BAB 24

646 43 2
                                        

"Aku dimana?"ucap Avelyn sepontan ketika ia bangun dari pingsanya,ia melihat sekeliling,bangunan tua yang kumuh dan jauh dari kata bersih

"Sudah bangun manis??"tanya seseorang yang mengagetkan Avelyn,Rasa takut menjalar disekujur tubuh Avelyn

Posisi badan Avelyn terikat di kursi
Membuatnya sulit bergerak,menatap tidak percaya dengan sesorang di depannya.

"Reval??"Kaget Avelyn

"Kenapa? Kaget hm?"Reval mencengkeram dagu Avelyn yang membuat Avelyn semakin takut

"Reval,lepas sakit,apa mau mu? Kenapa kamu menculik saya?"Ucap Avelyn dengan susah payah karena Reval mencengkram dagu Avelyn sangat kuat.

"Mau ku? Membuat dirimu terluka dan membuat Renal merasakan kehilangan"Reval menghempas dagu Avelyn kasar yang membuat Avelyn meringis

"Tapi kenapa harus saya??"tanya Avelyn dengan menahan amarah,mengapa harus ia yang menjadi korban disini sedangkan dia tidak tau apa-apa

"Hahaha,kenapa ya???"ucap Reval memunggungi Avelyn

Sedangkan Avelyn menatap Reval sengit.

"Karena lo kelemahan dia,well,gua manfaatin lo untuk melihat Renal hancur,seperti dulu gua kehilangan clarissa"Tangan Reval mengepal ketika ia mengingat kejadian dikala dulu,yang membuat dendamnya menjadi-jadi.

"Tapi kenapa harus saya?! Saya ada masalah apa sama kalian ha?!,saya tidak ikut campur dalam masalah ini,tapi kenapa harus saya yang anda lukai!"Teriak Avelyn

"Tutup mulut mu bitch,atau gua bakal bikin lo tinggal nama sekarang?!"ancam Reval dengan mata  menyalang

Mulut Avelyn terkatup tak terpungkiri dirinya merasa takut sekarang,ia terus berdoa memohon kepada tuhan di hatinya agar ada keajaiban yang menolongnya.

***

Sedangkan Renal yang sedang bingung mencari Avelyn kesana kemari menggunakan mogenya.

"Duhh...ren Kamu dimana sih?"gumam Renal disela-sela ia mengendarai motornya

"Awas aja sampai Reval berani melukaimu,aku berjanji tidak akan memaafkannya."Ucap Renal dan menancap gas lebih dalam.

Sedangkan di lain tempat, seorang pemuda tengah mengintai dari jauh memperhatikan gerak-gerik orang-orang di bangunan tua.

"Aishhh.. kenapa ketat sekali penjagaannya,gimana gua bisa nolong lo"monolog stevan ya dia adalah stevan ia memergoki aksi penculikan tersebut, ia sangat khawatir sehingga ia tak terpikir untuk menelepon polisi

"Ayo mikir-mikir stev mikir"ucap stev sambil mengetuk-ngetuk kepalanya

"Ah iya..si cunguk itu.. Renal"ucapnya sembari menjentikan jari.

Segera ia merogoh ponselnya yang berada di dalam saku, lalu ia mengotak atik ponselnya setelah itu ia menempelkan ponselnya ke telinga menunggu diseberang sana menjawab panggilannya.

"cepat angkat.."gumamnya geram.

"Ada apa?,gua lagi sibuk nyari Avelyn" ucap Renal dengan nada marah.

"Gua udah tau Avelyn dimana,gua kirim lokasi lewat WA aja, lo cepetan kesini"stevan memutuskan panggilannya dan segera mengirim lokasi dimana ia sekarang, matanya masih mengawasi bangunan tua itu.

***

"Lepaskan saya sialan!"maki Avelyn pada manusia didepannya ini.

"Apa? Tadi kau bilang apa?!,rupanya kau berani mengumpati ku"Reval tersenyum sinis

"Apa masalah saya dengan kalian berdua?Kenapa saya yang harus jadi korban ha?! "Ucap Avelyn dengan nada tinggi tak ada rasa takut kali ini , ya! Dia harus berani setelah menyakinkan dirinya.

"Oh berani ya lo ninggiin suara ke gua!"Reval menatap Avelyn nyalang

"Rupanya lo minta di habisi ya" Reval memainkan pisau lipatnya.

Mata Avelyn terpejam ketika Reval hendak menggoreskan pisau ke pipinya

Sret

"Awshh"desis Avelyn

"Gimana cantik? Nikmat bukan"ucap Reval dihadapan Avelyn

"Brengsek!"

"Rupanya bibir manismu ini gampang sekali ya mengucapkan kata kasar, bagaimana kalau bermain-main dengan bibir manismu ini."Reval menyeringai sedangkan Avelyn menggelengkan kepalanya

"Jangan macam-macam"terka Avelyn

"Jangan sok jual mahal

"Lepaskan saya brengsek, saya nggak ada urusan dengan kalian!"

"Rupanya lo minta segera di habisi ya"ucap Reval mencengkram dagu Avelyn.

Reval bersiap  melayangkan pisaunya namun..

Brak

"Lepasin Avelyn sialan, dia ga ada urusannya sama lo"ya yang mendobrak pintu tersebut adalah Renal dan stevan

Reval yang hendak menghunus Avelyn dengan pisaunya lantas mengubah fokusnya.

"Ohh sudah datang rupanya...."











Tbc

Maaf gantung
Mentok banget soalnya

Tunggu Next chptr ya

bully [END] on REVISITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang