🎶 Play Song Rindu Dalam Hati-Arsyi Widianto, Brisia Jodie 🎶
★
★
★
"Mungkin jika hanya kata terimakasih, memang tidak cukup. Namun, seperti apa pun juga, hanya kata itulah yang mampu terucap."
~ Dirgantara ~
Akhirnya, dalam beberapa bulan ini ujian berjalan lancar. Beruntung, Gladis bisa menyelesaikan dengan baik, hanya saja ia takut untuk hasilnya nanti. Semoga saja memuaskan. Namun, di pikiran Gladis sekarang adalah Dirga. Sudah lama tak bertemu, rasanya sangat berat. Bagaimana ia bisa menahannya selama ini? Mungkin sibuknya belajar, ia jadi tidak sempat berkomunikasi dengan Dirga.
Dengan jarak yang memisahkan kita, Gladis jadi takut, jika nanti Dirga malah pergi jauh. Takut, nanti Dirga pindah negara. Dirga kan pintar, tapi... Apa Dirga tak memikirkan rasanya Gladis nanti? Sudahlah, biarkan saja dulu. Hari ini, ia hanya di rumah sembari memikirkan dirinya untuk ke depannya nanti.
Kemarin, bang Ar sempet meminta ia untuk mengikuti beasisiwa. Namun, ia sedang proses. Semoga saja hasilnya memuaskan. Di lain sisi, mumpung hari ini sudah selesai semua. Gladis ingin sekali bertu Dirga.
Gladis : Dir gak nyangka kita udah mau lulus
Gladis : Gimana ujiannya? Lancar kan?
Gladis : Dir ketemu yuk? Lo gak kangen apa sama gue?
Gladis : Dir, lo masih di sini kan?
Gladis : Dir, kenapa gak di bales?
Sia-sia Gladis mengirim pesan begitu banyak, Dirga saja tidak aktif. Entah terakhir di lihat kapan, di situ tidak tertera. Mungkin, di privasi. Beginikah rasanya ghosting? Sial, mengapa Gladis harus merasakan juga.
Kemudian, Gladis keluar dari kamar berniat menemui abangnya. Di situ kelihatan banget abang-nya sedang sibuk memainkan Hp-nya. Dengan langkah cepat, ia segera menghampirinya.
"Bang Ar," panggil Gladis yang sudah berdiri di depannya.
"Kenapa lo?" tanyanya heran.
"Ke rumah Dirga yuk," ajak Gladista dengan memasang wajah memelas.
"Lo kenapa dah, lo kangen sama Dirga?"
"Hm... Gladis boleh curhat gak bang?" tanyanya seperti bocah polos.
"Boleh lah,"
"Kan waktu pertama ujian Gladis gak pernah ketemu sama Dirga, terakhir kali pun Gladis sama Dirga waktu ke tempat karaoke, Gladis pengin kesana bang, Gladis kangen." Gladis menunduk, berharap bang Ar menurutinya.
"Dis, ambilin gitar sana!" Gladis yang masih duduk di samping Dirga, malah suruh beranjak mengambil gitar. Bang Ar, kenapa? Nyebelin banget.
"Buat apa bang?" tanya Gladis sebelum pergi mengambilnya.
"Udah tinggal ambilin aja, apa susahnya sih," kata Arnando agak sedikit memaksa.
Lalu, Gladista pun langsung pergi ke kamar Arnando. Bukannya ke rumah Dirga, lah ini malah di suruh ambil gitar. Apa maunya bang Ar coba? Bikin kesel aja!!
"Nih bang." Gladis memberikan gitar itu dengan wajah kesal.
"Duduk sini, tetus senderkan kepalanya di pundak abang," Gladis tahu maksud abang, dia pasti mau nyanyiin lagu sesuatu untuk Gladis.
Tanpa berpikir panjang, Gladis langsung melakukannya. "Kita nyanyi bareng ya," kata bang Ar mulai memetikkan gitarnya.
"Bang Ar akan menyanyi lagunya Brisia Jodie dan Arsyi Widianto, judulnya Rindu Dalam Hati," kata Bang Ar sesekali melirik ke Gladis.
KAMU SEDANG MEMBACA
MAAF, GLADISTA (END)
Teen FictionPergi, kembali, dan pergi selamanya. Takdir hanya mempertemukan, tanpa kebersamaan. Hanya ada kata maaf, yang lelaki itu ucapkan, sebelum pergi. Hanya sebuah surat, yang lelaki itu tinggalkan, tanpa menemuinya. Bertemunya, bersama dia sosok lelak...
