BAB 25

676 44 0
                                        

Sebelumnya makasih buat 2K readersnya, kaget banget awalnya ternyata masih ada yang baca jadi mau aku lanjut deh, sambil nanti mau aku revisi biar nyaman di baca.....

Selamat membaca....

Brak

"Lepasin Avelyn sialan, dia ngga ada urusannya sama lo! " ya, yang mendobrak pintu tersebut adalah Renal dan Stevan

Sedangkan Reval yang hendak menghunus kan pisau pada Avelyn mengubah fokusnya.

"Oh!,Sudah datang rupanya, gercep juga ya pengawal lo... " Reval bersmirik menatap dua tamu yang datang, sedangkan Renal dan Stevan menatap nyalang Reval

Avelyn dengan muka penuh darah yang disebabkan oleh sayatan pisau hanya bisa menahan rasa sakit dan perih, dihatinya tak berhenti bersyukur karena Tuhannya mengirimkan orang untuk membantunya,dan juga dia tak berhenti berdoa untuk keselamatannya dan kedua orang yang hendak menolongnya.

" Lo punya masalah sama gua bangsat!, ngga usah bawa bawa mauren!. " Renal yang sudah mendidih karena amarah mendekat dan meremas kerah baju Reval.

" Santai Bro.., gua cuman males dikit nggak sampe mati juga, sewot amat lo." Reval menjawab santai yang membuat Renal semakin naik pitam dan melayangkan bogeman pada kembarannya, persetan dengan status adik kakak.

" Lo gila, hah?!, lo pikir nyawa orang itu candaan?!  Gua nggak habis pikir sama lo!. " Mendengar jawaban Renal, Reval tertawa meremehkan dengan keadaan mulut yang robek mengeluarkan darah.

Sedangkan Stevan dia membantu membuka tali yang mengikat Avelyn.

" Ya ampun ave!, gue mohon lo bertahan ya!. " Stevan membuka tali dan setelah selesai terbuka ia membantu Avelyn berdiri, namun karena takut dan sudah tidak tahan lagi dengan perihnya akhirnya kesadaran Avelyn hilang dan jatuh di pelukan Stevan.

" Hey..! Lyn bangun, lyn bangun.." Stevan terus membangunkan Avelyn namun tidak ada tanda-tanda Avelyn bangun, ia melirik Renal dan Reval yang juga melihat kearahnya.

" Bangsat!  Sampe terjadi sesuatu sama mauren, mati lo di tangan gua!, Stevan cepat bawa Avelyn keluar, kita kerumah sakit sekarang!. " Renal mendorong Reval yang sudah babak belur ketanah, dan membuntuti Stevan yang sudah keluar lebih dulu membawa Avelyn, sedangkan Reval tertawa hambar.

" Lo kalah lagi Val!, ngebalesin dendam Clarie aja lo ga becus, gua nggak bakal bikin lo bahagia Renal!, inget itu.. " Monolog Reval yang terduduk dengan wajah yang sudah babak belur.
.
.
.
.
.

Renal, Avelyn, dan Stevan kini mereka sedang berada di dalam taksi menuju Rumah sakit.

" Pa, bisa lebih cepat lagi nggak pak?!." Ucap Renal yang menghawatirkan keadaan Avelyn, jaket yang ia kenakan juga sudah ia balutkan ketubuh mungil Avelyn yang terasa dingin.

" Ini sudah paling cepat mas, sebentar lagi kita sampai. " Balas supir yang tak kalah panik.

Taksi berhenti di depan rumah sakit, Stevan turun lebih dulu dan membukakan pintu untuk Renal yang menggendong Avelyn, Renal berlari dan berteriak memanggil petugas medis untuk segera menangani Avelyn.

" Dokter, Suster..! " Teriak Renal, dan petugas medis pun bergegas membawa brankar dan membawa Avelyn untuk ditangani.

Renal dan Stevan kini ada diruang tunggu, mereka berdua cemas dengan keadaan Avelyn sekarang, mereka berdua sama sama terdiam larut dengan pikirannya masing masing, berdoa untuk keselamatan Avelyn.

Renal merasa bersalah dan terus menyalahkan dirinya.

"Mungkin kalo dari awal mauren nggak temenan sama gue, mauren nggak bakal kaya gini."

" Bajingan kecil itu, masih terus salah paham dan tidak mau mendengar penjelasanku, dan malah ingin membahayakan nyawa orang. "

" Andai saja dulu gue nggak dateng kesana, mesti kejadian kaya gini nggak bakal ada, dan hubungan gua sama Reval pun bakal baik baik aja. "

"Kenapa semuanya jadi rumit!, cuman gara gara cewe nggak tau diri itu, Reval jadi kaya gini. "

"Gue kudu gimana?!, apa yang harus gue bilang sama keluarga mauren?, Ya Allah kenapa jadi kaya gini,  semoga nggak terjadi apa-apa sama mauren, udah cukup, dia udah banyak menderita. Gue harus bisa lindungi dia semampu gue!. Kalau sampe ada yang melukaimu seujung jari pun, harus berhadapan sama gue, gua bakal lindungi lo ren!,  Itu janji gua.! "

Renal membatin, tak lama dokter keluar, dan dua pemuda itu pun bangkit.

"Dokter gimana keadaan mauren? " Tanya renal begitu dokter baru keluar

" Tenang dik, mari ikut saya keruangan akan saya jelaskan dan saya beri resep obat. " Ucap dokter menepuk bahu Renal dan mendahului berjalan keruangannya.

"Stevan lo disini jagain Avelyn ya, gua ikut dokter. " Renal pamitan dan mengikuti dokter keruangannya sebelum membuka pintu dia membuka ponselnya terlebih dahulu

Kakak Ipar
Online

Kak marsel, ini saya Renal
Adek kakak ada di RS. XX
Nanti saya jelasin kronologinya
Setelah kakak kesini.
Send√√










To be Continued...

Halo semua segini dulu ya
Ditunggu next chapnya😘

Vomentnya jangan lupa!

Makasih semuanya...

bully [END] on REVISITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang