.
yunho itu seorang pengusaha yang cukup sukses. diusianya yang baru menginjak 25 tahun, dia sudah dapat merintis usahanya sendiri.
dan kini, telah sepuluh tahun dan usaha nya telah berkembang pesat.
hidup nya hampir saja sempurna, jika saja kini dirinya berpendamping. yunho bukan lajang, tapi dia duda ber-ekor dua.
"papa! kakak mau punya mama!"
"dedek juga!"
yunho pusing jika sudah urusan pasangan. akan mudah jika dia ini lajang, namun, dia kan sudah duda?
lagipula, kritetrianya bukan cuma paras indah yang menawan. yunho juga butuh yang baik serta yang menerima kedua anaknya yang kelebihan energi.
"papa, langsung pulang atau ke kantor papa dulu?" yunho melirik san yang sedang menyusun rangka optimus-nya dari kaca spion tengah mobil. "ke kantor, papa mau tanda tangan berkas sebentar."
"mau lama mau bentar, papa harus bayar!" kali ini jongho menimpali, walaupun fokusnya masih pada bumblebee-nya.
yunho mendengus, memarkirkan mobilnya begitu sampai dikantornya. "baik pangeran, dua mcflurry buat pangeran san dan pangeran jongho."
keduanya terkikik, lantas turun dari mobil dan mengikuti jejak yunho untuk masuk kedalam gedung yang diketahui adalah kantor milik papanya.
"kak seonghwa!"
yang dipanggil menoleh. mengalihkan atensi dari sebuah berkas ditangannya. "oh, hai san!"
anak dengan usia 7 tahun itu langsung melompat riang sembari menunjukkan mainannya. "kenalin, ini optimus!!"
"hai? optimus?"
san menggerakkan kedua tangan robot mobil itu, seakan membuatnya berinteraksi. "halo, kakak seonghwa!" ucap san, suaranya dibuat-buat dan seonghwa merasa anak itu menggemaskan.
"kakak hwa! ini blububi!"
jongho lari dari ruang kerja ayahnya. si bungsu merasa kehilangan kakaknya, ternyata san menyelinap masuk ruangan sekretaris papanya.
"bumblebee dedek! kakak kan udah bilang!"
"sama aja!"
seonghwa tidak tahan untuk tidak tertawa gemas melihat keduanya.
sementara itu, yunho menandatangani beberapa berkas yang telah di siapkan oleh seonghwa dimejanya. setelah selesai dengan urusannya, pria itu bergegas membawa kedua ekornya pulang.
"kakak, dedek," keduanya cemberut mendengar interupsi papanya yang pasti akan mengajak pulang. lah? tadi kayaknya maunya langsung pulang? enggak dong, beda lagi urusannya kalo ada sekretaris manisnya papa.
"kak hwa ikut pulang!" san mengangguk setuju. "iya! harus ikut!" jongho langsung highfive dengan san setelahnya.
"eh?" seonghwa gelagapan.
"park seonghwa, ikut saya pulang dulu ya?"
akhirnya, seonghwa terjebak di mobil atasannya. selagi yunho memesan mcflurry dengan drive thru yang mereka lakukan, seonghwa hanya bisa mengangguk kikuk begitu ditawari juga.
"papa!"
"apa dek?"
jongho berbisik sebentar ke telinga san, dan kedua anak itu langsung mengangguk sembari menyengir lebar.
yunho sudah kembali menyetir dan melirik keduanya dari kaca spion. "apa?"
"papa harus menikah sama kak hwa!"
UHUK UHUK
seonghwa langsung tersedak fanta float.
"eh eh hwa, nggak apa?"
seonghwa mengangguk, menandakan dia tidak apa-apa. yunho langsung melirik tajam pada kedua anaknya yang malah berpura-pura tidak melakukan apa-apa.
sebenarnya mereka berdua ini sifatnya meniru siapa si? ah, yunho jadi ingat dengan mingi, jadi tidak heran. keduanya menurun sifat dari mendiang mamanya.
yunho melirik seonghwa yang tenang menatap jalanan. sekretarisnya itu manis, baik hati, dan menawan. sangat tipenya.
persis seperti mingi.
yunho menoleh kebelakang sebentar, dan ternyata san dan jongho telah terlelap.
"hwa?"
"iya, pak?"
"kamu, mau menikah dengan saya?"
