BAB 29

629 35 3
                                        

Enjoy...

***

Hiruk pikuk kota memenuhi pemandangan pemuda sukses yang tengah memandangi dari atas gedung pencakar langit, helaan nafas kecil keluar begitu saja dari mulutnya.

" Pak sudah waktunya menemui klien kita." Ucap asisten pribadinya yang bernama Genta.

Pemuda itu membalikan badanya dan  berjalan mendahului Genta dan berucap.

" Siapkan materinya." perintahnya dan menuju ruang pertemuan dengan kliennya.


"Baik pak." Genta membungkuk hormat dan langsung melaksanakan perintah tuannya untuk mengambil materi yang sudah di siapkan oleh sekretaris perusahaan.


Safrial Company, perusahan milik Renaldo Safrial anak dari Jay Safrial. Sudah lima tahun berlalu dan Renal menjadi pemuda sukses pemegang perusahan besar. Sedangkan kembaranya Revaldo Safrial dia menjadi dokter, atas dasar kemauan sendiri.

"Maaf saya tela-t." Ucap Renal terjeda begitu memasuki ruangan meeting melihat siapa kliennya kali ini.

Senyuman manisnya sama seperti dulu, wanita yang selama 5 tahun ini dia rindukan. ya kalian juga pasti tau siapa dia.

" Ma, Mauren?." Cicit Renal

" Hai, sudah lama ya ." Ucapnya. Ya dia adalah Mauren Avelyn, gadis yang 5 tahun lalu terkena serangan dari kembaranya dan sedang penyembuhan mental kini tumbuh dengan sangat baik.

***

" Gimana kabarmu ?."

" Seperti yang kamu lihat, alhamdulillah aku baik." Jawab Avelyn dengan senyum khasnya

Disinilah mereka sekarang di dalam sebuah cafe sebrang kantor, di dalam ruang VIP.

" Rupanya setelah 5 tahun usaha kamu utuk meruntuhkan pertahanan kakak berhasil." Ucap Avelyn tiba tiba yang membuat Renal bingung.

" Kamu setiap hari selalu meneror kak marsel lewat chat ataupun datang kerumah untuk bertemu denganku dengan segala penolakan dari kakak kamu masih tetap kekeh dan akhirnya kamu berhasil, karena aku disini, atas seizin Allah kamu bisa membuat kakak mengizinkan aku untuk bertemu denganmu dengan cara menjadi klienmu. Maaf ya Renal." Jelas Avelyn, yang membuat Renal kaget kenapa Avelyn tau kalau dia selalu dihalangi kakaknya itu.

"Kamu tau?." Tanya Renal, dan Avelyn mengangguk dan menyesap coffe late miliknya.

"Ah... aku hampir lupa, makasih untuk kado ulang tahun yang kamu kasih setiap tahun. Makasih, aku suka." Jelas Avelyn lagi , yang lagi membuat Renal kaget karena setiap dia menitipkan pada marsel ataupun meletakan kado pada halaman rumah avelyn selalu di buang oleh marsel dan membuatnya kecewa, tapi dia tak menyerah begitu saja walaupun dia sedang berada di luar negeri pun dia tetap mengirimkan kado untuk Avelyn lewat pesuruhnya.

" Jadi? Selama ini kamu nerima kado dari aku? ah ya ampun aku kira semua kado yang aku kasih dibuang sama kak marsel." Jawab Renal terharu dirinya senang karena kado darinya sampai pada tangan Avelyn.

" Keadaan kamu.." Ucap Renal menggantung , seolah tau Avelyn langsung menjawabnya.

" Aku sudah sembuh, aku baik baik aja, nggak usah khawatir, Reval juga udah minta maaf sama aku. Stevan juga, semuanya aku sudah menerima dan belajar mengikhlaskan apa yang sudah terjadi. Aku baik baik aja. Nggak usah khawatir. " Jawab Avelyn dengan senyumnya, Renal yang melihat Avelyn tersenyum pun ikut tersenyum.

" Aku sudah lama berdiam diri dirumah , jadi bisakah kamu mengajakku berkeliling?." Ajak Avelyn yang membuat Renal membulatkan mata kaget, tentu saja dia senang , lantas ia mengangguk dan bangkit.

" Ayo kita jalan jalan!." Ucap Renal semangat, lantas dia mengambil ponsel di sakunya dan menelepon Genta untuk menyiapkan mobil untuk dibawanya.

***

"Yaaa.... Renal curang ih. " Avelyn cemberut ketika melihat skor akhir permainan di time zone lebih kecil dari Renal setelah memainkan memasukan bola basket kedalam ring.

Renal dibuat gemas akan tingkah Avelyn. Ya mereka kini sedang berada di arena timezone

" Aku nggak curang mauren, aku menang ya berarti kurang 2 permaian lagi, kalo aku menang jangan lupa tepatin perjanjian tadi ya." Ucap Renal dengan semangat

" iya... yaudah ayo lanjut. kalo aku menang kamu juga harus tepatin perjanjianya, ayo cari permainan lain , kalo permainan ini aku kalah lagi dari kamu." Ucap Avelyn dan melangkah dahulu mencari permainan yang sekiranya dia handal dan dapat mengalahkan Renal.

Dan dapat!, Avelyn menunjuk permainan pukul-pukul kepala kelinci yang muncul, dan akhirnya mereka memulai permainan dengan Avelyn yang memulainya dahulu.

" Bisa gak nih ? Nanti kalah lagi haha." Ledek Renal yang mebuat Avelyn menatap sinis Renal.

" Gak boleh sombong, siapa tau aku menang wle." Avelyn menjulurkan lidahnya diakhir membalas perkataan renal yang begitu percaya diri.

" Haha yaudah kita liat nanti."

Dan akhirnya yang menang adalah....

" Kan dibilang juga apa? Jangan sombong makanya, aku kan yang menang, Renal kalah. " Avelyn senang karena dirinya menang dari Renal, sedangkan Renal hanya tersenyum membalas perkataan Avelyn

" Ayo main satu permainan lagi." Ajak Avelyn.

Dan disinilah mereka berdua disebuah tempat permainan tembak tembakan yang bisa untuk dimainkan oleh 2 orang.

" Udah siap kalah tuan Renaldo?." Ucap Avelyn

" Ga boleh sombong." Balas Renal dan permainan pun dimulai.

Hasil akhir yang menunjukan tembakan yang mengenai sasaran lebih bayak adalah Renal jadi Renal lah yang memenangkan taruhan diantara Avelyn dan Renal.

" Kan, jangan somobong dulu makanya." Ucap Renal mengulangi ucapan Avelyn

" iya iya , yaudah sesuai perjanjian, aku kalah jadi aku bakal ngabulin 1 permintaan kamu. Jangan yang aneh- aneh ya"

" Aku ada permintaan buat kamu, tapi nggak sekarang, nanti, Ayo sekarang kita makan dulu, udah waktunya makan siang." Renal menggiring Avelyn ke Restoran cepat saji yang tersedia di dalam mall tersebut.

Dan mengurungkan permintaanya untuk di sampaikan nanti.

Kira kira apa ya permintaan Renal. Entahlah hanya dia yang tau.

Tbc.

Hai maaf ya baru update...

Jangan lupa Vomentnya makasih.
Maaf ya kalo makin kesini makin ga jelas

Tinggal beberapa part lagi nih menuju tamat.

VOMENT VOMENT GUYS...

MAKASIH BANYAK

WUF U GUYS

SEHAT SEHAT KALIAN 🤗😇

bully [END] on REVISITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang