Author Pov.
Harvy sudah mengatakan pada Jidan untuk bertukar, sebab saat ini Harvy ada di Markas JaylsDarks. Ada yang harus Jidan selesaikan saat ini.
Di depan puluhan anggotanya, Jidan berdiri sekarang.
"Kalian tau masalahnya bukan, sebelum polisi melacak dan menangkap kalian, saya sebagai Pemimpin organisasi ini dengan resmi membubarkan JaylsDarks" ujar Jidan tenang.
Seluruh anggotanya nampak terperanjat, tapi mereka menyetujui keputusan Pemimpin mereka. Tak ingin bernasib sama seperti Jidan yang di tinggal pergi Kekasihnya.
"Selama ini, terima kasih karena kalian sudah berkeinginan masuk ke Organisasi gelap ini, saya akan merubah markas ini menjadi Toko permen sungguhan, Vander dan Dray akan mengurusnya"
Mereka mengangguk setuju "Dan kalian masih bisa bekerja sebagai pegawai toko, dengan gaji yang setara dengan pegawai kantoran" ucap Jidan lagi.
Dan mereka bersorak senang, setidaknya mereka tidak jadi pengangguran setelah ini, walau menjadi pegawai toko permen setidaknya menghasilkan uang.
Jidan berbalik dan hendak pergi, namun langkahnya berhenti saat mendengar ucapan Lenvy.
"Kami akan membantu mencari Nona Milky, Tuan izinkan kami." ucapnya tenang, karena tidak semua akan bekerja sebagai Pegawai toko, maka sebagian lagi menawarkan diri untuk mencari Milky.
Jidan mengangguk singkat dengan senyum formalitasnya "Terima Kasih, bayaran kalian akan saya tranfers jika ada perkembangan" ujarnya kemudian melanjutkan langkahnya.
Seluruh mantan anggota JaylsDarks menatap punggung tegap namun rapuh mantan pemimpin mereka "Kasihan Tuan Jidan.." gumam Grays.
......
Jidan masuk ke dalam mobilnya dan menggenggam erat stir mobil, sampai buku tangannya memutih
"Milky..kamu dimana.." Lirihnya.
Berhenti meratap, sekarang biar aku yang keluar, aku akan menghubungi pihak penerbit agar membatalkan kontrak kerja, aku sama sekali tidak fokus.
Ujar Jilbert tenang.
Dan mereka bertukar kembali, mereka berencana untuk menjalani kehidupan seperti awal sebelum kehadiran Milky. Namun mereka merubah pekerjaan.
Jilbert berhenti dari Kepenulisannya, Jidan berhenti dari Pekerjaan gelapnya, Jackob berhenti dari dunia malamnya, hanya Judith yang masih bekerja dan mengurus pencarian Milky.
Harvy tak lagi merasa hidupnya berarti, tapi dia tak ingin berhenti berharap. Karena dia yakin Allah akan mempertemukan dirinya dengan Milky kelak.
Entah itu 5 tahun, ataupun bahkan 10 tahun lagi. Harvy akan menunggu dengan sabar.
Sementara itu, Milky saat ini sedang duduk di taman Rumah sakit dengan Ara, gadis itu sudah pulih hanya dalam waktu 4 hari. Dan sudah diizinkan untuk bergerak keluar kamarnya.
"Hubungan kakak sama Kak Harvy baru berapa hari?" tanya Ara penasaran.
Gadis itu akan segera mendaftar di Senior High School yang ada di London.
Demi melanjutkan pendidikannya yang terhenti.
"Baru 5 hari kayaknya" Jawab Milky.
"Kalau kamu?" tanya nya balik.
"Baru 3 bulan"
"Masih baru ya, tapi kelihatanya Zriel suka banget sama kamu"
"Haha, ya gitu deh kak"
Keduanya bercengkrama seperti biasanya, menikmati angin sejuk di musim semi kali ini.
.
.
4 Tahun Kemudian.
Di sebuah rumah minimalis di perkomplekan London, memiliki warna depan putih gading elegan.
Seorang wanita berambut hitam sebahu berjalan dengan tenang menuju meja makan, dia sedang menyiapkan sarapan untuk pagi ini.
"Kamu nanti pulang jam berapa?" tanya nya pada seorang gadis cantik yang duduk di kursi.
Gadis itu sedang fokus pada tabletnya, sehingga tak mendengar pertanyaan dari sang Wanita "Ara" Panggilnya datar.
Membuat gadis itu mendongak "Ha? Apaan?." tanyanya seraya menaikan kaca matanya yang merosot.
Wanita tadi menghela napas singkat "Kamu nanti pulang kuliah jam berapa?" tanya nya lagi.
"Oh, aku pulang jam 5, emang kenapa kak?"
"Gapapa, hanya bertanya"
Dan kemudian mereka memulai sarapan dengan tenang, wanita itu adalah Milky, kini usianya beranjak 24 tahun dan sampai saat ini bayang-bayang mantan masih menghantuinya.
Bagaimana kabar Harvy saat ini, apa dia baik-baik saja? Ah Milky sangat merindukannya. Berharap waktu cepat mempertemukan mereka kembali.
Milky sudah sepenuhnya memaafkan Harvy, pikirannya sudah jernih dan lebih berpikiran luas. Selama di London Milky bekerja sampingan di restoran cepat saji.
Walau gajinya sebagai perawat Ara sangat banyak, namun dia menyimpan uang itu dan memilih bekerja lagi.
.......
Jakarta-Indonesia waktu setempat.
Ruangan ber-Ac yang tak berubah sama sekali, ada seorang Pria tampan duduk di kursi kebesarannya dengan tenang. Berkas penting menggunung di hadapannya saat ini.
Tok tok
"Masuk" Ucapnya dingin.
Cklek..
"Papa~"
Pria itu berhenti mengetik dan kini menoleh ke arah pintu, tersenyum lembut pada sosok yang baru memanggilnya Papa "Qarina, kemari sayang" Ucapnya lembut.
Gadis berusia 4 tahun itu berlari pelan menuju sang Papa, di belakangnya ada seorang wanita muda yang terlihat cantik.
"Mas mau makan siang bersama?" Tanya Wanita itu, Pria tadi menganggukan kepalanya seraya menggendong Putri kecilnya.
"Papa, kita libulan ke london yuk" ujar Qarina semangat dan tak lupa dengan tatapan berbinarnya, Pria tadi mengangguk pelan, dan mengusap surai hitam Putri kecilnya itu.
"Tentu saja"
"Ajak Kakek dan Nenek juga Pa" Ujarnya lagi dan Pria tadi kembali menganggukan kepalanya, dan kemudian menatap sang wanita.
"Kemari Hermina, sedang apa kamu disitu?" Tanya nya lembut.
Wanita tadi menggaruk kepala belakangnya pelan "Gak papa mas" Jawabnya pelan kemudian mendekati Prianya.
Mereka adalah keluarga kecil yang terlihat bahagia ya, wanita yang cantik dan Pria yang tampan, dan juga seorang gadis mungil yang cantik.
Tbc..
Syalalala
KAMU SEDANG MEMBACA
My Alter Ceo [End]
Roman d'amourDari Akuntan malah lari ke Baby sitter? Itulah yang Milky rasakan setelah bertemu dengan Harvy, Ceo tampan pemilik Alter Ego. "Pak? Anda baik-baik saja?" "Eung, alo tatak antik keyayin atu ayki" "Mampus..dia kerasukan.." Dan Milky harus bersabar ka...
![My Alter Ceo [End]](https://img.wattpad.com/cover/240462570-64-k234827.jpg)