Pagi ini mentari terik sekali menyinari bumi, Avelyn yang sedang lari santai disekitar rumahnya pun tersenyum cerah seperti mentari yang bersinar hari ini.
Avelyn duduk dibangku taman yang dulu ia kunjungi bersama Renal, dia ingat waktu dulu renal ingin lagi kesini, dan tanpa di sengaja Avelyn mendatangi taman ini, entah kebetulan atau apa itu, Renal juga berada di sana, sedang mengambil gambar anak kecil dan bunga yang tertanam menggunakan ponsel pintarnya.
Renal mengedarkan pandanganya dan mendapati Avelyn yang tengah minum dari botolnya, Renal tersenyum dan membidikan kamera ponselnya pada Avelyn tanpa sepengetahuan gadis itu.
Klik.
Satu gambar sudah terambil dan terabadikan di ponsel pintar pemuda itu, dirinya tersenyum melihat hasil bidikannya, perfect!. Lantas pemuda itu bangkit dan menghampiri Avelyn yang tengah duduk yang kini sedang mengotak atik benda pipih serbaguna itu, Renal duduk disamping Avelyn dengan berdehem ringan yang mengubah atensi gadis itu.
"Ekhm... "
" Astagfirullah.., Eh...? Renal? " Tanya gadis itu dengan muka kagetnya yang membuat Reval gemas ingin membungkus dalam karung.
Karung mana karung? -batin Renal.
" Bukan, aku masa depan kamu. " Jawab Renal sekenanya.
" Eh? "
Renal gemas, jelas!, bahkan sangat. Dia tertawa dengan menampilkan matanya yang menghilang karena bentuk matanya yang ikut melengkung seperti garis senyum. Dan itu sangat menawan. Siapa yang tidak terpikat dengan senyum manis andalan Renal yaitu 'smile eye' nya.
"Nggak bercanda, beneran juga nggak papa sih hehe, iya ini aku Renal. " Jelas pemuda itu yang membuat Avelyn tersenyum.
" Kok kamu sampe kesini nal? Kan jauh dari rumah kamu?. " Tanya Avelyn membuka percakapan.
" Ya karena aku suka aja disini, tenang aja gitu, bersih, nyaman."
Apalagi kalo ada kamu- lanjutnya dalam hati
" Oh... gitu... " Gumam Avelyn.
" Ren, dulu pas kita kesini kamu ada janji kan mau ngajak aku muter-muter komplek sini?, ayo kita jelajahi komplek sini ,aku mau liat kekreatifan warga sini" Ucap Renal tiba-tiba dan yang di balas anggukan oleh Avelyn, mereka berdua bangkit dan mulai berjalan bersama dengan Avelyn sebagai tour guide untuk Renal.
Sudah setengah jalan tidak di sangka Avelyn dan Renal bertemu pelaku pembullyan yang tak lain tak bukan adalah Stevan Anggara, Renal tahu sebagai lelaki bahwa Stevan juga memendam Rasa pada Avelyn, namun dia tidak akan menyerahkan Avelyn untuk siapapun. Renal sudah sikap pasang, dia berjalan lebih dulu dan menutupi Avelyn dibelakang tubuhnya. Namun sepertinya usahanya sia-sia.
" Oh Stevan!, Hai!. " Sapa Avelyn begitu melihat Stevan didepannya.
"Hai, gimana kabarnya? " Tanya Stevan pada Avelyn, sial! Sudah lima tahun lamanya ternyata pembully dan korban sekarang begitu akrab, tanpa tahu Renal sudah bersungut disana.
" Alhamdulillah aku baik, ya seperti yang kamu lihat. Udah ya jangan minta maaf terus, stop ya bilang kata maaf, udah aku maafin. " Balas Avelyn dan mencegat kata kata yang akan keluar nantinya dari mulut Stevan.
"Hehe tau aja deh mau ngomong itu. " Stevan kikuk.
" Ekhm...! " Renal berdeham kencang, dirinya seperti nyamuk disini. Dan dia tidak suka akan itu.
" Oh ada lu bro?, gua nggak liat maap ya! " Ucap Stevan dengan watadosnya, yang membuat Renal mendelik seperti matanya mau copot.
Renal kesal, jelas! Badan gede kek tiang dikata nggak kelihatan. Emang orang di depannya ini ngajak bergelut.
" Ngapain lo lewat sini sih?. " Tanya Renal sinis.
" Lah kenapa? Emang jalan milik bokap lo? Bebas dong gua mau lewat mana aja? Ya gak Lyn? Yuk lyn pulang, udah panas nih... " Stevan berucap seraya memanas-manasi, Renal, terlihat jelas bahwa pemuda satu itu sedang marah.
" Kamu duluan aja Van, aku mau ngajak Renal jalan-jalan disekitar komplek. " Balas Avelyn dengan senyum canggung, ya dia merasakan atmosfer disekitarnya tidak enak dan memanas. Mendengar penuturan dari Avelyn Renal tersenyum menang menatap Stevan.
" See?, udah kalo mau pulang, ya pulang sendiri..... Hus... Hus " Renal Mengibas-ngibas kan tangannya seperti sedang mengusir hama pengganggu.
" Nggak, gua mau ikut, boleh kan lyn? Ayo jalan, ga baik berdua-duan yang ketiganya nanti setan. " Ucap Stevan dan bergabung berdiri di belakang Avelyn.
" Lo setannya. Lo kan yang ke tiga, udah mending sana lo pulang deh! " Usir Renal dengan mendorong ndorong tubuh Stevan.
" Terserah lo deh, gua mau ikut titik. Mending lo aja sana yang pulang, lo bukan warga sini ... Sono nanti nyasar lo, balik cepet. " Stevan membalas mendorong tubuh Renal.
" Gak, lo yang pulang.! " Ucap Renal lagi.
" Lo yang pulang!. " Balas Stevan
" Lo!. "
"Lo!. "
"Lo!. "
Di tengah keributan itu, tanpa mereka tahu Avelyn sudah pergi meninggalkan mereka karena diculik oleh abangnya sendiri yaitu Marsel Avellino yang entah datang dari mana dan menggeret Avelyn pergi dari pertikaian 2 pemuda.
TBC.....
Hai update lagi nih!
Hayo tim siapa nih
Avelyn- Stevan?
Avelyn- Renal?
Jangan lupa vomentnya!, makasih 💗
KAMU SEDANG MEMBACA
bully [END] on REVISI
RandomEntah lah seberapa kuat lagi aku bersekolah, aku bersekolah hanya untuk cari ilmu, aku tidak mengganggu kalian kenapa kalian mengganggu ku, apa salah ku ____/mauren avelyn/___ Kenapa gue suka banget gangguin tuh bocah, haha rasanya sehari ngga ngru...
![bully [END] on REVISI](https://img.wattpad.com/cover/156722282-64-k17664.jpg)