about us

1.2K 131 14
                                        

(the beginning of yunsan's curious)

berbeda dengan hongjoong yang biasa aja waktu denger san dan yunho punya hubungan khusus yang lebih dari sekadar teman akrab, seonghwa excited bukan main.

seonghwa juga bukan homophobic dan sejenisnya, malah dia suka sekali nontonin drama bl thailand. tapi, dia nggak nyangka, kalo sekarang hal semacam itu ada di real life. dan beruntungnya seonghwa, mereka temannya.

"lucu banget sih!"

san cuma bisa pasrah waktu pipinya di unyel-unyel sama oknum park. yunho diujung sana juga nggak melirik dia yang udah mau sekarat di uwes-uwes sama seonghwa sejak satu jam yang laluㅡlagi sibuk sama buku hukumnya.

"udah deh, gue pulang,"

akhirnya, penderitaan akan berakhir. seonghwa pergi dari pandangannya, menyisakan yunho yang masih berkutat dengan tugas kuliahnya di gazebo dekat parkiran fakultas hukum.

sebenarnya, san itu bingung. perasaan yunho ke dia itu gimana sih? san takut jika yunho cuma penasaran sama gimana rasanya kissing, cuddleㅡya, something like thatㅡke sesama jenis.

kelamaan melamun, san sampai nggak sadar kalau yunho udah stand by di motornya.

"hey, mau pulang gak?"

san mengerjap. menatap yunho sejenak, lalu mengangguk kecil.









selama perjalanan, nggak banyak yang diomongin, karena san sendiri bukan pendengar yang baik jika ada di motor.

yunho memutuskan untuk menginap lagi di kosan milik san. san hanya mengangguk mengiyakan. lagipula jika dilarang, yunho akan tetap tinggal.

"tugasmu udah selesai?"

yunho mengangguk, matanya masih fokus ke layar ponsel. san menonton televisi dengan tenang, tangannya sesekali mengusak rambut hitam yunho yang ada dipangkuannya.

"san,"

"hm?"

yunho sebenarnya sadar jika san lebih banyak melamun hari iniㅡnggak sepenuhnya sadar karena pikirannya masih berpusing ria soal tugas yang menumpuk.

"mikirin apa?"

"nggak ada." san itu denial. mata sipit itu nggak ada niatan sama sekali untuk menatap yang lebih tua kembali.

mau tak mau, yunho bangkit. menempati sisi disamping san. tangannya terulur untuk meraih tubuh san agar bergeser menghadapnya.

"bohong 'kan?"

san menggeleng. namun, dalam sepersekian detik, ia mengangguk.

"iya bohong. lagi kepikiran sesuatu,"

sebelah alis yunho terangkat, penasaran. "apa?"

"about our relationship?"

ini pertama kalinya yunho tau kalau san sebenarnya gelisah tentang hubungan mereka yang nggak jelas. temenan nggak terus-terusan skinship sampai ciuman 'kan? tapi mereka juga nggak ada ikatan pasti yang romantis atau singkatnya, pacaran.

yunho sendiri nggak paham sama perasaannya sendiri. dia masih bimbang, ragu, takut salah ambil keputusan. masalahnya, san bukan cewek yang gampang tinggal tembak, terus jadian deh. tapi mereka ini sama, dan itu membuat yunho harus berpikir beberapa kali.

"bingung ya?"

kepalanya terangkat untuk menatap san. "nggak,"

"nggak usah dipikirin dulu kalo emang bikin pusing."

hatinya menghangat begitu tangan san terulur untuk menepuk singkat kepalanya. yunho juga denial, sudah jatuh hati aja masih berpikir ribuan kali.

"mau pacaran?"

san terkesiap. "p-pacaran? kamu serius?"

yunho mengangguk, mengambil kedua tangan san dan menyimpannya dalam genggaman tangan besarnya.

"aku nggak pernah se-serius ini sama kamu san,"








dua hari berlalu, san masih sama seperti biasa yang selalu ngglesotan di kasur jika nggak ada kelas dan tugas kuliah.

dengan bentuk yang masih acakadul, san melirik ponselnya.

yunho <3


nggak ada kelas? |
09.34 am

| kosong, besok jam 3
| kamu udah selesai kelas?
09.35 am

udah kok |
mau sarapan apa? aku ke kosan sekalian bawa makanan |
09.37 am

| bubur ayam gak pake kacang
09.39 am

oke, sayang |
09.40 am


san mengunci ponselnya dan langsung bergegas membersihkan diri ke kamar mandi. malu lah, mau jumpa pacar kok rupa-nya kaya gelandangan?

setelah selesai mandi dan sedikit merapikan kamar, nggak lama yunho datang dengan sebungkus bubur ayam.

"kamu nggak makan?"

yunho menggeleng, sibuk menghirup wangi tubuh san yang baru mandi.

san cuek aja. lebih baik dia makan dengan tenang sambil menonton acara tv pagi, seperti masha and the bear contohnya?

tapi san lupa, ini hampir siang dan dimana-mana hanya ada acara gossip yang menyebalkan.

"kok dimatiin?"

yunho menaruh dagunya di bahu kanan san dan melingkarkan tangannya di perut sang kekasih anyar.

"bete, cuma acara julid doang."

bubur ayam nya sudah habis dan san bosan dengan benda besar pipih dihadapannya.

"gemes banget sih,"

"siapa?"

yunho menggigit pipi san main-main. "kamu."

"dih gombal, awas ah mau tidur aja,"

yunho menggeleng dan semakin mengeratkan pelukannya. "tidur terus nggak baik."

"terus ngapain?"

"olahraga harusnya,"

"olahraga apa?"

"gini."

yunho meraih dagu san dan menempelkan kedua bibirnya pada ranum milik san. membuat san reflek berbalik menghadap yunho dan memegang bahu lebar itu.

keduanya memejamkan mata. san lama-kelamaan semakin terbuai dan nggak sadar kalau tubuhnya udah ada kasurㅡyang semula di karpet, dengan yunho yang mengukungnya diatas.

"nghㅡ yunhㅡ"

san rasa stok udara dalam paru-parunya menipis, membuat tangannya memukul dada yunho meminta menyudahi kegiatan bertukar saliva mereka berdua.

"cantik." cicit yunho yang membuat pipi san bersemu.

yunho akan mengambil langkah selanjutnya, namun, pintu kosan san diketuk dengan brutal.

"SAN YUNHO! JANGAN ZINA DULU! GUE MAU MINTA MAKAN!"

"BETUL TUH!"

sialan hongjoong dan seonghwa, pikir yunho.





a/n :
belum revisi, kalo typo ya maklum, ini baru diketik jadi.

bienvenue ; ateez ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang