakan tugas yang nantinya akan membuat kedua bola mataku nantinya bergerak-gerak tidak sinkron." Sooyoung memanyunkan lagi bibirnya kesal kemudian membaca pertanyaan yang sama sekali ia tidak mengerti.

Sedang Taehyung , ia diam-diam menahan senyumnya dibalik buku yang sebenarnya juga tidak bisa ia baca. Ia hanya sedang berpura-pura dan stay cool saja agar terlihat keren didepan anak muridnya itu. "Setidaknya, kerjakan dan selesaikan satu tugasnya. Kemudian istirahat dan tidur."

Sooyoung segera melebarkan kedua matanya seiring dengan gerakannya yang cepat bagai kilatan petir dan langsung menyambar Taehyung (Duduk bergeser dan melekat bagai lem disamping Taehyung). "Apa kita akan tidur sekamar?"

"Uhuk... uhuk...!" Taehyung tiba-tiba tersedak salivanya sendiri hingga mata dan telinganya memerah. Ia juga melempar bukunya ke sembarang arah dan segera menutupi mulutnya yang tidak berhenti mengeluarkan batuk, "Uhuk, uhuuuukkkkkkk.... uhukkkk....!"

Sooyoung melebarkan kedua matanya panik sambil mengusap-usap punggung Taehyung yang bergetar, "Astaga Pak Kim, apa yang harus ku lakukan? Haruskah aku menelepon 911 atau 119 atau 919?" Sooyoung mengigit bibir bawahnya baru kemudian menambahkan, "Aku bahkan tidak ingat nomor yang harus kuhubungi saat keadaan darurat. Bagaimana ini pak Kim?"

Taehyung mencoba meredakan batuknya kemudian ia menatap wajah Sooyoung yang sudah terlihat cengeng seperti bayi yang pipi chubby nya habis dicubit gemas oleh tetangganya. Ia kemudian tidak mampu untuk tidak tersenyum, "Kenapa wajahmu begitu?"

Sooyoung mengedip-kedipkan kedua matanya polos, "Memangnya aku kenapa? Pak Kim yang kenapa? Kenapa batuk? Pak Kim tidak sedang terkena virus kan?" Belum sempat Taehyung menjawab, Sooyoung sudah mendekatinya dan memeluk tubuhnya erat. Sooyoung juga berkata dalam pelukan eratnya itu, "Jangan sakit pak Kim! Nanti siapa yang akan memarahiku kalau pak Kim sakit? Aku tidak mau kalau pak Kim sakit! Biar aku saja yang sakit!"

Taehyung tersenyum hingga tak kuasa untuk tidak membalas pelukan dari anak itu, "Aku tidak sakit, hanya tersedak karena ucapan blak-blakanmu itu."

Sooyoung mendongakan kepalanya dan menunjukan wajah memelas jurus tatapan anak anjingnya didepan wajah Taehyung, "Memangnya apa? Akukan hanya bilang tidur sekamar dengan pak Kim, hanya tidur. Memejam dan tidur, bukan hal lainnya. Aku juga sebenarnya sudah sangat lelah dan mengantuk pak Kim...." Sooyoung kembali memeluk Taehyung dan menyenderkan kepalanya didada Taehyung.

The Married ProjectTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang