"siapa yang mau duduk depan supaya pintar?"
dengan senyum sumringahnya, mingi mengangkat tangan sukarela. "saya pak!"
buru-buru mingi membawa lks dan pensilnya ke bangku paling depan, dihadapan sang guru.
"nah, kalau duduk didepan kan jadi pintar, kalau dibelakang jadi bodoh."
yeosang yang duduk dibarisan paling belakang tidak peduli dan melanjutkan kegiatan menonton animenya dengan tenang dibalik buku lks yang berdiri.
mingi menyengir lebar. "saya pintar berarti pak?"
sang guru hanya mengangguk, lalu meminum air hangatnya. matanya menelisik seluruh isi ruang kelas 12 IPA 2 tersebut. "ah, san san, ini isi gelas saya aja daripada kamu ngantuk."
san yang baterainya tinggal 5% itu langsung bangkit dengan malas. "teh pak?"
"saya nggak mau diabetes, air hangat aja."
san membawa gelas kosong tersebut ke ruang guru untuk mengisinya dengan air hangat, sesuai permintaan.
"pak hongjoong, kenapa capung suka menikah dilapangan?"
semua mata langsung tertuju ke seonghwa yang memasang wajah serius. "kamu suka perhatiin capung kawin kalo upacara, ya?"
"iya tau pak! capungnya kawin jejer 3 kadang!" suara lain terdengar, ternyata itu yuqi yang menyambung obrolan.
seluruh penghuni kelas ribut perkara capung yang suka berterbangan sembari bermaksiat ditengah lapangan ketika upacara pagi hari senin.
"kawinnya aneh lagi pak, masa dipunggung?" mingi menimpali sembari mengilustrasikan si capung dengan tangannya.
"IYA PAK MASA DIPUNGGUNG?!"
hongjoong sepertinya bingung harus menjawab apa. "ya suka suka capungnya mau pake gaya apa, saya mah nggak tau, nggak pernah nanya."
seonghwa bingung, begitu juga san yang baru kembali dengan membawa cangkir yang telah terisi.
"makasih ya san."
mingi dan yang lainnya tertawa terbahak-bahak, ujung matanya bahkan mengeluarkan air mata. "aduh anjim sakit perut." lalu, pemuda sipit itu mengeluh mules sehabis tertawa.
"sudah sampai mana kemarin? sampai wooyoung ya?"
wooyoung yang asik mengobrol dengan yoojung langsung memegang buku lksnya. ia berbisik pada yoojung yang sibuk berkaca. "nomor berapa njir kemaren?"
wooyoung dengan cepat mencari halaman soal yang terakhir mereka bahas pertemuan terakhir.
"nomor 30, apa woo?"
ah sial, wooyoung belum sempat menyontek milik yunho.
"eum, anu pak, eum- bentar pak,"
biar keliatan mikir, pikir wooyoung. padahal soal saja belum ia baca.
"apa jawabannya woo?"
"a pak! pasti a!"
"yakin?"
"eh, b pak b!"
hongjoong terkekeh. "coba kalo lia, apa jawabanmu?"
lia itu murid pintar. pasti satu lks sudah terisi semua soalnya.
"d pak."
"wooyoung. kata lia d, bener apa salah?"
"bentar pak, mikir dulu."
"mikir apa mikir woo?"
wooyoung cengengesan. hongjoong menutup bukunya, lalu melirik jam tangannya.
"aduh, kayaknya bapak ada acara, tapi nggak enak kalo ninggalin kalian, nanti dibilang gaji buta."
yunho udah mesem-mesem disamping mingi. "pergi aja pak, nanti bapak ditungguin lho pak,"
"iyalah, bapak juga males disini,"
seluruh murid nampak sumringah.
"pak! ulangan yang kemarin?"
"oh itu, belum saya koreksi, males,"
"males terus bapak mah!" celotehan mingi membuat hongjoong menyengir.
a/n :
fyi, ini real keadaan kelasku waktu itu. bapak biologi kesayangan ipa 2 ahahahha. posisi mingi itu sebenernya aku gaes :3 dan soal capung maksiat, EMANG SUKA MAKSIAT DITENGAH LAPANGAN PAS UPACARA. jorok betul dasar capung! :(
pokoknya semua celotehan yang ada diatas itu benar adanya. yaampun nangis ㅠㅠ guruku itu savage sekali..
