Eh bukan Jodoh pengganti deh, kayaknya Book baru Ryn judulnya My Riley Day Boy. Vote. Komen. Follow. Cheese 👍.
Author Pov.
Desiran air laut menjadi pengiring kesunyian yang Harvy rasakan saat ini, matahari terbenam menemani kesendiriannya.
Harvy kembali berfikir, darimana keburukan ini terjadi, kenapa ini harus menimpanya disaat Harvy sudah bahagia.
Kata 'Kenapa' terus berputar di kepala Harvy, apakah ini karma yang Harvy dapatkan karena durhaka pada Papanya itu?.
Tapi kenapa harus sampai merenggut yang paling Harvy cintai, sudah 18 tahun semenjak kejadian naas itu, Harvy masih ingat dengan jelas, tatapan indah yang Istrinya layangkan padanya.
"Mas, aku gak sanggup Mas...tolong rawat Putra kita Mas..tubuhku memang sudah lemah..ditambah..luka di kepalaku yang berulah lagi.." Lirih Milky.
Wanita 30 tahun yang harus berjuang hidup saat melahirkan bayi pertamanya, usia yang sudah menua dan tubuhnya yang melemah, membuat Milky tak sanggup bertahan lebih lama.
Setelah 4 tahun masa pernikahan mereka, akhirnya dapat membuahkan hasil, Milky hamil untuk pertama kalinya. Kabar itu disambut hangat oleh anggota keluarga lainnya.
"Kamu kuat dek, kamu kuat, bertahan untuk Mas..Mas mohon...untuk Baby Theo...Mas mohon..." Lirih Harvy yang berdiri di sebelahnya, air mata sudah berjatuhan membasahi wajahnya.
Dia tak sanggup jika harus ditinggal pergi sang Istri, mereka baru berbahagia selama 4 tahun. Milky tak boleh meninggalkannya.
Milky mengelus pipi Harvy dengan sisa tenaganya, saat ini Paramedis sedang menjahit bagian tempat Baby Theo keluar, dan ini membuat Milky semakin lemah.
"Mas..Terima kasih..Milky bahagia..selama perjalanan hidup Milky bersama Mas dan yang lainnya..Milky bahagia...ja-ga..Baby...Theo..untukku Mas..Aku mencintaimu..Harvy.." Lirihan terakhir yang Harvy dengar.
Menjadi pesan terakhir sekaligus wasiat yang Milky tinggalkan, tangan yang semula berada di pipi Harvy kini jatuh ke bawah. Mata indahnya sudah terpejam dengan damai.
Deru nafasnya sudah hilang, Milky, kekasih hatinya sudah pergi dari kehidupannya. Harvy menangis, dadanya sesak, kenapa dia tak bisa bahagia, kenapa senggak 4 tahun kebahagiaannya.
Diganti dengan kesengsaraan selama sisa hidupnya. Garis lurus terlihat di defribilator, bunyi nit yang panjang menjadi lonceng tanda kematian sang pujaan hati.
"MILKYYYYYYYYY!!"
Harvy memejamkan matanya, rasanya damai sekali saat ini. Angin menyejukan tubuh dan hatinya yang kosong. Saat ini Theo sedang pergi dulu ke dalam ressort.
Dia harus mengambil ponselnya, sedangkan Harvy yang kini sudah berusia 46 tahun, akibat terpuruk ditinggal Milky, kaki Harvy yang sebenarnya sudah membaik, kini memburuk lagi.
Harvy harus kembali duduk di kursi roda lamanya, Theo kini berusia 18 tahun, remaja tampan yang memiliki mata seperti Milky, dan wajah tampan turunan Harvy.
Harvy, terima kasih untuk selama ini, kami amat berterima kasih karena diterima di tubuhmu.
Ucap Judith tenang.
Benar, ini sudah dekat, sudah saatnya kita pergi. Terima Kasih Harvy.
Ucap Jidan.
Suatu hari, aku maupun yang lainnya akan bertemu dengan kalian lagi, pastiii.
Seru Jackob semangat.
Tatak antik, Ayki pacti beytemu dengannya yagi.
Ucap Alki ceria.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Alter Ceo [End]
RomantizmDari Akuntan malah lari ke Baby sitter? Itulah yang Milky rasakan setelah bertemu dengan Harvy, Ceo tampan pemilik Alter Ego. "Pak? Anda baik-baik saja?" "Eung, alo tatak antik keyayin atu ayki" "Mampus..dia kerasukan.." Dan Milky harus bersabar ka...
![My Alter Ceo [End]](https://img.wattpad.com/cover/240462570-64-k234827.jpg)