BUJUKAN
Tok...tok...tok
Marcel mengabaikan ketukan yang entah sudah ke berapa kali itu terdengar. Laki-laki tersebut masih diam berdiri di balkon kamarnya sambil menatap langit malam yang di hiasi bulan juga bintang. Hujan memang sudah mereda beberapa jam yang lalu. Tapi, hawa dingin masih saja menyambut meski hujan sudah berhenti.
"Marcel! Ini aku Radia"
Mendengar kalimat itu, Marcel lantas beranjak dari tempatnya guna membuka pintu kamarnya.
Setelah pintu kamar terbuka, ia dapat melihat kalau gadis yang menyandang sebagai pacarnya tersenyum manis ke arahnya "Kamu kenapa baru mau buka pintunya hm?"
Marcel menggelengkan kepalanya "Nggak papa" sahut laki-laki itu cuek.
Radia mendelik "Ngomongnya dingin gitu yah" sinis gadis itu. Namun, ucapan sinisnya malah terlihat menggemaskan di mata Marcel, terbukti dari cowok itu yang sekarang diam-diam tersenyum tipis.
"Ngomong sama pacar sendiri cuek gitu yah" ucap Radia lagi.
Marcel sudah tak tahan, laki-laki itu dengan secepat kilat menarik tangan Radia untuk masuk ke dalam kamarnya kemudian mengunci pintu kamarnya.
Radia yang mendapat tarikan tiba-tiba namun lembut itu terkejut bukan main, bahkan gadis tersebut masih diam meski Marcel kini menarik dirinya untuk ikut menuju balkon kamar pemuda tersebut.
Setelah tersadar, Radia bukannya tersenyum, ia malah menatap Marcel tajam "Kamu kenapa malah narik aku masuk ke kamar kamu sih? Aku manggil kamu itu buat ikut aku kumpul sama yang lain di bawah"
Marcel berdecak, padahal niatnya ingin berduaan dengan gadisnya. Seolah tak mendengar ocehan dari sang gadis, Marcel malah menarik Radia untuk berdiri di depannya dengan posisi yang membelakangi dirinya sendiri.
Dengan begitu. Marcel langsung memeluk Radia dari belakang, kedua tangannya melingkar indah di tubuh Radia yang sekarang ini diam membeku di tempatnya.
Radia tak pernah risih jika Marcel memeluknya, fiks namanya jatuh cinta emang gitu yah.
Marcel menumpukan dagunya pada pundak kiri Radia, laki-laki itu mempererat pelukannya seakan tak ingin gadis di depannya pergi.
Radia tersenyum tipis, ia menggenggam kedua tangan Marcel yang berada di perutnya "Kamu kenapa hm?"
"Aku nggak mau kamu ninggalin aku" ucap Marcel sambil memejamkan matanya.
Radia mengerutkan keningnya "Siapa yang bakal ninggalin kamu? Aku nggak bakal kemana-mana kok, buktinya aku di sini. Bareng kamu"
Marcel menghembuskan napas pelan, bukan itu maksudnya, hanya saja ia...... hufftt... ia merasa kalau Radia akan meninggalkannya suatu saat nanti.
"Kenapa? Kamu lagi ada masalah? Banyak pikiran?" Tanya Radia ketika merasa kalau Marcel semakin mengeratkan pelukannya.
"Aku nggak papa! Aku cuma mau seperti ini dulu untuk sementara"
Radia tersenyum tipis sembari mengelus punggung tangan Marcel yang barada di perutnya "Cel!" Panggilnya lirih.
Marcel berdehem sebagai jawabannya.
"A-aku kedinginan" ujar Radia pelan.
Marcel membuka matanya, laki-laki itu lantas mengeratkan pelukannya pada Radia. Hingga, ia merasa kalau tubuh gadis itu bergetar kedinginan.
Seketika pemikiran buruk hinggap ke kepala Marcel. Laki-laki itu bergegas memutar tubuh Radia agar berhadapan langsung dengannya.
Dan, hal yang lagi-lagi membuatnya tercengang adalah...... sebuah darah yang sudah keluar dari hidung gadis itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kaulah PelangiKu [END]
Teen Fiction-Judul Pertama Radia And Marcel- " Dia baik, senyumnya menawan, perilakunya nakal, namun hatinya bak malaikat" Radia Najda Afifa " Dia berbeda, sangat berbeda, dia apa adanya, dan aku menyukainya" Marcel Regal Saputra ------------------------- "Bang...
![Kaulah PelangiKu [END]](https://img.wattpad.com/cover/244862299-64-k903732.jpg)