MERASA LEBIH BAIK?
Radia keluar dari mobil milik Marcel di susul oleh sang pemilik. Gadis itu berdiri tepat di depan pagar rumahnya sambil tersenyum tipis.
Marcel menatap Radia kemudian menatap rumah gadisnya yang selalu ia kunjungi kala tahun 2017 lalu. Rasanya waktu begitu cepat berlalu, membuat Marcel tak lupa kalau dirinya selalu duduk di teras rumah Radia bersama Ayah dari sang kekasih.
Marcel menghela napas kemudian menatap wajah teduh Radia "nggak ada orang lain di rumah kamu?" Tanya Marcel dan Radia hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawabannya.
Suasa perumahan Radia kali ini nampak begitu sepi, ibu-ibu yang biasanya berbicara jelek tentang Radia tidak nampak sama sekali. Hal tersebut membuat Radia menghela napas, kemudian mendongakkan wajahnya guna menatap Marcel.
"Kamu mau mampir dulu atau langsung pulang?" Tanya Radia.
Marcel langsung saja menggelengkan kepalanya "Aku langsung pulang"
Radia manggut-manggut mengerti, ia lantas menatap sekitarnya dan kembali menatap Marcel "Kalau begitu aku masuk dulu, kamu hati-hati di jalan nanti" ujar Radia.
Marcel menganggukkan kepalanya sambil tersenyum, tangan kanannya bergerak menggenggam tangan Radia, dan tangan kirinya terangkat guna mengentuh pucuk kepala sang gadis.
"Kamu udah merasa baikan?" Tanya Marcel lembut.
Radia tersenyum tipis. Gadis itu melangkah maju dan memeluk tubuh tegap pemuda di hadapannya. Entah kenapa, ia merasa sangat senang mendengar Marcel sudah mengingat dirinya.
Bahkan ia sendiri tidak bisa melepaskan diri dari dekapan sang kekasih, seperti sekarang ini dirinya malah mempererat pelukannya pada Marcel, hal itu membuat laki-laki tersebut terkekeh pelan sembari membalas pelukan gadisnya.
"Kamu kenapa, hm?" Tanya Marcel pelan.
Radia menggeleng "Aku cuma senang aja, kamu udah ingat aku"
Marcel lagi-lagi tersenyum "Senang banget yah?" Goda laki-laki itu.
Radia terkekeh kemudian mengangguk antusias membuat Marcel tersenyum geli dan perlahan melepaskan pelukan mereka.
"Aku pulang dulu, kamu baik-baik di sini, ingat kamu sendiri loh, kalau ada apa-apa telepon aku aja" ujar Marcel menasihati.
Radia nampak berpikir, kemudian menatap Marcel dengan senyum canggungnya "Aku nggak punya nomor kamu"
Marcel menghela napas kemudian mencubit kedua pipi Radia gemas "nomor pacar sendiri kok nggak punya" cibir laki-laki itu, membuat Radia mengerucutkan bibirnya kesal.
"Memangnya kamu punya nomor aku?" Tanya gadis itu menantang.
Marcel yang masih mencubit pipi Radia pun tersenyum "Punya!"
Radia memicingkan matanya "Coba aku lihat" pinta gadis itu.
Marcel pun kemudian memasukkan tangannya ke dalam saku abu-abunya guna mengambil ponsel miliknya. Setelah itu, ia pun memberikan ponsel tersebut pada gadis di depannya.
Radia yang menerima ponsel itu mengerutkan keningnya "Aku nggak tahu pin hp kamu"
Marcel menghela napas "tanggal jadian kita"
"Hah?"
Marcel membuang napas kasar berusaha untuk bersabar, kemudian mengusap kepala kekasihnya "Pin hp aku tanggal jadian kita"
"Memangnya kita pacaran tanggal berapa?" Tanya Radia polos.
Marcel memasang wajah datarnya sambil bersidekap depan dada. Sementara Radia sendiri masih bingung memikirkan tanggal jadian mereka kapan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kaulah PelangiKu [END]
Fiksi Remaja-Judul Pertama Radia And Marcel- " Dia baik, senyumnya menawan, perilakunya nakal, namun hatinya bak malaikat" Radia Najda Afifa " Dia berbeda, sangat berbeda, dia apa adanya, dan aku menyukainya" Marcel Regal Saputra ------------------------- "Bang...
![Kaulah PelangiKu [END]](https://img.wattpad.com/cover/244862299-64-k903732.jpg)