HINAAN DAN TANGISAN
Semua orang tercengang melihat pemandangan di depan mereka. Selepas Queen menarik topi rajut milik Radia dari kepalanya, keadaan mulai hening dan bisikan-bisikan kembali terdengar.
Radia sendiri diam di tempat sambil menatap Queen dengan mata yang berkaca-kaca, berbeda dengan Queen, gadis itu malah tersenyum mengejek dengan dugaannya yang memang benar adanya kalau Radia terkena sebuah penyakit.
"Kalian semua lihat kan cewek ini? Kasihan banget kan? Penyakitan!" Maki Queen membuat beberapa orang ikut menatap Radia mengejek.
"Dia bahkan masih nggak malu juga buat nunjukin wajahnya di depan kita semua. Anak haram! Penyakitan! Dan aib keluarga, semua ada pada sosok cewek cupu di depan kita semua"
Degg....
Radia yang semula menunduk sontak mendongakkan kepalanya menatap Queen dengan air mata yang lagi-lagi kembali mengalir.
"Kenapa? Kaget dengar gue tahu rahasia lo?"
Radia hanya diam sambil memandang Queen dengan berlinang air mata.
"Lo lupa kalau gue anak dari seorang Laras Maheswari? Itu berarti gue adalah sepupu lo sendiri...." Queen berbicara sambil berjalan mengelilingi Radia yang masih diam terpaku di tempatnya.
Queen bahkan menginjak topi rajut Radia begitu saja masih dengan senyuman sinisnya itu. Sementara guru-guru tak ada yang bergerak sedikit pun untuk menasehati perilaku Queen yang tidak manusiawi sama sekali.
Mercel?
Laki-laki itu terus memberontak dari pegangan Banu dan Juna yang menahannya agar tidak menghampiri Radia. Bukan karena apa, Banu dan Juna hanya ingin melihat seberapa besar keberanian seorang Queen Si Ratu Bully.
"Gue bahkan sempat mikir kalau lo itu emang sepupu gue atau bukan, buktinya? Lo sendiri nggak kenal gue sebagai sepupu lo kan?" Sinisnya pada Radia.
Radia tersenyun tipis kemudian menatap Queen "Aku tidak pernah lupa dengan status kita berdua Queen, hanya saja..... aku tahu kalau kau pasti merasa malu memiliki sepupu seperti diriku, maka dari itu aku tak mau membuatmu bertambah malu jika semua orang tahu kalau kita adalah sepupu saudara"
Queen mengepalkan tangannya, menatap Radia begitu tajam. Gadis itu hanya tahu kalau Radia adalah gadis anak haram, namun ia tidak tahu kalau sedari dulu Radia sudah mengidap penyakit. Ia bahkan baru mengetahuinya ketika melihat kondisi Radia yang memang berperawakan seperti orang yang penyakitan.
"Tapi lo haru ingat! Gue nggak pernah sudi buat mandang lo sebagai sepupu gue. Dari awal, lo emang selalu menjadi aib keluarga, sekarang, dan sampai selamanya" geram Queen.
Radia memejamkan matanya, gadis itu menatap sekelilingnya di mana semua orang hanya fokus menatap dirinya dan juga Queen.
"Setiap hari, kau dan teman-temanmu menyiksaku di sekolah. Berbagai gunjingan kau ucapkan guna mempermalukanku, kau memang tak pernah memandangku sebagai sepupumu. Tapi kenyataannya, kita besar bersama-sama sedari kecil, meski kau tak pernah menganggapku, tapi aku selalu yakin, kalau suatu saat nanti kau pasti akan memandangku di kemudian hari sebagai sosok gadis yang kau anggap saudaramu sendiri....."
Semua orang terdiam mendengar penuturan Radia. Bahkan Queen sendiri terlihat kehabisan kata-kata.
"Sedari kecil aku selalu bermimpi untuk memiliki kisah berakhir bahagia dan di lalui kesenangan. Semuanya selalu ku harapkan Queen! Tapi kenapa itu sama sekali tidak pernah terwujud? Dari kita duduk di sekolah dasar, aku bahkan tahu kalau kau berbicara yang tidak-tidak pada teman sekelas kita, kau bilang pada mereka kalau aku adalah gadis yang lahir sebagai anak haram, gadis miskin yang memiliki orang tua yang tak tahu malu...."
KAMU SEDANG MEMBACA
Kaulah PelangiKu [END]
Fiksi Remaja-Judul Pertama Radia And Marcel- " Dia baik, senyumnya menawan, perilakunya nakal, namun hatinya bak malaikat" Radia Najda Afifa " Dia berbeda, sangat berbeda, dia apa adanya, dan aku menyukainya" Marcel Regal Saputra ------------------------- "Bang...
![Kaulah PelangiKu [END]](https://img.wattpad.com/cover/244862299-64-k903732.jpg)