KEMBALI
Hari ini Radia sudah dapat pulang ke rumahnya. Setelah beberapa hari di mana malam itu ia menangis dalam pelukan Marcel, Radia tak lagi melihat laki-laki itu saat paginya, bahkan sampai sekarang ini ia tak pernah melihat Marcel muncul kembali di depannya.
Ada apa? Apa yang terjadi dengan laki-laki itu? Radia tidak tahu.
Dan, selama ini juga, hanya ada Bu Jihan yang menemaninya selama di rawat di rumah sakit. Sementara Kak Tina yang merupakan tetangga Radia. Wanita itu memberi kabar pada Radia kalau dirinya sudah pindah ke surabaya.
Dan, Kak Tina juga memberitahu Radia kalau Radia sudah tak dapat lagi bekerja, karena memang Kak Tina yang pindah ke surabaya atas keinginan sang suami yang harus di pindah tugaskan ke kota tersebut.
Radia merasa penyemangatnya berkurang. Lalu bagaimana dengan dirinya yang sekarang sendiri di perumahannya? Pasti akan ada banyak orang lagi yang mencaci maki dirinya.
Radia menghela napas setelah lama memikirkan hal itu. Ia menatap sekitarnya, sudah ada Bu Jihan yang berdiri di ambang pintu ruang inap nya.
"Kamu masih mau berdiri di situ? Dari tadi melamun mulu, ayo cepat! Hari ini kamu pulang kan?" Bu Jihan terkekeh pelan melihat Radia yang tengah menatapnya.
"Eh, maaf bu! Saya tidak tahu kalau ibu sudah datang" Radia menggaruk tengkuk kepalanya sambil menatap Bu Jihan tak enak.
"Sudah tak apa, sekarang ayo Ibu antar kamu pulang"
Setelah mengatakan hal itu, Bu jihan berlalu guna menuju ke parkiran rumah sakit. Radia ikut melangkah menyusul Bu Jihan.
****
"Makasih bu atas tumpangannya" ucap Radia sopan setelah keluar dari mobil milik Bu jihan.
"Iya sama-sama, kamu jaga kesehatan yah"
Radia mengangguk "Iya bu, terima kasih sekali lagi"
Bu Jihan mengangguk seraya tersenyum "Hem, kalau begitu ibu pulang dulu, assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumsalam"
Setelahnya, mobil milik Bu Jihan pun berlalu dari hadapan Radia. Gadis itu menatap jauhnya mobil Bu Jihan. Ia menghela napas, kemudian menatap sekelilingnya.
Sudah ia ketahui, pasti ada banyak pasang mata yang menatap dirinya sinis.
"Ck! Ck! Anak itu dari mana saja?"
"Setelah orang tuanya meninggal, dia selalu keluyuran yah?"
"Bagaimana dengan orang tuanya ketika tahu kalau anak semata wayangnya seperti ini?"
"Sebagai orang tua ya pasti mereka malu lah! Orang anaknya murahan gitu!"
Sudah cukup. Radia sudah tak tahan, ia menenteng tas berisi pakaiannya selama di rawat di rumah sakit, membawa tas itu masuk ke dalam rumah bersama dirinya.
Bu Jihan memang mengantar dirinya sampai di depan rumah. Meskipun rumahnya masuk gang kecil, namun Bu Jihan berpikir kalau lebih baik ia mencari jalan lain.
Dan, ternyata ada jalan lain yang bisa ia lintasi agar sampai tepat di depan rumah anak murid nya itu.
Radia menutup pintu rumahnya pelan. Ia menatap kondisi rumahnya yang beberapa hari ini tak ia tinggali.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kaulah PelangiKu [END]
Teen Fiction-Judul Pertama Radia And Marcel- " Dia baik, senyumnya menawan, perilakunya nakal, namun hatinya bak malaikat" Radia Najda Afifa " Dia berbeda, sangat berbeda, dia apa adanya, dan aku menyukainya" Marcel Regal Saputra ------------------------- "Bang...
![Kaulah PelangiKu [END]](https://img.wattpad.com/cover/244862299-64-k903732.jpg)