Bab 18 - Worst Mistake

1.1K 162 62
                                        

Worst Mistake

"Kenapa kamu nggak ke kantor juga?" tanya Vely. "Ini udah seminggu kamu di rumah aja. Padahal masalah di kantor udah beres, tapi kamu nggak ke kantor juga. Emangnya di kantor nggak ada kerjaan?"

"Aku nggak akan pernah pergi ke kantor kalau kamu ikut," tandas Devon sembari mengecek berkas laporan yang dikirim Arya tadi pagi.

"Kenapa? Kamu takut aku pingsan lagi di sana?"

Devon tak menjawab.

"Aku bosan di rumah ini terus!" keluh Vely.

Baguslah. Semakin cepat gadis itu bosan, semakin cepat dia akan pergi.

"Curang!" seru Vely kesal. "Aku bisa minta Om Zane narik investasinya dari perusahaanmu!" ancam gadis itu.

Apa gadis itu tak tahu? Keluarganya pasti ingin Vely segera bosan dan pergi dari sisi Devon.

"Aku nggak akan pergi semudah itu," tukas Vely. "Keluargaku udah bayar mahal kamu buat nemenin aku main."

Devon menghela napas. Gadis itu tidak mengatakan hal yang salah.

"Aku pengen ke kantor!" putus Vely.

"Ada banyak orang yang kamu kenal di sana," Devon beralasan. "Gimana kalau kamu dengar pikiran mereka lagi?"

"Kamu khawatir kan, sama aku?" tembak Vely.

Devon mengosongkan pikirannya.

"Apa itu berarti, ya?" dengus Vely geli.

Devon tak menjawab.

"Kamu milih pergi ke kantor, atau malam ini aku lembur di sini?" tanya Vely.

Devon menyipitkan mata. "Kamu mau ngapain lembur di sini?"

Vely mengedik santai. "Main sama kamu sampai malam."

Devon mendengus. "Terserah. Paling juga nanti pengawal-pengawalmu di luar sana nerobos masuk ke sini dan jemput kamu."

"Udah tiga hari ini aku nggak dikawal lagi, tahu," cibir Vely. "Aku ngancam Papa akan godain kamu kalau Papa masih bawa-bawa pengawal segala."

Devon melotot kaget, tapi dia segera memperbaiki ekspresinya. "Yah, kalau nggak ada pengawalmu, paling nanti papamu yang ke sini dan nyeret kamu pulang."

Vely mendesis kesal. "Kamu nggak asyik, tahu!"

"Karena itu, mending kamu pergi dari sini dan pulang ke rumahmu. Nggak ada yang bisa kamu lakuin di sini." Devon berdiri. "Kamu bosan, kan, di sini? Jadi, pulanglah."

Setelah mengatakan itu, Devon menaiki tangga.

"Kamu mau ke mana?" seru Vely.

"Ke kamarku. Tidur siang," jawab Devon tanpa berbalik. "Kalau kamu udah bosan main sendirian, langsung pulang aja, nggak perlu pamit ke aku. Aku akan tidur sampai malam."

Devon tersenyum geli mendengar omelan kesal Vely untuknya kemudian.

"Dasar nyebelin! Nggak punya sopan santun kamu! Aku tuh, ke sini buat nemenin kamu biar kamu nggak bosan! Devon! Kamu dengar aku?"

Tentu Devon mendengarnya. Ia bahkan tak yakin ia bisa tidur jika Vely terus mengomel seperti itu. Bukan karena gadis itu terlalu berisik, tapi omelannya itu terdengar menyenangkan di telinga Devon.

***

Devon benar-benar tidur setelah satu jam hanya mendengarkan omelan kesal Vely. Yang ada malah Vely kesal sendiri alih-alih membuat pria itu terganggu dengan omelannya. Jam sudah menunjukkan pukul enam petang, tapi Devon masih tidur di kamarnya.

The Crazy CEO (Crazy Series #1) (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang