5 Tahun Kemudian .....
Gulf sekarang berusia 23 tahun dan tumbuh dengan sempurna bersama keluarganya di Australia. Setelah lulus dari universitas disana, Gulf masih mencari lowongan kerja di bidangnya. Tetapi saat ini tidak mudah untuk mencari pekerjaan sehingga Gulf saat ini menganggur. Dia tinggal di sana cukup baik. Dia tidak kehilangan kontak dengan ibunya di Thailand. Satu-satunya orang di keluarga Jongcheveevat yang masih bisa dihubungi.
Bagaimana dengan ayah?
Gulf sangat membencinya setelah ibu mengatakan bahwa ayah memalsukan penyakitnya hanya untuk membuat Gulf keluar dari kehidupan Mew. Gulf tidak menyangka ayah akan seperti itu. Dia mencintai ayah seperti yang ayah kandung, tetapi ayah memperlakukannya seperti orang asing setelah dia tahu hubungan Gulf dengan Mew. Ibu juga memberi tahu Gulf beberapa tahun yang lalu setelah Mew menikah bahwa Mew sama sekali tidak ingin menikahi Eye. Tapi dia tidak punya pilihan. Itu bukan karena Mew tidak mencintai Gulf lagi. Itu karena ayah memaksa Mew sampai dia dipukuli oleh ayah. Setiap kali Mew dan ayah berdebat satu sama lain dan Mew dipukuli oleh ayah, Mew akan selalu berpegang pada keputusannya bahwa dia tidak akan menikahi orang lain selain Gulf. Tetapi ibu bertanya-tanya mengapa setelah dia kembali dari Australia, yang seharusnya dia temui Gulf, Mew tiba-tiba setuju untuk menikahi Eye setelah ayah memukulinya lagi. Mew tidak pernah menceritakan alasannya pada ibu tapi Gulf tahu apa alasannya.
Tapi Gulf tidak akan menyalahkan Mew. Faktanya, dia tidak membenci Mew karena menikahi orang lain selain dia. Itu karena terkadang, hubungan tidak berarti selamanya. Jadi Gulf percaya, bahkan jika dialah yang terluka oleh perpisahan ini, dia hanya berharap kebahagiaan Mew. Karena baginya Mew adalah cinta terakhirnya. Dia tidak bisa mencintai orang lain setelah Mew dan dia tidak berencana untuk itu.
"Gulf, menurutmu Bright saat ini menyukai seseorang atau tidak?" Tanya Win tiba-tiba.
Mereka sekarang berada di restoran setelah selesai menonton film di bioskop. Bright tidak ikut karena dia sedang bekerja. Di antara mereka bertiga, hanya Bright yang mendapat pekerjaan sedangkan Gulf dan Win tidak. Yah, itu karena mereka melamar pekerjaan di perusahaan yang berbeda jadi itulah mengapa mereka menganggur sekarang.
"Yah .. aku tidak tahu. Dia tidak pernah memberitahuku tentang itu dengan serius. Mungkin dia sedang sibuk dengan pekerjaan sekarang" jawab Gulf.
Win menghela napas dalam-dalam.
Gulf menatapnya dengan seringai.
"Tapi serius Win, kapan kamu akan mengaku padanya? Sudah 5 tahun sialan! Bagaimana kamu bisa menjaga perasaanmu darinya selama itu ??"
“Aku hanya tidak punya keberanian untuk mengaku. Kamu tahu, dia sepertinya sama sekali tidak menyukaiku. Maksudku ya sebagai teman. Tapi tidak lebih dari itu. Dan aku benar-benar takut ditolak.” Ucap Win sembari cemberut.
"Kamu harus memberitahunya, Win. Kamu tidak akan tahu apakah dia memiliki perasaan terhadapmu atau tidak jika kamu tidak mencobanya" Gulf mendorong Win.
Sebenarnya Gulf sudah tahu kalau Bright memiliki perasaan terhadap Win sejak pertama kali mereka bertemu Win sebelumnya, 5 tahun lalu. Tapi Bright karena dia bodoh, dia selalu membantah ketika Gulf menggodanya tentang Win. Yah, itu menyenangkan karena setiap kali Gulf menggoda Bright tentang Win, dia selalu tersipu sampai seluruh wajahnya memerah. Tapi tetap saja dia menyangkal.
"Kalau begitu, kalau dia menolakku. Itu terakhir kali kamu melihatku di sini" kata Win bercanda.
"Hei! Itu tidak lucu, oke" kata Gulf. Dia takut jika Win memang bersungguh-sungguh. Tapi Gulf percaya itu tidak akan terjadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
We Are Brother
Fanfiction[ WARNING: Heavy Angst, Drama, Explicit Mature Contents ] Mew dan Gulf adalah saudara kandung. Mereka sangat mencintai satu sama lain. Mew adalah saudara yang sangat protektif terhadap Gulf sementara Gulf sangat suka diperlakukan seperti bayi ole...
