babie

2.2K 233 23
                                        

"besok di alun-alun bakal ada festival budaya lho, joong."

"ya terus?"

seonghwa berdecak sebal. bukan itu jawaban yang ia harapkan.

"gak tau ah ya, kesel."

hongjoong menoleh pada si manis, memperhatikan wajah kesal itu. sebenarnya, hongjoong sengaja membuat kesal pasangan hidupnya itu, soalnya menggemaskan.

yang lebih dominan merapatkan posisinya, merengkuh pinggang ramping itu, dan mengabaikan kalimat panjang yang tertera pada ponselnya.

"hwa, cium dong?"

seonghwa mendelik. sebuah pukulan ringan jatuh pada bibir suaminya. "CIUM AJA HAPE NOH!"




...






pukul tiga siangㅡhampir sore, seonghwa udah menggandeng, lebih ke ngegeret tangan suaminya kesana-kemari. hongjoong cuma bisa pasrah ngikutin seonghwa yang keliatan excited banget sama festival budaya ini.

sekarang, dua orang ini lagi duduk di bangku panjang yang disediakan sambil memakan permen manis yang berbentuk seperti kapas.

"jangan banyak-banyak hwa, nanti sakit gigi,"

sebenarnya yang makan daritadi cuma seonghwa aja.

"hng," jawab seonghwa, masih sibuk makan rambut nenek yang dibeli tadi.

"kalo sakit gigi aku gak tanggung lho ya?"

"ish iya hongjoong, berisik banget dehㅡaduh!"

seonghwa meringis begitu ada sesuatu yang menghantam kakinya. dia ngelirik kakinya, ada anak laki-laki yang meluk kakinya, umurnya seonghwa kira sekitar 3 tahunan.

"kakak.."

aduh, seonghwa gemes banget liat makhluk kecil mungil yang nempel di kakinya ini.

"nih pegangㅡadek kecil kok sendirian??"

hongjoong nurut aja nerima rambut nenek yang tinggal setengah dan ngebiarin seonghwa angkat anak laki-laki ituㅡhabis itu dia pangku.

"umm, mama nggih, canie 'ngung," (mama pergi, sanie bingung)

oke, mungkin seonghwa dan hongjoong harus belajar bahasa bayi habis ini.

hongjoong coba nerjemahin selagi seonghwa masih masang tampang bingung tapi juga nahan gemas.

"mama kamu pergi? nama kamu sanie?"

anak itu ngangguk lucu, buat seonghwa gak tahan lagi buat cubit pipi gembilnya.

"huwaaa!"

"hwa! jangan dicubit!"

"aku gemes joong, aaa!"

hongjoong langsung naruh jajanan mereka di bangku dan ngambil alih gendongan anak itu dari seonghwa.

pria umur dua puluh delapan tahun itu langsung memeluk si kecil sambil menepuk-nepuk punggungnya.

seonghwa udah mau menangis karena ngerasa bersalah bikin sanie nangisㅡkarena dia cubit pipinya.

"eh aduh jangan ikut nangis juga dong, sayang,"

hongjoong berasa ngurus dua anak kecil sekarang.

"tapi, tapi, sanie nya jadi nangis huhu,"

"udah, cup cup cup." hongjoong menepuk-nepuk kepala seonghwa dengan tangan kanan-nya, sementara tangan kiri-nya masih menggendong san.

"kakak anan angis.." (kakak jangan nangis)

seonghwa malah makin pengen nangis. "huhu sanie, maafin kakak hwa yaa!"

san cuma ngangguk-ngangguk sambil pegangin muka seonghwa yang ada didepannya.

"canie!"

seonghwa dan hongjoong noleh, ada anak laki-laki lain, bajunya mirip dengan sanㅡcuma beda warna.

"uyongie!"

san memaksa turun dari gendongan hongjoong dan langsung berlari kecil menuju si anak kecil lain. seonghwa hanya menebak kalau itu kembarannya.

"canie! di cali cama ama!" (sanie dicari sama mama!)

"mama? ana mama??" (mama? mana mama?)

dua anak kecil itu berkomunikasi dengan logat cadel khas anak yang baru bisa bicara. lagi lagi, seonghwa mati-matian menahan gemas.

"hongjoong~"

"kenapa?" hongjoong mulai merasa aneh begitu seonghwa tiba-tiba menggelayut manja dilengannya.

"mau bawa mereka pulang!"

"heh!" hongjoong melotot tak terima, gimana kalo nanti mereka dibilang penculik bayi?

"gemes banget, joong.." seonghwa masih setia ngeliatin san sama kembarannya mengobrol lucu.

"ya gak bisa dong? nanti mereka dicariin sama mamanya. kamu tega misahin mereka dari mamanya?" seonghwa merengut sambil menggeleng pelan. "enggak.."

"yaudah, yuk kita anter ke pos darurat,"




...





san dan wooyoungㅡanak kembar tadi, sudah dikembalikan pada ibunya. walau hongjoong harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk menahan seonghwa yang ingin mencaci sang ibu, bisa bisanya membiarkan dua bocah lucu berkeliaran sendirian di tempat ramai.

sekarang, mereka berdua sudah kembali ke rumah. seonghwa masih lesu dan sedih karena berpisah dari san dan wooyoung yang menggemaskan.

"hwa, udah dong, jangan bete gitu mukanya."

seonghwa malah makin menekuk wajahnya, siaran televisi didepannya juga terlihat tak menarik.

"sayang?"

seonghwa malas menyahut. hongjoong menghela napasnya berat.

"besok ikut aku ya?"

alis seonghwa terangkat sebelah. "kemana?"

"ke panti, kita adopsi anak yang kaya san sama wooyoung, ya?"

seonghwa langsung berbinar. jika ini adalah cerita manga jepang, mungkin disekeliling seonghwa sudah banyak cahaya kuning mengkilap yang gemerlap.

"MAU!"

"cium dulu dong?"

seonghwa langsung berpindah, duduk dipangkuan hongjoong dan memeluk leher sang suami.

seonghwa mengecup singkat bibir hongjoong.

"SAYANG JOONGIE!"





a/n :
hellaaaaa gemoi bat sama hwa huhuhuhu, ini request dari salah satu sayangnya akuㅡsemua reader sayangnya aku hehe.

felixwoos nih ya ide dari kamu jadinya begini di otak udangku T^T

buat request-an yang lainnn aku usahain lagi yaa, dan yang belum request masih bisa req di reader page okeeeyy??!!

have a great day, anw! luv ya <3

bienvenue ; ateez ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang