bab 64

940 149 58
                                        

Banyak dari penggemar yang menginginkan BTS dan Twice kolaborasi di acara akhir tahun. Tak sedikit, bahkan penggemar kedua grup itu terus mengirim email sejak 2016 lalu.

Sehubungan dengan Taehyung sudah kembali beraktivitas bersama grup, semakin banyak pula permintaan itu. Bang pd nim sampai pusing melihat email masuk bejibun hanya untuk meminta mereka kolaborasi.

"Kenapa hyung?" tanya Sejin yang sudah copot jabatan jadi manager bts.

"Nih kamu baca sendiri," kata bang PD memperlihatkan email perusahaan yang dipenuhi berbagai macam id penggemar.

Sejin mengambil alih notebook di tangan pdnim. Setelah dibaca, Sejin malah senyum lebar. Justru hal itu membuat pdnim makin heran dan kebingungan.

"Kenapa jadi senyam senyum gitu?" tanyanya mengerutkan kening heran.

Sejin menaruh notebooknya di meja, "Hyung," panggilnya.

"Apa?" sahut pdnim sedikit galak.

"Pdnim aja yang mainnya kurang jauh. Udah sering aku nemuin komentar kayak gini. Mereka ingin BTS sama Twice kolaborasi. Apalagi sekarang ada TXT sama Itzy, bahkan penggemar juga mau mereka kolaborasi, bukan cuma Twice sama BTS. Hyung tahu kata kata keramat yang viral di kalangan penggemar?" penjelasan Sejin diakhiri pertanyaan yang tidak pdnim ketahui.

Laki laki itu mendekatkan badannya, karena penasaran, ia ingin Sejin memberitahunya. Kata kata keramat apa yang viral di kalangan penggemar?

"Bosnya aja temenan, masa anaknya nggak collab? Ya kurang lebihnya begitu." jawab Sejin sembari tersenyum simpul.

Ada banyak hal yang ia dapatkan saat menjadi manager BTS. Apapun yang terjadi diantara member sendiri atau yang terjadi di kalangan penggemar. Sesungguhnya menjadi manager bukan pekerjaan yang mudah, sangat sulit mengatur tujuh orang dengan tujuh karakter sekaligus. Belum lagi dia harus melakukan banyak aktivitas sebelum dan sesudah kegiatan atau jadwal pekerjaan sang idol. Sebenarnya juga tidak ada waktu baginya sebagai manager mengurus perihal penggemar. Hanya saja hal itu terjadi begitu saja, bersamaan tanpa disadari.

"Aku bukannya tidak mau, tapi kamu tahu sendiri kan politiknya dunia hiburan?" kata pdnim memandang ratusan email yang masuk dengan pandangan yang tidak bisa diartikan.

Sebagian hatinya tidak mempermasalahkan kalau dua grup papan atas itu kolaborasi, apalagi kolaborasi dalam hal musik, sesuatu yang mereka sukai dan suatu hal yang sesuai passion mereka. Namun di sisi lain, ia terus ragu. Keselamatan para artis yang utama baginya.

"Ini sangat berisiko," ujarnya pelan.

Sejin menarik kursi dan duduk di depan pdnim.

"Pasti ada risikonya. Ada negatif positifnya. Coba hyung lihat dari sisi positifnya, mungkin bisa jadi perubahan besar dalam dunia kpop yang sekarang dihuni para fomo dan model penggemar yang kekanakan, tertangkap kamera lagi senyum aja udah dikira dating. Emangnya hyung gak kangen sama kpop jaman dulu?" tanya Sejin memandang lekat pdnim.

"Adem ayem gak ada war kalo ada yang kolaborasi. Contohnya snsd sama 2pm atau gak sama bigbang. Menurutku itu keren dan sejauh ini, kolaborasi yang paling nyata adalah astro dengan oh my girl. Kedua fandom juga tidak berteriak kesetanan, justru mereka senang karena sudah jarang idola melakukan kolaborasi panggung. Hyung ingat saat twice, bangtan, dan gfriend pernah satu panggung? Kenapa gak adain collab aja sekalian?" imbuh Sejin. Ucapan laki laki itu membawa memori pdnim berkelana. Walau sebagian hatinya membenarkan ucapan Sejin barusan.

Kondisi yang sama juga dirasakan jy park waktu ketika membaca satu per satu email yang masuk.

"Kenapa ada banyak email masuk dari penggemar?" tanya jy park terheran heran. Lantas jy park meraih benda pipih yang tergeletak di samping es kopi americano nya. Mencoba menghubungi pdnim sekalian menjalin silaturrahmi agar tidak putus.

CONSPIRACY | TaeminaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang