09. Garran Jahat!

1.1K 64 4
                                        

"Perasaan, memang bukan main-main
tidak sengaja saja, langsung salah paham."

~ Dirgantara ~


Kerlyn benar-benar benci saat ia mrlihat Gladis pergi ke rumah Dirga bersama. Padahal, baru saja ia membully Gladis di sekolah. Ternyata, sulit juga ngalahin mereka. Tapi, Kerlyn tidak boleh menyerah. Ia juga berhak bahagia, Dirga tidak boleh di ambil Gladis.

Hari ini juga, sekarang juga. Kerlyn akan beri perhitungan sama Gladis. Di bilang Kerlyn calon pacarnya, masih aja deket sama Dirga.

Dengan siap siaga, ia telah melipatkan kedua tangan di depan dada sembari menunggu Gladis berangkat. Kerlyn sengaja, berangkat cepet dari sebelumnya. Karena hari ini, ia akan membuat rencana. Tapi, ia belum yakin akan berhasil atau tidak.

"Alahh, gampang itu." gumam Kerlyn dengan sabar menunggu Gladis.

Kerlyn memicing matanya mengarah ke koridor, dengan suasana itu sangat membuat ia semakin benci. Bagaimana tidak? Barusan yang ia lihat adalah Gladis berangkat sama Dirga. Dan yang bikin Kerlyn geram, mereka sama-sama berbincang. Di situlah, yang membuat ia penasaran. Gladis telah melakukan cara apa sampai Dirga terpengaruh? Begitulah pikirnya.

Saat itu juga, Kerlyn langsung menarik tangan Gladis yang baru saja sampai di depan kelasnya. Gladis memang sedari tadi sudah merasa aneh. Tumben sekali Kerlyn sudah ada di depan kelas, dan ternyata dia menarik Gladis untuk pergi.

Sialnya, Dirgantara tidak mendengar Gladis berteriak, dia langsung masuk dan menghampiri temannya. Karena sebenarnya, Dirga tidak ingin di kelas mengira mereka ada hubungan. Jadi, Dirga masuk duluan dengan tatapan seperti biasa, dingin!

"Ngapain sih lo! lepas gak!!" Gladis berusaha melepaskan tangannya.

"Stay calm, gak bakal gue apa-apain kok." Kata Kerlyn pelan. Lalu, langsung menariknya pergi dari kelas.

Gladis yang berusaha melepaskannya, tetep saja gagal. Kerlyn terlalu kuat untuk di kalahkan. Hingga saatnya, ia berhenti di kamar mandi. Mereka diam sejenak, tanpa sadar Gladis langsung di dorong keras sama Kerlyn. Dan Kerlyn langsung menutup pintunya, mereka di dalam berdua.

"Mau lo apa sih?" tanyanya marah.

"Gue mau lo jauhin Dirga! itu aja kok simple." Kerlyn menatap tajam Gladis.

"Tenang, lo pikir gue takut. Asal lo tahu, gue gak bakal lakuin permintaan lo!" Balas Gladis dengan tatapan sewot.

"Lo berani sama gue, hah!" bentak Kerlyn.

"Untuk apa gue takut? Lo gak punya hak buat gue untuk takut sama lo!!" Gladis langsung menepis tubuh Kerlyn untuk bisa keluar dari kamar mandi. Betuntung, pintu tidak di kunci jadi Gladis langsung keluar. Selain bego di juga gampang di kalahkan.

°°°°°

Tanpa Dirga sadari, setelah ia sudah duduk bersama Joval. Tiba-tiba saja Gladis hilang, lenyap begitu saja. Ia sempat ingat, bahwa tadi di depan ada Kerlyn. Bisa jadi, Gladis di bawa pergi sama Kerlyn. Saat itu juga, Dirga langsung pergi berlari untuk mencari Gladis. Sampai, Joval memanggil pun tak di saut.

Di sana terlihat ada Garran dan Intan yang telah melihat Dirga telah lari-larian. Mereka kira, Dirga sedang di kejar guru. Tapi, itu tidak mungkin. Dia kan pinter, disiplin, di sayang guru. Ya, gak mungkin. Akhirnya, mereka buang pertanyaan itu semua dan langsung menhampiri Dirga untuk bertanya.

"Lo kenapa Dir, kayak abis di kejar guru aja." Kata Intan mengernyit heran.

"Ka-kalian li-hat Gladis gak?" tanyanya dengan nafas memburu.

MAAF, GLADISTA (END) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang