Destruction

896 68 0
                                        

°*°

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

°*°

"Kenyataan pahit yang paling menakutkan adalah menghadapi sebuah kehancuran, dimana aku harus bisa menerima segalanya yang telah hancur dan juga menghancurkanku dalam waktu yang bersamaan."

°*°

[Abyan Yuno Wirasetya]

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

[Abyan Yuno Wirasetya]

Hari berganti dengan cepat tanpa terasa gue udah berada ditengah semester ganjil. Ujian sebentar lagi akan dilaksanakan, banyaknya ulangan dadakan membuat kepala gue hampir pecah. Untunglah soal yang diberikan masih masuk kapasitas otak gue, jadi gue bisa mengikuti semua ulangan dengan lancar. Masa bodo dengan hasilnya, yang penting gue udah usaha yang terbaik sebisa mungkin.

Gue memasuki rumah dengan langkah lunglai, rasanya hari ini tenaga gue bener-bener terkuras habis. Bayangkan saja seluruh pelajaran hari ini mengadakan ulangan, belum lagi kuis-kuis dadakan yang digunakan untuk menambah nilai harian. Gue udah pengen cepet-cepet nyampe kamar dan merebahkan diri di kasur kesayangan gue.

"KAMU PIKIR AKU NGGAK CAPEK APA NGURUS ANAK-ANAK SENDIRIAN?"

Suara teriakan dari lantai dua membuat gue berhenti di anak tangga pertama. Untuk pertama kalinya gue mendengar suara teriakan bunda yang terdengar penuh emosi. Gue kembali melangkah manaiki anak tangga setelah meyakinkan diri gue untuk naik.

"AKU JUGA CAPEK NGURUSIN PEKERJAAN, KAMU HARUSNYA NGERTIIN AKU, AKU JUGA NYARI UANG BUAT KAMU" kini suara ayah yang terdengar.

"KAMU PIKIR AKU NGGAK TAU KAMU NGAPAIN AJA DILUAR SANA? AKU UDAH TAU DARI DULU, AKU TAU SEMUANYA, T-TAPI AKU DIAM KARENA AKU NGEHARGAIN KAMU DAN JUGA ANAK-ANAK KITA"

"M-maksud kamu apa?!"

"Maksud aku apa? Apa kamu masih nggak mau ngaku kalau selama ini kamu udah main dibelakang aku? Udahlah mas, aku udah capek... Aku capek nanggung semua ini, lebih baik kita udahan aja, kamu bisa main sama sekretaris kamu itu sepuasnya"

Breathless ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang