BAB 27

662 42 13
                                        

Halo semua☺, sebelumnya terimakasih buat dukungannya, makasih juga buat 3K readersnya.. Jangan bosen-bosen ya...

Selamat Membaca 😄....

•••

Avelyn baru saja sadar dari pingsannya, dikala ia membuka mata, indranya menangkap wajah ibu dan ayahnya dengan memasang mimik khawatir.

" Ave.. Sayang!!!, ada yang sakit nak? Pah cepet panggilin dokter!. " Seru mama Kiran begitu ia melihat putrinya membuka mata.

" Ma-, mamah..., sakit..., Hiks Ave takut mah." Avelyn menangis begitu ia terbangun dan melihat ibunya.

Dia trauma dengan apa yang ia alami pagi tadi, ia belum pernah mengalami hal seperti ini, di sekap dan di siksa seperti itu, apalagi yang menculiknya adalah laki-laki yang baru saja di kenalnya beberapa waktu lalu di sekolah.

Ia takut, sangat takut, sedari tadi ia menangis memeluk ibunya, badannya gemetar, selang beberapa lama papa hendry datang bersama dokter yang menangani Avelyn.

" Permisi ibu, maaf mengganggu, saya harus mengecek kondisi putri ibu. " Ucap dokter sopan, Mama Kiran melepas pelukannya dengan avelyn, dan mempersilahkan dokter memeriksa anaknya, namun avelyn menahan lengan ibunya dan menangis semakin keras, sehingga avelyn di suntikan bius kembali agar ia tertidur.

Dokter selesai mengecek, keadaan avelyn.

" Bagaimana keadaan anak saya dokter?, putri kami baik-baik aja kan?. " Tanya mama Kiran cemas.

" Begini ibu, bapa, luka pasien masih tergolong luka ringan, sehingga tidak apa-apa, masih bisa sembuh dan untuk bekas luka di wajah masih bisa hilang dengan salep, namun keadaan mentalnya yang kurang baik, dia mengalami trauma atas kejadian apa yang dia alami. Jadi ibu bapa sebagai orang tua pasien harus menjaga dan membantu pasien bangkit dari trauma nya. Jangan buat pasien di situasi yang sama lagi, itu akan berdampak buruk pada kesehatannya." Jelas dokter rinci, jawaban dokter membuat kedua orang tua avelyn sedih mendengar keadaan mental anaknya, mereka sedih karena mereka juga tahu sebelum itu anaknya mengalami pengalaman yang tidak mengenakan disekolah, dan lagi ini dia mengalami tertekan.

•••

" Gue bakal lompat dari sini kalo lo ngedeket satu langkah dari posisi lo sekarang. " Ucap Renal yang sudah ada di ambang balkon siap untuk melompat kapan saja.

" LO GILA?!, REVAL!. " Teriak Renal, dia juga panik kalau sodaranya bakal bener bener lompat kalau dia ngelangkah.

" Iya gua gila kenapa?, semua gara gara lo!, lo..., LO YANG UDAH REBUT SEGALANYA DARI GUE RENALDI!, GUE SELALU KALAH DARI LO!., GUE BENCI SAMA LO!. " Balas Reval dengan nada suara yang meninggi, terdengar ke frustasian disana.

" Reval!, jangan gini ayolah, turun dari sana, nanti lo jatoh, bahaya!. Oke!, gue minta maaf kalo selama ini perbuatan gua ada yang bikin lo sakit hati- " Ucap Renal sembari melangkah sedikit demi sedikit mendekati Reval.

" Dan satu lagi, asal lo tau, clarie dia bukan cewe baik baik, dia nggak baik buat lo, asal lo tau itu. " Lagi Renal terus melangkah mendekati Reval dan semakin dekat,



Hap.

Reval di tarik turun dan pintu balkon langsung ditutup oleh Renal.

" LO!, JANGAN GINI KALO LO MASIH ADA MASALAH SAMA GUE! SELESAIIN BAIK BAIK DULU SAMA GUE 🐶!. " Renal meremas kerah baju renal dengan kedua tangannya.

" Hahahahaha..., Lo it-

Ucapan Reval terpotong oleh teriakan papa jayden yang tengah berkacak pinggang melihat kedua anaknya yg sedang adu argumen.

"RENALLLL!!!!!!!  REVALLLL!!!!  IKUT KERUANGAN PAPA SEKARANG!. "

Disinilah mereka sekarang, diruangan kerja Jayden, Renal dan Reval didudukan di hadapan papa jay, papa Jay menatap dengan tatapan marah menusuk seperti belati.

" Lagi...! Lagi-lagi kalian begini, mau sampe kapan hah!?, papah pusing liat kalian ribut terus kaya gini!. " Renal dan Reval hanya tertunduk membisu mendengar omelan papanya, mereka memang tidak akur semenjak insiden waktu lalu, namun dikala seperti ini mereka berdua ciut tak berani melawan ayahnya.

" Kalian itu sodara, kakak adik!, harusnya saling melindungi bukannya berantem kaya gini!, kalian itu udah pada gede, udah dewasa!, jangan bersikap kekanak-kanakan!. Papa pusing liat kalian berantem terus!, kalo mamah tau, mamah pasti bakal kecewa juga sama kalian!, papa gamau tau, sebelum kalian baikan, fasilitas dan kebebasan kalian papa batasin!. Bubar kalian!. " Tegas papa Jay, kedua kakak beradik itupun langsung menurut pergi meninggalkan ruangan kerja papa Jay, mereka tidak bisa membantah kalau papa mereka sudah marah besar seperti ini.

•••

Marsel memasuki ruangan adiknya, dimana disana terdapat orangtuanya, papa hendry yang duduk disofa dan mamah kiran yang duduk di samping brankar dengan raut wajah sedih.

" Mah pah.." Panggil marsel pada kedua orang tuanya

" Kalian kenapa?, gimana keadaan adek?. " Tanya marsel khawatir

" Kami nggak papa nak, tapi adek kamu kondisi mentalnya lagi terganggu, dia mengalami trauma, bantu papah sama mamah ya, buat adek kamu bangkit lagi dan jaga dia, agar kejadian bullying atau kejadian seperti waktu lalu yang membahayakan adek kamu nggak terulang lagi." Jawab papa hendry yang didalamnya mengandung pesan tersirat.

Sedangkan mamah kiran menatap avelyn dengan sayang, mengelus pelan surai anaknya yang terbalut hijab. Dengan mata terpejam avelyn terlihat tenang seperti tidak ada beban.

"Mamah harap kamu selalu dikelilingi orang-orang baik, semoga kamu juga selalu bahagia ya sayang, mamah, papah, kakak, sayang sama kamu, lekas pulih bidadari kecilnya mamah."-mamah kiran membatin, lalu ia mengecup kening avelyn dengan sayang.

TAMAT.

BECANDA GUYS😂

To be continued...

Halo 🙋 aku update lagi nih
Ada yang nungguin nggak? 😂

Voment juseyo💕

Next ga nih?

bully [END] on REVISITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang