Chapter 32

33K 3.4K 384
                                        

Ciee yang Malmingannya malah mantengi Wp 😭, kita senasib Fix no debat 👍, btw tadi siang kan uda Up sampai 3 kali, kayaknya untuk malam cuma 1 atau 2 kali deh, tapi gatau juga deh.

Author Pov.

Pukul 21:07 waktu indonesia barat.

Harvy duduk berhadapan dengan David, Papanya ini sudah menahannya selama 4 jam lamanya, dan lagi ponselnya ditahan agar tak dapat menghubungi Milky.

"Papa mau kasih tugas apa sih?" Tanya Harvy malas, dia sudah rindu pada Milky sekarang.

Milky sedang apa ya sekarang.
Gumam Jilbert.

Positif aja, mungkin dia lagi tidur.
Celetuk Jhonson.

Milky bukan kau Jhon, tukang tidur.
Ceplos Judith datar.

Jhonson malas meladeni kakek pemarah, jadi dia diam saja "Kamu harus pergi ke Korea malam ini, Zriel akan membuka anak Perusahaannya di Korea selatan besok, jadi sebagai Perwakilan dari H's Corp maupun I's Corp, Kamu harus pergi" Ujar David tenang.

Harvy melotot pada Papanya "Gamau! Milky belum sembuh dan Harvy gamau ninggalin dia Pa" Tolak Harvy.

David kini menatapnya dingin "Harvy, jangan lalaikan tugasmu hanya karena seorang Wanita, penuhi pekerjaanmu sebagai seorang Pemimpin perusahaan" Ucap David penuh dengan perintah.

Harvy mengepalkan kedua tangannya, dia tak mau pergi tanpa Milky "Berapa hari?" Tanya Harvy pelan, tak mau melawan perintah sang Papa, takut dikutuk jadi anjing dia.

David tersenyum penuh kemenangan "Seminggu" Ujarnya santai, Harvy hampir melempar meja di depannya jika saja Judith tak memperingatinya.

"Yasudah, Aku mau ketemu Milky dulu, baru berangkat ke Korea" Ujar Harvy kemudian pergi berlalu, tanpa Harvy sadari jika David saat ini tengah tersenyum licik.

Dia menghubungi seseorang melalui ponsel mahalnya "Halo Heri, Putraku sudah setuju untuk berangkat ke Korea, apa menantuku juga setuju untuk pulang ke Medan?" Ujar David.

"Ya, tenang saja Dav, karena Putriku sudah berada di bandara saat ini, pesawatnya akan terbang jam sembilan lewat 15 malam"

"Ah sebentar lagi ya, Putraku sudah pergi menuju Rumah Sakit, kupastikan nanti dia mengamuk sesampainya disana" Ujar David, dia bisa membayangkan betapa emosinya Harvy saat tak menemukan calon Istrinya di tempat.

Mungkin saja dia bisa mengobrak-abrik Rumah Sakit, bahkan lebih parahnya menuntun Rumah Sakit milik kakaknya itu.

"Pastikan menantuku baik-baik saja, dia adalah menantu idamanku, karena hanya dia yang bisa mengintimidasi pelayan hanya dengan auranya"

"Hahaha, tenang saja kau, dia Putriku yang kuat, bahkan hidup sendiri selama belasan tahun juga Milky tahan, dia Putri kebanggaanku David"

"Yah benar, dia juga Wanita kuat Her"

.
.

Milky sudah check in, dan saat ini tinggal menunggu keberangkatan, Ponselnya dimatikan, atas perintah Ayahnya Milky mematikan ponselnya.

Dia bersama Nana, Lana dan Fifi, Hermina, Selly, Alya, Ainun, Nay, Diva dan April tak bisa ikut, karena tuntutan tugas dan untuk Hermina dia harus menjaga Qarina di rumah.

"Kak, apa Pak Harvy tak akan mengamuk jika ditinggal tanpa pamit?" Tanya Nana penasaran sekaligus prihatin pada bosnya itu.

"Aku tak tau, ini perintah ayahku dan aku sebagai anak tak bisa melawan" Gumam Milky, dia mengelus foto polaroidnya dengan Harvy saat di taman bermain London 3 bulan yang lalu.

My Alter Ceo [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang