Marsel hendak menaiki motornya, namun langkahnya terhenti mendengar notifikasi ponselnya dari nomor tidak dikenal.
+628xxx
Online
Kak marsel, ini saya Renal
Adek kakak ada di RS.XX
Nanti saya jelasin kronologinya
Setelah kakak kesini.
" Sial!. " Umpatnya dan bergegas masuk kedalam rumah kembali
"Mah.. Pah.. "
Disinilah mereka bertiga sampai dirumah sakit, mereka bertiga berlari menyusuri lorong rumah sakit menuju ruangan avelyn.
Muka mereka semua cemas mengetahui anaknya berangkat dengan keadaan baik-baik saja dan tiba-tiba dapat kabar kalau avelyn masuk rumah sakit.
"Dimana anak saya. " Ujar mama Kiran begitu melihat dua pemuda yang sedang duduk di ruang tunggu.
" Didalam tante. " Jawab Renal
Mama Kiran dan papa hendry lantas langsung masuk, sedangkan Marsel mencengkram kerah baju Renal.
" Jelasin kenapa adek gua sampe masuk rumah sakit!. " Cerca Marsel.
" Tenang bang, gua bakal jelasin. " Ucap Renal, dan disinilah mereka bertiga dicafe depan rumah sakit.
" Gua sebelumnya minta maaf, yang jemput mauren tadi kembaran gue, Reval, gue nggak tau kalo dia mau jemput mauren dan mengatas namakan gue, dia ada dendam sama gue dan gue nggak tau kalo dia bakal bertindak sejauh ini dan mau nyelakain mauren, gua bener-bener minta maaf bang, gua nggak ada niatan mau nyelakain adek lo. " Renal tertunduk, dia merasa ini salahnya
" Huft... Mending lo jaga jarak dulu dari adek gua , gua nggak mau kejadian kaya gini keulang lagi, thanks juga buat kalian berdua udah nolong adek gua, dan lo Stevan!, lo juga jauhin adek gua!. " Ujar Marsel yang membuat Renal mendongak hendak protes, namun Marsel bangkit meninggalkan Renal dan Stevan.
" Tapi bang.., bang!. " Panggil Renal begitu melihat Marsel pergi, Renal mendesah frustasi.
" Udah lah, turutin aja, lagian ngapain juga lo ngasih perhatian lebih sama itu cewek udik. " Ucap Stevan yang membuat Renal marah.
" Apa tadi lo bilang?, lo bilang apa bangsat!. Jaga mulut lo, kalo lo nggak bisa ngomong yang baik-baik soal orang, mending lo diem!, mauren bukan udik!, mulut lo itu yang udik, tong kosong berbunyi nyaring ya itu mulut lo!. " Setelah Renal berucap, dia kemudian pergi meninggalkan tempat.
" Apasih peduli amat. " Celetuk Stevan sembari membenarkan kerah bajunya.
Brak
Pintu rumah terbuka dengan paksa membuat yang ada dirumah terlonjak kaget.
" RENAL!, kamu apa-apaan membuka pintu kaya gitu, bukannya ngucap salam!. " Ucap Jay, Ayah Renal.
" Reval mana pah?. " Tanya Renal tidak menggubris perkataan papanya tadi, memang Renal yang saat ini bukanlah Renal yang mama papanya kenal.
" Kamu kenapa si?!, nggak akur terus sama adek kamu hah!. " Tanpa menggubris omongan papanya Renal langsung lari ke lantai dua menuju kamar Reval.
Namun saat hendak Renal membuka pintu, pintunya terkunci.
Brak
Brak
Brak
"Reval! Keluar lo!. " Teriak Renal dari luar kamar Reval.
" Gue dobrak kamar lo kalo lo ga keluar!. " Sentakan Renal
" Keluar bangsat!. "
Akhirnya Renal mendobrak kamar Reval dan yang terjadi...
" Gue bakal lompat dari sini kalo lo ngedeket satu langkah dari posisi lo sekarang!. "
To be continued...
Maaf ya pendek
Voment juseyo~💕...
KAMU SEDANG MEMBACA
bully [END] on REVISI
DiversosEntah lah seberapa kuat lagi aku bersekolah, aku bersekolah hanya untuk cari ilmu, aku tidak mengganggu kalian kenapa kalian mengganggu ku, apa salah ku ____/mauren avelyn/___ Kenapa gue suka banget gangguin tuh bocah, haha rasanya sehari ngga ngru...
![bully [END] on REVISI](https://img.wattpad.com/cover/156722282-64-k17664.jpg)