BULLY
Kringgg.....
Bel istirahat berbunyi nyaring ke seantero sekolah. Radia membereskan buku-bukunya untuk menuju ke kantin sekolah mengisi perutnya yang keroncongan tak di isi sedari pagi.
Gadis itu berjalan menyusuri koridor yang di penuhi makhluk berseragam sekolah tersebut, tak lupa pula dengan mata yang terus mengintai dirinya.
Radia menunduk dalam dan berusaha untuk menulikan pendengarannya agar suara-suara ejekan tersebut tak sampai ia dengar.
Sesampainya di kantin, Radia mulai melangkah untuk memesan makanan. Setelah pesanan nya sudah tersaji dan siap untuk ia bawa ke meja kantin, tanpa sengaja bahunya di senggol seorang gadis, membuat jus yang di pegang Radia tertumpah mengenai seragam seseorang.
Radia mendongak. Tubuhnya menegang seketika, dengan cepat ia menunduk kembali ketika mengetahui siapa orang tersebut.
Sementara seseorang di depannya hanya diam meskipun baju seragamnya sudah berwarna merah bak darah.
'Marcel' batin Radia gemetar. Bagaimana pun, Marcel tidak boleh melihat wajahnya. Bukan tanpa alasan, Radia hanya belum siap Marcel mengetahui dirinya apalagi ketika berhadapan langsung dengan pangeran sekolah itu di tambah dengan dirinya yang berbuat masalah dengan menumpahkan jus berwarna merah ke baju Marcel.
Siapa sih yang tidak takut bermasalah dengan Marcel si kapten basket dan badboy sekolah? Mungkin jawabannya tidak ada. karna yang pasti, hampir semua murid takut mengusik apa yang sudah menjadi ketenangan seorang Marcel.
"Ma-maaf. Aku ti-tidak sengaja" ujar Radia gelagapan.
Marcel tak menjawab, ia hanya diam sambil memandangi siswi di depannya tersebut datar.
Sementara Kevan sendiri yang berdiri di samping Marcel hanya bisa diam memperhatikan keduanya secara bergantian.
Radia semakin gemetar, ketika menyadari ada banyak pasang mata yang menatap dirinya tak suka.
"Ihh....tuh cewek gak tahu malu amat"
"Lah?? Baru kali ini gue liat Marcel kena tumpahan jus"
"Gue pastiin setelah ini, hidup si cupu itu gak bakal tenang"
"Eh! Itu Cupu bisa-bisanya numpahin jus ke baju Marcel"
"Astagah...kak Marcel! Kok diam aja?"
Radia memejamkan matanya, kemudian melangkah maju mendekati Marcel dengan pandangan yang menunduk.
"Ma-maaf" gumam Radia pelan, yang hanya bisa di dengar oleh Marcel. Bahkan saking pelannya, Kevan sendiri tak mendengar gumaman gadis tersebut.
Setelahnya Radia melangkah cepat untuk meninggalkan kantin karena sudah merasa sangat malu.
Namun, belum cukup ia menjauh dari pintu kantin, tiba-tiba saja tangannya di tarik seseorang. Radia tidak tahu betul siapa orang itu, namun yang ia lihat ada banyak orang yang menarik dirinya.
Tiba-tiba pandangan Radia mengabur, kala merasakan sebuah kain membekap mulutnya erat, membuat dirinya kesusahan bernapas.
Radia tak bisa melihat apa-apa lagi selain warna hitam.
****
"Anjir tuh cewek! Berani bat numpahin jus ke baju lo" ucap Kevan pada Marcel yang masih berdiri kaku di sampingnya.
Sementara Kevan yang merasa di abaikan pun langsung saja menepuk pundak sehabatnya itu pelan, membuat sang empu spontan meliriknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kaulah PelangiKu [END]
Teen Fiction-Judul Pertama Radia And Marcel- " Dia baik, senyumnya menawan, perilakunya nakal, namun hatinya bak malaikat" Radia Najda Afifa " Dia berbeda, sangat berbeda, dia apa adanya, dan aku menyukainya" Marcel Regal Saputra ------------------------- "Bang...
![Kaulah PelangiKu [END]](https://img.wattpad.com/cover/244862299-64-k903732.jpg)