Ketika hidup terasa seperti diujung kematian, itu yang selalu dirasakan oleh Abyan Yuno Wirasetya, cowok manis dengan segala kelembutannya itu harus terus hidup bersamaan dengan rasa sesak yang terus menghimpitnya, setiap detiknya terasa seperti diu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
°*°
"Kamu dan bintang itu sama, sama-sama memiliki keindahan, sama-sama langka untuk ditemukan."
°*°
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Rista mereganggangkan otot-ototnya yang kaku setelah mengerjakan PRnya yang menumpuk, disamping Yuno masih fokus untuk mengejar ketertinggalannya selama tidak masuk, Rista sudah hampir seminggu menemani Yuno menyalin pelajaran yang tertinggal. Dia tidak keberatan, walaupun dia sering kesal karena Yuno kadang susah memahami beberapa pelajaran yang berhubungan dengan hitungan.
Setelah cukup lama kenal ternyata dia tidak pandai hitungan, Rista beranjak dari duduknya, dan membuka kulkas kecil di kamar Yuno, dia mengambil satu kotak jus jeruk, dan satu puding. Bukannya Rista tidak sopan, tapi dia sudah terbiasa sejak sering berada dirumah Yuno, sang tuan rumah pun dengan senang hati menyuruh Rista melakukan apapun yang dia mau.
"Masih lama nggak? Gue udah laper." tanya Rista sambil mencomot puding yang diambilnya.
"Tinggal sebaris lagi, atau lu mau makan dulu aja, bunda pasti udah siapin makanannya." kata Yuno masih fokus dengan kegiatan menulisnya.
"Nggak, nunggu lu aja."
"Ecieee, yang nungguin. Suka banget gue ditungguin."
"Apaan sih?!!"
"Ta! Lu suka bintang nggak?" tanya Yuno, sambil membereskan bukunya.