PELANGIKU
Radia POV
"Aku gadis yang pernah menjadi pacarmu di masa lalu"
Sayangnya kalimat itu hanya ku ucapkan dalam hati. Tidak ada niatan sama sekali untukku mengucapkan hal itu padanya.
Ku lihat, Marcel hanya diam tak lagi menanyakan sesuatu. Hingga akhirnya ia berdiri masih memayungi diriku.
Aku ikut mendongak menatapnya dari bawah. Tangannya kian terulur di depan wajahku, aku menegang, apa maksud dari ulurannya?
Aku menghembuskan napas sembari memejamkan mata.
Perlahan....
Aku mulai menyambut uluran tangannya, ia menggenggam tanganku begitu erat, seolah menyalurkan kehangatan. Dah yah, aku merasa sangat hangat.
Ia benar-benar baik hati. Dia memang badboy tapi hatinya bagaikan seorang malaikat.
"Lo tinggal di mana?" Tanya Marcel padaku.
Aku berpikir maksudnya menanyakan itu padaku apa? Apa dia akan mengantarku pulang? Oh tidak, kenapa aku pede sekali?
Aku hanya tersenyum, kemudian mengambil kantong kresek berisi bahan makanan ku. Sementara masker ku sudah bertengger manis di kantong celanaku.
Aku sadar, dia memperhatikan gerak-gerik ku, hingga aku kembali berdiri di depannya dan lagi-lagi hanya bisa tersenyum.
"Rumah ku dekat sini" jawabku seadanya. Aku tidak tahu, harus menjawab apa.
Dia mengangguk "Gue antar pulang" ujarnya, kembali mendekatiku untuk memayungiku bersamanya.
Namun, aku masih bergeming. Berbicara dengannya sudah sangat cukup bagiku. Dia tidak perlu lagi mengantarku pulang. Aku senang dia datang di saat aku membutuhkannya tadi.
"Aku pulang sendiri saja. Kamu tidak usah mengantarku" ujarku ketika mengetahui tatapannya yang bertanya-tanya padaku.
"Enggak. Gue antar pulang"
Dia batu. Sangat keras kepala. Sama seperti dulu. Persis dengan dirinya di masa lalu.
Sampai saat ini, aku masih mempertanyakan sesuatu, kenapa dia bisa melupakanku?
Aku kembali tersenyum.
"Tidak apa-apa. Aku bisa pulang sendiri, lagipula hujan sudah mulai reda"
Ku lihat Marcel menatap langit. Ia tersenyum memandangi langit, entah apa maksud senyumannya, namun perlahan aku ikut menengadahkan kepalaku, untuk melihat apa alasan di balik senyumnya.
Terkejut.
Aku benar-benar terkejut. Namun, perlahan ikut tersenyum.
Di sana di atas langit terpampang jelas garis lengkung berwarna-warni, pelangi.
Yah...
Itu pelangi, pelangi yang sangat indah.
Aku menatap Marcel yang berdiri menjulang di sampingku. Ia masih menatap langit, dan masih dengan senyumnya yang manis.
"Kamu suka pelangi?" Tanyaku padanya.
Dia menolehkan kepalanya menatapku, ia tersenyum kemudian menangguk.
"Hm. Entah kenapa melihat pelangi, gue seperti melihat senyuman seseorang, seseorang yang sangat suka sama pelangi, nggak tahu kenapa, dan gue juga nggak ngerti, siapa seseorang yang gue maksud. Tapi, gue ingat dia pernah tersenyum sambil memandang langit yang menampilkan pelangi" jelasnya membuat hatiku terasa sakit.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kaulah PelangiKu [END]
Teen Fiction-Judul Pertama Radia And Marcel- " Dia baik, senyumnya menawan, perilakunya nakal, namun hatinya bak malaikat" Radia Najda Afifa " Dia berbeda, sangat berbeda, dia apa adanya, dan aku menyukainya" Marcel Regal Saputra ------------------------- "Bang...
![Kaulah PelangiKu [END]](https://img.wattpad.com/cover/244862299-64-k903732.jpg)