" Huek.... Huek..." Jam 3 dini hari suara yang berasal dari kamar mandi membangunkan Avelyn yang tengah tertidur, dirinya mengerjap dan tidak mendapati suaminya di samping kasur, lantas Avelyn bangun dan melihat ke kamar mandi.
Dan benar Renal---Suami Avelyn--- terlihat sangat lemas sehabis memuntahkan cairan bening, Avelyn jelas khawatir, Avelyn membantu memijat tengkuk Renal agar sedikit enakan, Renal masih memuntahkan isi perutnya yang memang kosong tidak keluar apa apa hanya keluar cairan putih bening saja.
" Aku buatin teh madu anget ya mas... Tunggu sebentar." Avelyn lantas turun ke dapur membuat teh madu hangat agar Renal agak mendingan, mungkin suaminya itu masuk angin.
Avelyn sudah kembali lagi ke atas dan Renal yang sudah duduk bersandar di kepala ranjang dengan muka lemasnya, lantas Avelyn memberi Teh madu hangat dan membantu Renal untuk meminumnya.
" Gimana mas? Masih mual?." Tanya Avelyn cemas.
" Alhamdulillah, udah.. mas udah nggak apa apa. Sini baring lagi, mas pengen peluk." Renal menepuk sisi kosong ranjang agar Avelyn kembali tidur, Avelyn menaruh gelasnya di nakas dan menuruti perintah suaminya.
Renal bringsut ketika Avelyn sudah berbaring disampingnya, menaruh kepalanya di ceruk leher Avelyn dan mendekap Avelyn, Avelyn mengelus Surai hitam Renal, dan menepuk-nepuk pundaknya agar ia kembali tertidur, sungguh Renal kalau sedang sakit seperti anak kecil.
Dan akhirnya mereka kembali terlelap dalam alunan mimpi mereka, dengan posisi saling berpelukan menyalurkan kasih sayang dan kehangatan satu sama lain (cie jomblo jangan iri)
***
Pagi hari ini suasana rumah terlihat berbeda dimana Renal yang merengek ingin makan Mangga muda, padahal sendirinya tidak suka yang asem asem.
Entah lah perilakunya sangat aneh sekarang dimana jika ia tidak dituruti ia akan merajuk dan menangis seperti anak kecil, sebenarnya apa yang salah dari pria itu?, Avelyn di buat kewalahan dan kebingungan menanggapi keinginan Renal. Seperti saat ini dia sedang merengek ingin mangga muda yang ada di tetangganya. Katanya dia pengen dari kemarin.
" Sayanggggg ih, mas tuh pengen mangga itu, tapi mas nggak mau manjat males, maunya pak kumis aja yang manjat." Rengek Renal sembari menarik narik lengan baju Avelyn seperti anak kecil.
" Ya Allah mas, mas kan nggak suka asem nanti muntah."
" Nggak muntah ih mas pengen mangga itu pokoknya, ayo minta sama pak kumis, Cepet ayo cepet." Renal menarik lengan Avelyn tidak sabaran membawanya keluar dan menyebrang menuju rumah dihadapannya, ya benar Rumah pak kumis.
" Assalamualaikum." Ucap Renal
" Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh. Eh ya Allah mas Renal sama mba Avelyn, Ono opo toh?. Sini masuk-masuk?." Bu Marni istri pak kumis menyuruh masuk ketika melihat siapa tamunya.
" Nggih bu, terimakasih." Avelyn lagi-lagi di seret Renal masuk.
" Bu ngapunten*, pak kumisnya ada Bu?, Ini suami saya pengen minta mangga ibu, tapi pengen yang ngambil pak kumis." Ucap Avelyn tidak enak hati.
" Aduh ya Allah, nggih sebentar ibu panggilin bapak dulu." Bu Marni menjawab sangat antusias dan segera ke belakang rumah memanggil suaminya itu.
Selang beberapa lama Bu Marni keluar bersama dengan dengan pak kumis.
" Den Renal mau mangga tho, yuk ikut bapak." Pak kumis mengajak Renal pergi dan Renal menurut seperti anak kecil yang di ajak bapaknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
bully [END] on REVISI
DiversosEntah lah seberapa kuat lagi aku bersekolah, aku bersekolah hanya untuk cari ilmu, aku tidak mengganggu kalian kenapa kalian mengganggu ku, apa salah ku ____/mauren avelyn/___ Kenapa gue suka banget gangguin tuh bocah, haha rasanya sehari ngga ngru...
![bully [END] on REVISI](https://img.wattpad.com/cover/156722282-64-k17664.jpg)