MANIS
Pelangiku
Marcel menggeleng pelan, kemudian kembali menatap gadis cantik berkacamata di depannya, ia tersenyum tipis sembari melirik botol yang masih menggantung di depannya.
"Apa?" Tanya Marcel bingung.
Radia nampak tersenyum lembut kemudian mendekatkan botol air mineral dingin itu pada Marcel.
"Air. Kamu pasti haus kan? Jadi aku beliin kamu air. Semoga sedikit membantu. Kalau gitu...... aku pamit ke kelas" Setelah memberikan botol dan melemparkan senyuman teduh nya pada Marcel, Radia pun beranjak melenggan meninggalkan lapangan menuju kelasnya.
"Thanks" gumam Marcel yang masih berdiri kaku di tempat sambil memandang punggung yang menjauh itu dengan datar.......... kemudian....... ikut tersenyum.
Manis
****
Bel istirahat ke dua berbunyi begitu nyaring. Namun, gadis yang berdiam diri di kelas itu masih saja tidak bergerak sedikitpun. Entahlah, ia merasa tubuhnya tak bisa ia gerakkan.
Kacamatanya pecah akibat kelakuan Queen bersama teman-temannya. Di istirahat pertama, Queen kembali membully nya hanya karna dirinya yang memberikan air pada Marcel.
Berkali-kali Radia mengguman kata maaf. Namun, berkali-kali pula Queen menampar, menjambak, mengguyurnya dengan air bekas pel, bahkan membenturkan kepalanya di tembok toilet. Memang kejam.
Radia tak bisa melakukan apa-apa lagi saat itu, ia hanya bisa pasrah dan berdoa kepada Tuhan semoga selalu di lindungi.
Dan jadinya, seragam sekolah yang di gunakan gadis itu basah. Untung saja, hari ini ia Mapel penjas, jadi ia mengganti baju putihnya menjadi baju olahraga.
Perlahan Radia beranjak dari duduknya, berusaha berdiri meski kakinya terasa berat untuk melangkah.
Pelan-pelan Radia mulai berjalan dengan tangan yang bertumpu pada meja-meja juga kursi yang ia lewati.
Hingga ia bertumpu pada meja dekat pintu kelasnya, tiba-tiba saja meja tersebut bergeser membuat tubuh Radia limbung ke depan, hingga pelipisnya bertubrukan pada kepala bangku.
Brukkk....
Radia terjatuh di lantai kelas. Pelipisnya sudah mengeluarkan darah. Penglihatan gadis itu mengabur. Beberapa kali ia menggumam kata tolong meski suaranya selalu saja tercekat.
Radia...
Merasa.... kepalanya begitu sakit.
Merasa....... kakinya tak dapat lagi ia gerakkan.
Merasa.... tubuhnya kaku.
Merasa..... nafasnya tak beratur.
Hingga...cairan berwarna merah kental keluar dari lubang hidungnya.
Radia menyentuh cairan dingin itu, hingga kesadarannya mulai menghilang.
Radia pingsan dengan keadaan yang begitu kacau.
****
Keadaan kantin sangat ramai pengunjung. Banyak sekali antrean di berbagai tempat makanan yang berbeda-beda.
Beberapa murid nampak berbisik-bisik membicarakan sesuatu yang membuat murid lainnya terkejut setelah mendengar bisikan itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kaulah PelangiKu [END]
Novela Juvenil-Judul Pertama Radia And Marcel- " Dia baik, senyumnya menawan, perilakunya nakal, namun hatinya bak malaikat" Radia Najda Afifa " Dia berbeda, sangat berbeda, dia apa adanya, dan aku menyukainya" Marcel Regal Saputra ------------------------- "Bang...
![Kaulah PelangiKu [END]](https://img.wattpad.com/cover/244862299-64-k903732.jpg)