Entah lah seberapa kuat lagi aku bersekolah, aku bersekolah hanya untuk cari ilmu, aku tidak mengganggu kalian kenapa kalian mengganggu ku, apa salah ku
____/mauren avelyn/___
Kenapa gue suka banget gangguin tuh bocah, haha rasanya sehari ngga ngru...
Halo semua, sebelum menuju ke ceritanya, saya mohon dengan sangat untuk membaca pemberitahuan ini, Cerita bully ini, akan segera TAMAT, mungkin sekitar kurang lebih 10 part lagi menuju ending.
Dan setelah cerita ini tamat, Saya ada Cerita baru lagi namun konfliknya lumayan berat, dan saya akan melanjutkan juga cerita-cerita saya yang lain, namun waktunya tidak teratur dikarenakan tugas yang menumpuk.
Saya akan usahakan sebisa saya untuk memperbarui cerita agar kalian tidak menunggu terlalu lama, sekian Terimakasih yang sudah menyimak
Enjoy... •••
Flashback on
" Hahaha... Reval.. Reval..., jadi cowo bodoh banget, anak culun kurang kasih sayang, kasian gua dengernya, ya lumayanlah pura pura peduli gua bisa sambil ngeretin duitnya. "
Renal berhenti ketika mendengar suara yang membawa nama sodaranya dan dia kenal siapa pemilik suara itu,ya Clarie, ia sedang memeriksa seluruh penjuru sekolah karena tugasnya sebagai ketua OSIS.
" Terus aja porotin yang, kita nikmat hasilnya bareng-bareng, lumayan kan buat clubbing." Saut seorang laki-laki yang di dengar Reval dari balik tembok.
" Iya sayang. " Balas Clarie, Reval tidak begitu mengenali siapa yang sedang bicara bersama clarie, tapi intinya dia bakal bikin Clarie dari Reval jauh.
Reval pun pergi tanpa mendengar kelanjutan percakapan dua orang tersebut.
" Tapi sayang, aku tuh nggak suka sama nyokapnya Reval, masa kemarin aku di katain perempuan nggak baik, suruh jauhin anaknya, ya emang bener si, tapi nggak suka. " Adu Claire
" Yaudah kita tinggal singkirin aja itu emaknya, gampangkan, kaya kita nyingkirin emak mantan kamu yang dulu. " Jawab si cowo enteng
" Oke kita atur rencananya. "
***
xx Juni 20xx
private number
Datang ke gedung XX nomor 59, pukul 19.00 17.00√√
Tring....
Sebuah pesan dari privat nomor masuk dalam ponsel Renal dan juga Reval, namun mereka entah kenapa malas untuk membuka ponsel ataupun sekedar melirik, Reval yang sibuk dengan kawan-kawannya, dan Renal yang sibuk belajar.
Hingga waktu yang diperingatkan oleh si pengirim pesan terlewat, lalu muncul lah satu pesan lagi
Tring...
Private number
Wah.. Nggak disangka sih, lo pada ngabaiin pesan gua, Oke well boys
Say goodbye for your Mother.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
20.00√√
Tangan Renal bergetar begitu melihat pesan dari seseorang tidak dikenal, matanya memanas, tiba tiba bulir bening jatuh dari matanya, mulutnya ternganga dia tidak bisa berkata apa-apa.
Tak tunggu lama Renal langsung mengambil kunci motornya, dan langsung berangkat menuju tempat yang sudah dikirimkan waktu awal
Dia terus menyalahkan dirinya sendiri.
Kenapa dia tidak membuka pesan.
Kenapa dirinya tadi hanya mengabaikan, tanpa ada niatan membuka.
" Bundaaa, maafin Renal. " Ucap Renal dengan suara bergetar dia membelah jalanan dengan kuda mesinnya.
Renal, kini telah sampai di sebuah gedung teater. dan benar, ibunya tergeletak dengan bersimbah darah di sekujur tubuhnya, kaki Renal Lemas, segera dia menghampiri ibunya dan merengkuh badan ringkih ibunya, dia menepuk-nepuk pipi ibunya suapa terbangun, namun tidak ada tanda-tanda pergerakan disana
Air matanya meluruh.
" Bun... Bunda.. Bangun.. Ini Renal bunda.., Renal.. Renal udah sampe buat jemput bunda.. Bunda bangun Renal mohon, Bunda.... Bunda nggak sayang sama Renal sama Reval sama Ayah? Bangun Bunda jangan tinggalin Renal. " Ucap Renal bertubi-tubi sembari mengguncang dan menepuk sesekali pipi bundanya.
" KENAPA TIDAK MEMBALAS PESAN SAYA? NYESEL? " sebuah suara terdengar berteriak dari tribun atas, kepala Renal mendongak melihat siapa pemilik suara itu.
" SUPRISE...! " Seru dua orang pria dan wanita dengan menaburkan pernak pernik seperti telah mengadakan pesta dari atas tribun dan jatuh tepat di tempat renal dan ibunya, darah Renal mendidih begitu mengetahui siapa pemilik suara, dan juga perlakuan yang tadi mereka berikan.
" Kenapa? Kaget sayang ? HAHAHA YA SALAH NYOKAP LO JUGA SIH, Berani-beraninya ngerendahin gue, DAN SATU LAGI, LO JADI COWO SOMBONG BANGET, BERANI BANGET LO NOLAK GUE. "
"GILA, LO GILA CLARIE!, DENGAN ALASAN KAYA GITU KALIAN BERDUA NGELENYAPIN NYAWA BUNDA GUA!, GILA, KALIAN GILA!!! BANGSAT, GUA BUNUH LO BERDUA!. "
BRUK.
Tepat, tepat sekali setelah renal berucap
Clarie jatuh dari atas tribun. tepat dibawah kaki Renal. Dan bertepatan juga Reval datang.
Sedangkan pria yang membantu clarie membunuh Bunda Ren'val. Sudah hilang entah kemana.
" Bu- Bunda... Cl- clarie..." Reval mematung, melihat dua wanita yang amat dicintainya, tergeletak dengan darah yang merebak keluar.
Matanya menangkap sosok sodaranya yang tengah berdiri disana.
" Apa yang udah lo lakuin?!. Kenapa?, apa salah Bunda sama clarie?. " Reval mencengkram kerah baju Renal yang tengah mematung, dirinya melihat ke tribun atas namun sudah tidak ada lagi orang disana.