"Lo kenapa sih? Bangun dari koma bukannya seneng malah kayak orang susah." ketus Jungkook yang beberapa hari ini mengamati Taehyung pasca sadar dari koma. Biasanya orang sembuh dari sakit bakal senang, happy, ceria kayak dulu. Tapi enggak sama Taehyung, malah kelihatan murung.
Laki laki itu cenderung diam, nggak banyak bicara. Ada tamu yang jenguk cuma senyam senyum jika ditanya. Atau nggak mengangguk dan menggelengkan kepala.
"Ada masalah apa sih? Sini cerita deh sama gue. Jangan diempet sendiri. Stres yang ada." sahut Jimin yang tak jauh dari mereka berdua. Asyik memakan buah apel yang dikupasin Hoseok.
"Lo gak seneng udah siuman?" celetuk Yoongi. Masuk melepas jaket paddingnya dan duduk di samping Jin yang asyik ngegame mario bros.
"Gimana bang? Aman kan?" tanya Namjoon sambil mengunyah pisangnya, menanyakan kelanjutan lagu yang mereka buat.
"Aman." balas Yoongi dengan tanda oke.
Namjoon mengangguk senang. Itu artinya ia harus menyerahkan salinan lagunya ke pdogg. Kemudian meminta Adora untuk berpartisipasi dalam lagu bside mereka di album selanjutnya.
"Siapa sih yang gak seneng udah siuman?" sungut Taehyung marah, "Yakali gue seneng koma berbulan bulan."
Lagipula Taehyung bangun karena dia punya firasat untuk bangun, walaupun itu tanpa sadar. Dan selama dia koma, dia bisa mendengar orang orang berbicara padanya, sayangnya Taehyung tidak ingat siapa saja yang bicara dan apa saja yang mereka bicarakan.
"Makanya tuh muka senyum kek, bahagia kek, jangan kayak orang susah." timpal Seokjin yang ngegame sambil menyimak.
Disaat yang lain sibuk dengan urusan masing-masing, cuma Jungkook yang senderan di kursi tanpa melakukan apapun. Sibuk memandangi pusat kota dari balik jendela.
"Selamat pagi bapak tercinta!" terlalu bersemangat menerima telfon, Jimin keluar ruangan. Mukanya berseri seri menjawab panggilan dari kenalannya di sebuah perusahaan ternama.
"Juk," panggil Taehyung melirik si maknae.
"Hm? Kenapa?" sahut Jungkook bergumam malas. Melirik pun enggan.
"Mina-"
"Aduh! Perut gue mules, gue ke toilet bentar ya."
Belum sempat Taehyung menyelesaikan ucapannya, Jungkook sudah kabur duluan.
"Bang Yoon."
Yoongi yang betulan sedang terpejam di sofa panjang membuka matanya.
"Ha?" sahutnya ogah ogahan. Setengah meledek setengah sinis.
"Gue boleh nanya gak?" tanya Taehyung dengan senyum andalannya.
"Enggak. Gue ngantuk mau tidur," tolak Yoongi cepat. Membuat Taehyung mendengus kasar.
Dia hendak bertanya ke Hoseok, tapi cowok itu lebih dulu keluar sama Namjoon. Tersisa Seokjin dan Yoongi di ruangan. Setia bermain mario bros walaupun berkali kali gagal melewati rintangan. Apalagi kura kura yang sejak tadi mengganggunya, membuat ia kalah dan mengulang dari awal.
"Bang," panggil Taehyung sedikit merajuk. Berharap abang tertuanya itu tidak kabur seperti yang lain.
Tapi tetap saja. Seokjin tidak berbeda dengan keenam lainnya.
"Bang," Taehyung tidak menyerah. Dia terus memanggil abangnya dengan suara yang semakin diimut imutkan.
"Bang, gue manggil nih. Jangan dianggurin dong. Gak kasihan sama adek lo yang baru bangun dari komanya?"
Seokjin malah makin fokus sama gamenya dan Taehyung hampir kehilangan kesabarannya.
"Jiiinnnnnnn."
"Apaan sih? Kalah kan guee." seru Seokjin membanting ponselnya kesal.
KAMU SEDANG MEMBACA
CONSPIRACY | Taemina
Fanfictiondua kehidupan Taehyung dan Mina conspiracy ----------- 2020 Top Rank: #1-mina #1-haters #1-mental #1-taemina
