Periods
ˈpɪəriəd / Datang Bulan
Lingkar
"Menorrhagia" Dokter yang bernama Andrew menyebutkan apa yang diderita Garish."Itu sejenis penyakit apa dok?" Tanya gue yang benar-benar tidak paham, dan baru kali ini mendengar nama penyakitnya.
"Menstruasi berat, menurut rekam medis yang dimiliki dokter Garish, dokter Garish memiliki riwayat menorrhagia." Dokter Andrew membacakan data yang tertulis pada buku pasien berwarna hijau tosca, "Berdasarkan catatan rekam medis, dokter Garish mengalami gejala yang sama sekitar enam bulan yang lalu." Dokter Andrew mengalihkan tatapannya dari rekam medis menjadi menatap gue, "Selain karena menstruasi, doker Garish juga memiliki riwayat tekanan darah rendah dan anemia sehingga rentan mengalami pingsan."
"Apa ini berbahaya dok?"
"Tergantung penyebabnya." Dokter Andrew membalas tatapan gue dengan lekat, "Pada dokter Garish, kasus menstruasi berat atau menorrhagia membuatnya kehilangan banyak darah saat haid, sehingga kadar zat besinya turun secara drastis. Akibatnya, tubuhnya terasa lelah dan lemah di bandingkan hari normal. Kondisi ini dapat diperparah dengan nyeri perut berlebihan hingga bagian punggung dan kakinya. Hal ini yang menyebabkannya pingsan saat menstruasi." Gue masih terdiam, memperhatikan penjelasan dokter Andrew yang menurut gue masih akan terus berlanjut, "Ada beberapa penyebab menorrhagia, di antaranya hormon yang tidak seimbang, ovarium yang tidak berfungsi dengan semestinya, tumor non kanker pada rahim, tumbuhnya daging kecil pada rahim, atau lapisan rahim yang menembus dinding rahim." Gue meringis mendengar penjabaran dokter.
"Kalau kasus yang dialami Garish, menurut dokter apa faktor pemicunya?" Tanya gue ingin tahu lebih dalam lagi.
"Saya tidak memiliki wewenang mendiagnosa jika dokter Garish belum melakukan tes lebih lanjut," dokter Andrew membenarkan letak kaca matanya, "Saya buatkan pengantar menuju dokter obgyn, dokter obgyn yang akan melakukan pemeriksaannya lebih lanjut."
"Saya sudah resepkan vitamin B kompleks untuk penambah darah dan obat pereda rasa nyeri pada perutnya." Dokter Andrew menuliskan resep dengan tulisan khas para dokter yang umumnya sulit untuk orang lain baca. "Tidak perlu rawat inap, tapi untuk sementara, dokter Garish tetap tinggal dan menghabiskan satu kantung infus, agar tubuhnya tidak terlalu lemas karena kehilangan banyak darah."
Dokter Andrew menyerahkan lembaran resep dan amplop putih yang segera gue sambut. "Terima kasih dokter." Seru gue yang disambut oleh senyuman ramahnya.
***
Obat adalah apa yang bisa kamu konsumsi dalam kurun waktu tertentu. Jika dirasa tidak cocok, kamu bisa menukarnya dengan dosis yang lebih. Tapi biasanya kamu buang bukan kamu tukar, and you have the deal with the doctor before you used it. But with me, nothing. Kita belum pernah berkompromi layaknya dokter dengan pasiennya, It's Mean if tomorrow, the day after tomorrow, next week, next month, or next year If you didn't found anymore in me, you will go on with your own, right?
Terduduk menunggu resep obat untuk Garish disiapkan oleh tim apoteker, ucapan Garish masih terngiang di pikiran, tentang analogi obat menurutnya, yang menanggapi tulisan gue. Menyapukan pandangan menyeluruh sejauh penglihatan gue dapat menangkap dengan jelas, memperhatikan interior rumah sakit yang dilengkapi beberapa ornamennya untuk menghasilkan sugesti-sugesti baik bagi para pengunjungnya. Memperhatikan armany Swiss di pergelangan tangan, malam sudah cukup larut. Wajar saja jika lalu lalang pasien dan pendampingnya sudah tidak terlalu sering, hanya ada beberapa perawat yang kebetulan bertugas malam.
"Atas nama dokter Garish Cerah."
"Yaa, saya."
"Boleh saya tanya tanggal lahirnya?" Gue meringis menanggapi pertanyaan yang sejujurnya belum gue tahu. But wait, tas-nya masih bersama gue. Apoteker setia menunggu gue yang tengah mencari tanda pengenal milik Garish dari dalam tas.

KAMU SEDANG MEMBACA
Garis Tanya
ChickLit"When did you fall in love with her? The one in front of you right now." Jika gue harus menjawab question quotes yang terpampang dalam satu sisi dinding cafe tempat gue duduk saat ini, gue akan menjawab dengan lugas. "I've been in love with her fro...