Aku tidak pernah menyangka bahwa mempersiapkan pernikahan -baiklah memang aku terlalu berlebihan- ternyata semenyenangkan ini. Aku spontanitas melihat-lihat instagram bridestory dan juga wedding organizer beberapa kenalanku. aku menimbang-nimbang semuanya seolah aku akan menikah bulan depan.
Aku juga mengirimi Hardi gambar dress-dress putih lucu lengkap dengan tuxedonya, mengatakan bahwa aku ingin memakai ini kemudian setelah aku melihat model lain, aku mengiriminya lagi dan mengatakan aku ingin ganti yang ini. Aku juga sibuk menyimpan beberapa konsep pernikahan di Instagram dan Pinterestku sebagai bahan diskusi kami.
Aku tidak pernah menyangka akan menikmatinya, rasanya sama seperti aku menimbang-nimbang paket liburan mana yang kupilih untuk menghabiskan akhir tahun. Hatiku menghangat setiap kali aku melihatnya di layar ponselku, seolah aku memang menunggu hari ini dari lama.
Baiklah.
Hardi mengirimkan poster acara wedding organizer yang akan berlangsung satu bulan lagi. Aku semakin jatuh cinta saja padanya, dulu bersama Petra aku tidak pernah memikirkan sampai sejauh ini. Kami masih muda dan banyak masalah, aku terlalu sibuk dengan masalah kami sampai-sampai kami tidak pernah membicarakan masa depan hubungan kami.
Ngomong-ngomong soal Petra, dia memang berniat menghubungiku. Berada di rumah membuatku melupakan ponselku sejenak sampai tidak sadar dia menghubungiku lagi. aku bahkan lupa memblokir nomornya. dia mengirimkan pesan untukku dan mengatakan maaf sudah berbuat sangat lancang padaku dulu, aku hanya mengirim balasan singkat dan mengatakan semua sudah kulupakan.
Memang sudah kulupakan semestinya, oleh karena itu.. untuk mengisi kekosongan pikiranku -daripada aku memikirkan masa lalu dan masalah Kak Alia, aku memilih untuk mencari referensi konsep pernikahan terkini dan membagikannya pada Hardi.
Hardi tak banyak protes, dia mengatakan pilih saja konsep yang kumau. Sebagai gantinya dia malah mengirimiku destinasi-destinasi honeymoon daripada pernikahan itu sendiri. Katanya, yang ini lebih penting dari semua gambar-gambar yang kukirim itu. Kemarin dia sempat mengatakan ingin honeymoon di Bali, namun berubah menjadi Lombok kemudian Flores, kemudian tadi pagi dia mengatakan untuk kami ke Raja Ampat lagi.
Aku tidak memusingkan itu, terserah saja.
Hal yang membuat diriku terkejut adalah aku juga tidak sabar menanti semua kegiatan itu, aku tidak sabar menghubungi Hardi dan mendiskusikan padanya, aku juga tidak sabar menanti responsnya, aku tidak sabar mencari lagi dan begitu seterusnya.
Dulu aku berpikir wedding hanyalah kebahagiaan sehari yang akan digantikan dengan penderitaan-penderitaan dihari selanjutnya.
Ternyata, aku bisa menggebrak ketakutanku bersama Hardi. Setidaknya, aku percaya bahwa Hardi tidak akan meninggalkanku atau berbuat tidak masuk akal padaku.
Aku hanya berusaha meyakinkan diri.
Orang yang berada didalam pikiranku kemudian muncul di hadapanku. Ia jauh lebih sibuk dibanding bulan-bulan sebelumnya, kami baru saja bertemu setelah seminggu dia berada di Sumatera. Kalau dikalkulasikan, aku sudah tak melihat wajah Hardi selama sepuluh hari. Aku benar-benar kangen berat sebenarnya, kehadiran Hardi dihidupku sudah memberi warna tersendiri yang membuatku candu. Aku tersenyum lebar dan berdiri saat dia membuka sepatunya.
"Kangen banget gue," dia memelukku erat setelah membuka sepatu, sedangkan aku juga melakukan hal yang sama.
"Jadi... apa lagi yang ditemukan hari ini?"
Aku terkekeh pelan, kemudian memperlihatkan kepada Hardi WO yang daritadi kustalking instagramnya. Ditengah-tengah aku scrolling ponsel, Hardi malah mencium pelipisku lama, aku menoleh bingung padanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Allure | ✓
Ficción GeneralF-Universe #1 Gianny Andin Jovanca percaya bahwa sebenarnya perempuan dan laki-laki bisa 'hanya' sebatas sahabat. Setidaknya sampai Hardi datang kembali ke kehidupannya dan menawarkan sesuatu yang lain. Masalahnya bukan pada Hardi, tetapi pada dirin...
