BAB 32

559 37 7
                                        

Semenjak satu bulan lalu, janji yang telah disepakati antara Avelyn dan Renal, bukan janji melainkan permintaan, yang menang dari 3 game akan dikabulkan oleh yang kalah, dan kini Renal ingin menagih permintaan yang dulu ia tunda, namun sampai saat ini dia belum mengatakan apa yang dia inginkan, dia masih ingin bermain-main dengan Avelyn disebuah mall besar.

" Ren ayo makan, aku laper nih." Ajak Renal yang mungkin sudah capek karena keasikan bermain di Timezone, ya bagaimana tidak capek, dia terlihat begitu senang hari ini, entah ada apa gerangan yang membuatnya penuh energi.

" Yaudah ayo.." jawab Avelyn juga tak kalah semangat ya memang perutnya pun juga lapar, butuh energi untuk menemani Renal jalan-jalan, ya walaupun harus ada drama dulu antara Renal dan abangnya sebelum Avelyn dapat disini bersama Renal. Seperti biasa Abangnya yaitu Marsel Avelino harus mengintrogasi Renaldo Safrial.

Avelyn dan Renal masuk ke restoran cepat saji dengan menu pesanan yang sama, sembari menunggu makanannya tiba, mereka juga bertukar cerita sampai pada akhirnya Renal mengajukan pertanyaan.

" Ren, kalo misal kamu diajak nikah sama seseorang mau nggak?." Tanya Renal tiba-tiba yang membuat atmosfer di sekeliling mereka berdua menjadi menegang.

" Kenapa kamu tanya gitu?." Tanya Avelyn balik, dia kaget dan tidak menduga akan ditanyai seperti itu.

" Ya-, ya Nggak papa nanya aja, ayo jawab dong." Balas Renal tergagu.

" Ya tergantung sih, kalo serius ya ayo, kalo cuman ngebual doang ya nggak mau lah. yang penting mah langsung aja ngomong sama ayah sama ibu." Jawab Avelyn dengan mantap, kebetulan sekali saat Renal akan melanjutkan pertanyaan selanjutnya makanannya datang.

" Silahkan dinikmati." Ucap pelayanan tersebut sembari meletakan pesanan merek.

" Terimakasih." Ucap Avelyn dan Renal bersamaan, yang membuat pelayan itu tersenyum. Mengangguk dan berlalu pergi.

Kedua pasang insan ini tersenyum canggung, mungkin mereka yang ada disana mengira Avelyn dan Renal adalah sepasang kekasih yang serasi, nyatanya mereka hanya teman, namun jika author menghendaki mereka mungkin bisa bersatu.

***

Stevan kini tengah berada di depan rumah Avelyn yang dihadang oleh Marsel.

" Ngapain Lo kesini, balik sana!." Belum juga Stevan mengucapkan sepatah kata namun sudah di usir oleh Abang galaknya Avelyn.

" Yaelah bang jangan galak-galak ngape si, Cepet tua sukurin Lo!." Stevan memang nggak ada takut-takutnya ya mau gimana lagi diakan mantan berandalan sekolah.

" Gak sopan Lo sama orang yang lebih tua, balik Sono Avelynnya ga ada." Usirnya lagi, Gedeg pisan dia sama cecenguk dihadapannya ini.

" Ngaku juga Lo tua bang wkwk, dah lah gua balik, males liat muka Lo, maunya liat muka Avelyn." Stevan membalikan arahnya menuju motor yang terparkir dihalaman rumah Avelyn, namun belum sampai dia menggapai motornya, ternyata dia kena timpuk sandal Marsel.

" Gak sopan Lo ye, seneng banget gua Avelyn tadi pergi sama Renal, wkwk kasian banget Lo kalah saing." Marsel mengkompori Stevan yang sedang mengelus kepalanya yang kena cium oleh sandal suwalow kesayangan milik Marsel.

" Lagian juga gua nggak bakal restuin kalo adek gua sama Lo wkwk." Ucapnya sebelum menutup pintu rumah dan menjulurkan lidah meledek Stevan yang emosi.

Brak!

Suara pintu tertutup, okay Stevan kalah langkah!.


Akhirnya Stevan menaiki motornya dan putar balik menuju rumahnya, sudah besok ia akan berusaha lagi, lagian dia salah, dia menyesali perbuatannya dulu.

***

Balik lagi dengan dua sejoli yang sudah menyelesaikan makan siangnya, sekarang mereka sedang makan eskrim disamping jalanan kota memandangi kendaraan dan orang yang lalu lalang melintasi jalan.

" Ren, aku mau minta permintaan aku pas waktu itu." Ucap Renal yang sudah menghabiskan eskrimnya dan membuangnya di tong sampah.

" Yaudah apa?, Jangan aneh-aneh loh." Ucap Avelyn sembari menyuapkan eskrim terkahir yang ia miliki di cupnya dan membuang wadah tersebut pada tong sampah.

" Tapi nggak disini ngomongnya, ayo ikut aku." Renal jalan lebih dulu dia tidak memegang tangan Avelyn karena dia tahu mereka bukan muhrimnya.

Renal berjalan membawa Avelyn menuju tangga darurat mall tersebut, entah seberapa banyak anak tangga yang akan mereka lewati intinya ini sangat melelahkan.

" Renal istirahat dulu deh, ini kita mau kemana? Kaki aku pegel." Ucap Avelyn ngos-ngosan karena sudah menaiki banyak anak tangga, mungkin mereka kini sudah berada di lantai 4 , Avelyn mendudukkan dirinya di salah satu pijakan anak tangga. Renal yang bersandar pada pintu, dan akhirnya Renal membuka pintu itu, dan gotcha! ada lift.

" Ayo Ren, kita naik lift." Avelyn mengangguk, mungkin dirinya sudah lebih baik dan berjalan bersama Renal masuk kedalam lift. Renal menekan tombol lantai paling atas, yaitu rooftop.

" Kenapa dari tadi nggak pake lift aja nal?." Tanya Avelyn yang mengipas ngipaskan tangannya.

" Hehe, maaf ya." Ucap Renal dengan watadosnya.

" Heem iya..." Jawab Avelyn

Ting.

Bunyi lift sudah sampai pada tujuannya, pintu terbuka dan mereka harus menaiki tangga lagi untuk menuju pintu rooftop.

Sampailah mereka, diatas gedung mall yang tadi mereka kunjungi, perjuangan yang mereka lalui terbayar dengan melihat pemandangan yang ada depannya, Masya Allah cantik.

" Bagus nggak ren?." Tanya Renal yang berdiri di samping Avelyn memandang lurus ke depan.

" Cantik banget, Masya Allah..." Balas Avelyn yang juga tidak merubah atensinya.

" Jadi sekarang aku mau minta permintaan aku." Ucap Renal dan merubah posisinya menjadi menghadap Avelyn begitu juga Avelyn yang ikut merubah posisinya menghadap Renal.

" Yaudah apa." Jawab Avelyn

" Aku mau kamu jadi pelengkap iman aku, penyempurna ibadah aku, jadi semangat aku dan jadi ibu dari anak-anakku, Mauren Avelyn, ayo nikah!. " Avelyn membatu disitu, benarkah sekarang dirinya sedang dilamar?, Avelyn hanya diam dia masih kaget.

" Ren... Kamu diem berarti iya ya, oke nanti malem aku ajak ayah sama bunda kerumah kamu, ayo pulang aku mau siap siap kerumah kamu nanti malem." Renal hendak melangkah namun Avelyn berucap.

" Ka-kamu serius ?." Tanya Avelyn

" Ya Allah, apa aku kurang serius ?, Serius banget ini 100% dunia akhirat, ayo pulang nanti ada setan disini takut yang engga-engga terjadi, nanti malem pokoknya aku mau kerumah kamu bawa ayah sama bunda." Ucap Renal menatap Avelyn mantap.
















TBC.

Halo im back guys....
Bentar lagi mau tamat nich....

bully [END] on REVISICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang