SAMBUTAN BAIK
"Radia?" Panggil Marcel pada Radia.
Sementara Radia yang melihat Marcel berjalan ke arahnya hanya diam di tempat.
"Kamu kenapa ada di sini? Dan....baju kamu kenapa basah begini?" Tanya Marcel dengan raut wajah khawatirnya.
Sumpah!
Kenapa giliran Radia, Marcel turun tangan? Sementara bunda nya yang juga basah kuyup tak ia tanyai apa-apa. Hmm... tapi Reva bukanlah sosok wanita yang memiliki rasa iri sedikitpun meski itu dari anak juga suaminya.
Wanita paruh baya itu malah tersenyum jahil melihat pancaran mata Marcel yang dapat kita ketahui kalau laki-laki itu sangat menyayangi sosok gadis di depannya.
"Ta-tadi a-aku—"
"Dia di usir dari rumahnya sama Tante Laras" potong Reva membuat semua orang tercengang mendengarnya.
Radia sendiri hanya memejamkan matanya, ia tahu kalau Reva pasti tidak akan diam tentang ini, yahh...Radia memang sudah menceritakan semuanya kepada Reva, begitu pun dengan dirinya yang merupakan anak haram?
Marcel mengepalkan tangannya kuat, tanpa berpikir panjang, ia mulai beranjak meninggalkan semua orang menuju kamarnya.
Laki-laki itu merasa amat kesal sekaligus marah, karena itu lah ia memilih untuk pergi guna meredamkan segala emosinya dari pada ada banyak orang yang terkena lampiasan kemarahan darinya.
Radia sendiri hanya bisa menghela napas melihat kepergian kekasihnya.
"Sudah, Marcel pasti lagi banyak pikiran" sahut Reva menenangkan Radia.
Radia tersenyum "Iya bun, aku tahu"
Reva mengangguk kemudian menoleh ke arah Raya "Raya!"
Raya yang mendengar panggilan dari sang bunda pun menyahut "Ia bun kenapa?"
"Tolong bawa Radia ke kamar kamu ya sayang, buat bersih-bersih"
Raya tersenyum lebar "Siap Bunda" seru gadis itu sembari melangkah mendekati Radia "Ayo kak, aku anterin"
Radia mengangguk seraya tersenyum tipis, dan mulai ikut melangkah menyusul Raya menuju lantai dua. Namun, tiba-tiba langkahnya berhenti karena Misel yang langsung saja memegang pundaknya tiba-tiba.
Radia memandang Misel bingung, sementara Misel tersenyum tulus "Selamat datang di keluarga baru kamu Rad!"
Radia tersenyum haru, perempuan itu langsung saja memeluk Misel "Terima kasih kak!" Ujarnya bahagia.
Misel mengangguk sembari melepaskan pelukannya kemudian mengisyaratkan Radia untuk kembali berjalan menyusul Raya.
Radia pun mengangguk dan kembali berjalan, sekilas ia melirik ke arah Regan, Friska, dan Rian yang tengah menatap ke arahnya. Gadis itu membungkuk seolah menyapa.
Sementara Regan, Friska, dan Rian yang melihat kesopanan gadis itu, lantas tersenyum kepada gadis cantik tersebut.
****
"Jadi mulai sekarang kak Radia tidur bareng aku!" Seru Raya bahagia.
Radia sendiri masih diam sambil memperhatikan isi kamar Raya yang nampak sangat luas, bersih, rapi juga terlihat cocok dengan sosok gadis anggun itu.
Radia menatap Raya dengan mata berkaca-kaca. Ia sangat bahagia karena sudah di sambut begitu baik oleh keluarga Marcel. Gadis itu tersenyum tipis dengan air matanya yang kembali meluruh "Terima kasih Ray"
KAMU SEDANG MEMBACA
Kaulah PelangiKu [END]
Teen Fiction-Judul Pertama Radia And Marcel- " Dia baik, senyumnya menawan, perilakunya nakal, namun hatinya bak malaikat" Radia Najda Afifa " Dia berbeda, sangat berbeda, dia apa adanya, dan aku menyukainya" Marcel Regal Saputra ------------------------- "Bang...
![Kaulah PelangiKu [END]](https://img.wattpad.com/cover/244862299-64-k903732.jpg)