bab 65

979 155 77
                                        

-Day6- i would-

----

Semua orang berkumpul di kantor bighit, termasuk member twice. Mereka semua bingung kenapa dipanggil secara dadakan ke sini. Lebih bingung lagi ketika mereka melihat Mina dan Jy park duduk anteng di samping pdnim.

Jihyo dan Mina melakukan kontak mata tanpa disengaja. Leader twice itu menatapnya tajam disertai mulut komat kamit yang tidak bisa dengar jelas.

"Pantesan Mina gak ada, dia udah kesini duluan sama babeh." bisik Sana di belakang Jihyo.

Keenam member bangtan juga terkejut atas kehadiran twice di sini. Mereka pikir cuma mereka doang yang dipanggil.

"Udah lengkap kan?" tanya jy park membuka percakapan setelah anak anaknya datang dengan tatapan bertanya tanya, lebih tepatnya seperti anak bebek yang hilang di danau. Mereka tidak tahu harus ke mana dan menatap ke mana. Yang mereka lakukan adalah berdiri kaku dengan senyuman canggung, menyapa pdnim.

Di sisi lain Namjoon mulai menghitung. Dari member bangtan sendiri hingga member twice yang jumlahnya ada sembilan. Jika ditotal secara keseluruhan, ada 16 orang, kecuali pdnim dan jy park.

"Kok kurang satu?" kening Namjoon mengerut tajam. Ia menghitung kembali member bangtan, kemudian twice.

"Twice kurang satu njir. Satunya kemana?" teriak Namjoon tak tahu malu padahal Mina sejak tadi di sini.

"Belakang lo njir. Mina gak lo hitung??" dengus Sana menunjuk Mina di sana.

Namjoon meringis malu, "Oh iya, gue lupa. Sorry ya Min,"

Mina mengibaskan tangannya, "Sans bang. Gue gak akan tanya lo pulang lewat mana," canda Mina membuat atmosfer ruangan itu sedikit lebih santai.

Tanpa Mina sadari, Taehyung sedari tadi menatapnya sebal. Apalagi saat becanda sama Namjoon. Rasanya pingin dia cubit pipi Mina karena mengabaikan pesan pesannya dan malah ketawa haha hihi sekarang.

"Bisa aja lo Min. Gue nanti lewat pintu belakang kok." balas Namjoon becanda. Muka Taehyung makin kusut. Dia tidak suka diabaikan, tapi Mina malah mengabaikannya sepanjang hari.

"Udah udah, kasihan tuh twice belum duduk." sela pdnim.

"Silakan anak manis, duduk aja di mana. Yang penting nyaman." katanya mempersilakan.

Ketika semuanya sudah rapi dalam barisan duduk, pdnim melirik jy park. Meminta laki laki itu untuk membuka diskusi yang membahas perihal kolaborasi panggung di acara akhir tahun nanti.

"Kalian pasti bingung kenapa dipanggil mendadak ke sini. Apalagi ada Mina yang dari tadi sama kita berdua."

Iya. Taehyung mau tahu banget kenapa Mina di sini tanpa sepengetahuannya.

"Apa ada hal serius sampai kita dipanggil ke sini beh?" tanya Jihyo.

"Dibilang serius bukan masalah yang serius banget. Sebenarnya kita diteror." kata jy park dengan pemilihan kata yang kurang tepat.

Pdnim melihatnya gusar hingga mengambil alih diskusi kali ini.

"Ada banyak email masuk meminta kalian untuk kolaborasi. Kita udah bicara empat mata tadi, ya sama Mina juga jadi enam mata. Kita butuh pertimbangan yang matang sebelum memutuskan. Itu sebabnya kalian di sini. Kita mau pendapat kalian sebagai bahan pertimbangan yang menjadi acuan apakah permintaan kolaborasi bisa dilangsungkan atau tidak. Tapi sekali lagi, keputusan ada di tangan kita. Karena kita tahu baik buruknya," jelas pdnim langsung ke intinya. Tidak ingin berbelit belit seperti jy park. Terlalu banyak basa basi.

CONSPIRACY | TaeminaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang